Iffan Ahmad Gufron
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemaknaan Konsep Sakinah oleh Pengantin Baru: Studi Pemahaman dalam Konteks Pernikahan Muhamad Arsudin; Sholahuddin Al Ayubi; Iffan Ahmad Gufron
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.701

Abstract

Pernikahan dalam Islam dipandang sebagai salah satu institusi yang memiliki tujuan untuk menciptakan kehidupan yang penuh dengan kedamaian dan keberkahan, yang dikenal dengan konsep sakinah, mawadah, dan rahmah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemaknaan sakinah oleh pengantin baru, dengan mempertimbangkan latar belakang agama, sosial, dan budaya mereka. Berdasarkan tinjauan literatur dan analisis terhadap berbagai studi sebelumnya, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemaknaan sakinah dalam pernikahan. Faktor internal meliputi niat yang lurus dalam pernikahan, pemahaman agama, serta ekspektasi terhadap pasangan. Sementara itu, faktor eksternal melibatkan pengaruh lingkungan sosial, dukungan keluarga, serta budaya lokal yang dianut oleh pasangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan analisis komparatif, yang mengkaji pandangan berbagai ulama dan studi terdahulu mengenai konsep sakinah, serta perbedaan pemaknaan sakinah antara pasangan dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sakinah tidak hanya dipahami sebagai ketenangan fisik, tetapi juga sebagai kedamaian emosional dan spiritual yang tercipta melalui hubungan yang harmonis, baik dalam dimensi agama maupun sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa pemaknaan sakinah sangat bergantung pada konteks individu dan pasangan, di mana pasangan dari latar belakang agama yang kuat cenderung memandang sakinah dalam dimensi spiritual, sementara pasangan dengan latar belakang budaya yang lebih sekuler lebih fokus pada keharmonisan emosional dalam rumah tangga. Temuan ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana konsep sakinah dapat diterapkan dalam kehidupan pernikahan yang lebih beragam, dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama, budaya, dan sosial yang memengaruhi pemahaman setiap pasangan.