Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Budidaya Tanaman Stevia Rebaudiana Pada Pekarangan Rumah Di KWT Bougenville Kabupaten Magelang Muhammad Yusril Rahman; Rizky Devanda Oktaviansyah; Zakki Habib Ahmaddani; Endah Puspitojati; Nur Rohmah Lufti A'yuni
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v4i1.3429

Abstract

Tanaman Stevia rebaudiana Bertoni M merupakan salah satu tanaman sumber pemanis alami yang memiliki potensi besar dalam industri kesehatan dan makanan. Kandungan steviosida pada daun stevia membuatnya 300 kali lebih manis dibandingkan gula tebu, namun tetap rendah kalori, sehingga cocok digunakan sebagai pengganti gula, khususnya bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin mengurangi asupan kalori. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Pagersari, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville diberikan pelatihan budidaya stevia menggunakan polybag. ini berapa kata Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para peserta dalam membudidayakan tanaman stevia, termasuk teknik penanaman, perawatan, pemangkasan, dan pengendalian hama secara ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk mendukung perekonomian keluarga. Metode pelatihan yang diterapkan meliputi penyuluhan materi dasar melalui presentasi menggunakan media PowerPoint, praktik langsung penanaman dengan polybag, serta pendampingan dalam teknik pemeliharaan yang efektif. Sebanyak 15 peserta mengikuti pelatihan ini, dan mereka diberikan 20 bibit tanaman stevia untuk praktik penanaman di pekarangan rumah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti pelatihan dan mampu memahami serta menguasai teknik budidaya stevia dengan baik. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat mengoptimalkan potensi pekarangan rumah mereka untuk membudidayakan stevia sebagai alternatif pemanis alami yang bernilai ekonomi, sekaligus mendukung kebutuhan pasar pemanis alami yang terus meningkat.
Analisis Penerimaan Konsumen terhadap Produk dan Desain Kemasan Pembersih Sepatu Berbasis Minyak Atsiri Mint (Fresh Mint Shoes Cleaner) Rizky Devanda Oktaviansyah; Endah Puspitojati; Siwitri Munambar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1878

Abstract

Minyak atsiri digunakan dalam sektor pangan juga dianggap strategis dalam sektor non-pangan seperti sabun dan perawatan mulut karena kemampuannya sebagai antibakteri, antijamur, dan pemberi aroma menyegarkan. Salah satu inovasi yang muncul adalah pemanfaatan minyak atsiri mint dalam produk pembersih sepatu bernama Fresh Mint Shoes Cleaner. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerimaan konsumen terhadap produk tersebut serta menilai kelayakan desain kemasannya melalui pendekatan ergonomis. Evaluasi dilakukan menggunakan metode Multiatribut Fishbein dan Ergonomic Function Deployment (EFD). Atribut produk meliputi aroma, kinerja, waktu pengeringan, residu, dan busa. Atribut kemasan meliputi efektivitas, kenyamanan, keamanan, kesehatan, dan efisiensi. Kemasan ergonomis ditentukan dari kemudahan pemakaian, efisiensi sabun, dan keamanan bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek kepercayaan, atribut busa memperoleh skor tertinggi sebesar 3,63, yang menunjukkan bahwa konsumen percaya busa pada produk dapat membantu proses pembersihan secara maksimal. Sebaliknya, atribut waktu pengeringan mendapat skor kepercayaan terendah yaitu 3,00, mengindikasikan adanya keraguan konsumen terhadap seberapa cepat produk mengering setelah digunakan. Dari sisi kepentingan, atribut sehat memperoleh skor tertinggi sebesar 4,43, diikuti oleh atribut efektif sebesar 4,41, menandakan bahwa keamanan bahan dan efektivitas produk menjadi prioritas utama dalam penilaian. Secara keseluruhan, nilai rata-rata sikap konsumen (Ao) terhadap produk Freshmint adalah 13,73, yang termasuk dalam kategori positif, menunjukkan bahwa secara umum produk telah memenuhi harapan konsumen dalam hal fungsi, kenyamanan, dan kualitas. Sementara pada aspek kemasan, atribut sehat dan efektif memperoleh skor tertinggi (masing-masing 4,43 dan 4,41), sedangkan atribut aman mendapat skor terendah 2,63. Temuan ini menunjukkan bahwa untuk mempertahankan keunggulan kompetitif Fresh Mint Shoes Cleaner, fokus perlu diarahkan pada peningkatan aspek keamanan kemasan, sambil tetap mempertahankan keunggulan pada efektivitas dan kesegaran aroma, guna meningkatkan pengalaman pengguna secara menyeluruh.