Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tujuan Eksistensi Tradisi Lomban Kabupaten Jepara di Era Modern: Awal Mula dan Prosesi Upacara Lomban Jepara, Tatacara Pembuatan Perahu Khusus Upacara Lomban, dan Nilai-Nilai Praktik Keberagamaan dalam Upacara Lomban alfaris, muhrafi
DIALEKTIKA Vol. 17 No. 2 (2024): (Edisi Desember) Sosiologi Agama
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/da.v17i2.7259

Abstract

The purpose of this paper is to reveal the origin and procession of larung saji on the beaches around Jepara. Research data were obtained through literature review, observation, and interviews and analyzed with a qualitative descriptive approach. The results of the research are (1) The existence of the first (only) larung saji on the coast of the Java Sea was carried out in the 18th century, and (2) Gathek (a small boat specialized in lomban) is made with special provisions. Suggestions for further research include exploring the meaning of fasting for 3 consecutive days in the process of making gathek, analyzing the composition of materials for making gathek, experimental tests related to the size of the gathek boat (90 cm x 4 m) to evaluate the effect of size on the performance or usefulness of gathek, and the symbolic meaning of “Joyo Samudro” attached to gathek.
Judi Online di Kalangan Mamah Muda Perspektif Al-Qur’an: Tinjauan Pustaka alfaris, muhrafi
Amsal Al-Qur’an: Jurnal Al-Qur’an dan Hadis Vol. 1 No. 2 (2024): Juli Amsal Al-Qur'an
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/amsal.v1i2.45

Abstract

Sampai sekarang ini masih banyak dijumpai kasus kriminalitas di Indonesia, salah satu tindakan tersebut yakni judi online. Judi menggambarkan sebagai suatu tindakan yang merugikan dan bertentangan dengan nilai-nilai moral serta agama. Catatan berikut akan mengulik lebih dalam tentang kasus judi online yang terjadi dikalangan mamah muda atau bisa dikatakan ibu rumah tangga menggunakan perspektif Al-Qur’an. Metode penelitian yang dilakukan peneliti adalah studi literatur. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pertama, saat ini tengah marak terjadi kasus judi online dikalangan mamah muda yang akan dikaji dengan kacamata Al-Qur’an. Kedua, motivasi mamah muda ikut judi online. Ketiga, langkah efektif untuk menanggulangi judi online di kalangan mamah muda. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pertama, walaupun judi online dilakukan oleh mamah muda hukumnya tetap haram dan harus dipenjarakan. Kedua, motivasi mamah muda berjudi online yakni: faktor internal berupa kurangnya nafkah dari kepala keluarga serta tuntutan zaman yang semakin mahal, dan faktor eksternal berupa perkembangan teknologi serta mudahnya pendaftaran judi online. Ketiga, langkah efektif untuk menanggulanginya yakni: membentuk satgas pemberantasan judi online, membuat peraturan dan penegakan hukum yang ketat, dan pengadaan teknologi penyaringan dan pemblokiran situs judi online.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Pantai Bulak Baru Kedung Jepara Alfaris, Muhrafi
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol. 7 No. 2 (2024): Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat partisipasi masyarakat pribumi dibutuhkan oleh pemerintah dalam pengembangan di sektor pariwisata. Pemerintah dibebankan untuk dapat mendorong masyarakat untuk turut ikut serta, namun faktanya hal tersebut menimbulkan dampak negatif maupun dampak positif bagi kedua belah pihak. Tujuan riset ini yakni mendedah partisipasi masyarakat pribumi Desa Bulak Baru dalam pengembangan pariwisata Pantai Bulak Baru Kedung pra dikelola dan pasca dikelola oleh pemerintah. Metode kualitatif diaplikasikan peneliti untuk mengkaji tangga tingkat partisipasi masyarakat pribumi dalam proses pengembangan kepariwisataan Pantai Bulak Baru, di mana sekarang dipegang oleh pemerintah dengan menerapkan tangga partisipasi dari saudara Arnstein. Hasil riset yakni partisipasi masyarakat lokal kini Desa Bulak Baru di awal pengembangan pariwisata Pantai Bulak Baru menetap pada tangga tingkat derajat kuasa kemudian anjlok ke tangga tingkat partisipasi semu pasca Pantai Bulak Baru di pegang kendali oleh pemerintah. Karenanya, wewenang pemerintah hanya terpaku pada pengembangan fisik saja tanpa diikuti dengan langkah tepat untuk mendongkrak partisipasi masyarakat pribumi supaya sumber daya manusianya juga ikut berkelanjutan
Nyadran Tradition Procession: A Cultural Study at the Tomb of Sheikh Maulana Abdurrahman in Demak Alfaris, Muhrafi
Journal of Noesantara Islamic Studies Vol. 1 No. 5 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jnis.v1i5.1413

Abstract

The purpose of the author's research is to find out the relationship between Sheikh Maulana Abdurrahman Al-Bar and the villagers of Betahwalang, Wedung Subdistrict and Gempolsongo, Mijen Subdistrict, where when the rice harvest season is over they are always crowded (hundreds of attendees) attending the Nyadran Tradition event in Mutih Kulon Village by renting public transportation (Bus), and describing the procession of the Nyadran Tradition event at Burwatu Cemetery. The research method is descriptive qualitative with observation, literature study, and interviews. The results of the author's research that both villagers (Betahwalang and Gempolsongo) believe that the existence of this village originated from the figure of Sheikh Maulana Abdurrahman Al-Bar who cleared the forest in ancient times, then they are now crowded to attend the event regularly once a year. The conclusions of this research are: first, the existence of the Nyadran Tradition at Burwatu Tomb originated from the concerns of religious figures who saw the people of Mutih Kulon Village who visited the tomb in seclusion. Second, the relationship between the figure of Sheikh Maulana Abdurrahman Al-Bar and the villagers of Betahwalang and Gempolsongo is only limited to emotional/mahabbah relationships. Third, the procession of Nyadran Tradition events at Burwatu Tomb is in the form of Fatayatan, Sholawat Nariyah, Burdahan, Khotmil Qur'an, Istigotsah, and Nyadran Akbar.