Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENTINGNYA TERAPI WICARA PADA ANAK AUTISME: (THE IMPORTANCE OF SPEECH THERAPY IN CHILDREN WITH AUTISM) Gresita, Deavindy Amanda; Rakhyuni, Rakhyuni; Riyana, Riyana
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i6.7253

Abstract

Autisme seringkali dikaitkan dengan gangguan komunikasi yang signifikan. Terapi wicara menawarkan pendekatan terstruktur untuk mengatasi tantangan ini. Artikel ini mengkaji berbagai teknik terapi wicara yang umum digunakan, seperti pelatihan suara, pengembangan kosakata, dan peningkatan keterampilan percakapan. Terapi wicara merupakan intervensi penting bagi anak dengan autisme untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya. Artikel ini bertujuan untuk mengulas manfaat terapi wicara dalam mengatasi tantangan komunikasi pada anak autis. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi wicara efektif dalam mengembangkan keterampilan bahasa reseptif dan ekspresif, serta meningkatkan interaksi sosial anak autis. Tujuan dari terapi wicara pada anak autisme adalah untuk membantu anak mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Terapi ini melibatkan berbagai strategi, termasuk penggunaan alat bantu visual, bermain peran, dan modifikasi perilaku. Autism is often associated with significant communication impairment. Speech therapy offers a structured appoerch to address these challenges. This article examines various commonly used speech therapy techniques, such a voice training, vocabulary development and conversational skill enchancement. Speech therapy is an important interventon for children with autism t improve their communication skills. This article aims to review the benefits of speech therapy in overcoming communication challenes in children with autism. The review shows that speech therapy is effective in developing receptive and expressive language skills, as well as improving social interaction in children with autism. The goal of speech therapy in children with autism is to help childen develop effective communication skills. It involves a variety of strategies, including the use of visual aids, role play, and behavior modification.
NARASI KEKERASAN DAN RESISTENSI DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM (NARRATIVES OF VIOLENCE AND RESISTANCE IN THE NOVEL THE WOMAN WHO CRIED TO THE BLACK MOON) Rakhyuni, Rakhyuni
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i5.7947

Abstract

This study examines the narrative of violence and resistance in the novel "The Woman Who Cried to the Black Moon" by Dian Purnomo. The novel portrays the struggle of the protagonist, Magi Diela, against the patriarchal system represented by the bride kidnapping tradition in Sumba. Using a qualitative approach and descriptive analysis, the study reveals that the violence experienced by women in the novel encompasses physical, psychological, and social dimensions. Magi Diela’s resistance, carried out physically, verbally, and socially, reflects the fight against gender-based violence. Her struggle results in significant impacts, both personally and socially, including bringing the perpetrators to justice and raising public awareness about the importance of protecting women. This research demonstrates that resistance against the patriarchal system requires courage, determination, and social support to achieve meaningful change. Penelitian ini mengkaji narasi kekerasan dan resistensi dalam novel “Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam” karya Dian Purnomo. Novel ini menggambarkan perjuangan tokoh Magi Diela melawan sistem patriarki yang diwakili oleh tradisi kawin tangkap di Sumba. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa kekerasan yang dialami perempuan dalam novel meliputi fisik, psikologis, dan sosial. Resistensi yang dilakukan Magi Diela, baik secara fisik, verbal, maupun sosial, mencerminkan bentuk perjuangan perempuan melawan kekerasan berbasis gender. Perjuangan Magi menghasilkan dampak signifikan, baik pada lingkup personal maupun sosial, termasuk membawa pelaku kekerasan ke pengadilan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlawanan terhadap sistem patriarki memerlukan keberanian, keteguhan, dan dukungan sosial untuk menghasilkan perubahan yang berarti.
NARASI KEKERASAN DAN RESISTENSI DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM (NARRATIVES OF VIOLENCE AND RESISTANCE IN THE NOVEL THE WOMAN WHO CRIED TO THE BLACK MOON) Rakhyuni, Rakhyuni
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i5.7947

Abstract

This study examines the narrative of violence and resistance in the novel "The Woman Who Cried to the Black Moon" by Dian Purnomo. The novel portrays the struggle of the protagonist, Magi Diela, against the patriarchal system represented by the bride kidnapping tradition in Sumba. Using a qualitative approach and descriptive analysis, the study reveals that the violence experienced by women in the novel encompasses physical, psychological, and social dimensions. Magi Diela’s resistance, carried out physically, verbally, and socially, reflects the fight against gender-based violence. Her struggle results in significant impacts, both personally and socially, including bringing the perpetrators to justice and raising public awareness about the importance of protecting women. This research demonstrates that resistance against the patriarchal system requires courage, determination, and social support to achieve meaningful change. Penelitian ini mengkaji narasi kekerasan dan resistensi dalam novel “Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam” karya Dian Purnomo. Novel ini menggambarkan perjuangan tokoh Magi Diela melawan sistem patriarki yang diwakili oleh tradisi kawin tangkap di Sumba. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa kekerasan yang dialami perempuan dalam novel meliputi fisik, psikologis, dan sosial. Resistensi yang dilakukan Magi Diela, baik secara fisik, verbal, maupun sosial, mencerminkan bentuk perjuangan perempuan melawan kekerasan berbasis gender. Perjuangan Magi menghasilkan dampak signifikan, baik pada lingkup personal maupun sosial, termasuk membawa pelaku kekerasan ke pengadilan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlawanan terhadap sistem patriarki memerlukan keberanian, keteguhan, dan dukungan sosial untuk menghasilkan perubahan yang berarti.