Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN PENDIDIKAN SENI DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN ABAD 21 Siti Fatmasari
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i5.9116

Abstract

Di tengah pesatnya laju digitalisasi, bidang pendidikan, termasuk pendidikan seni, telah mengalami transformasi yang signifikan. Meskipun seni telah lama dikenal sebagai wahana untuk mengekspresikan diri dan berkreasi, perannya dalam mempersiapkan siswa untuk masa depan menjadi semakin menonjol. Akan tetapi, mengelola program pendidikan seni di era digital menghadirkan tantangan yang unik. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan akses terhadap teknologi, pelatihan guru yang tidak memadai, dan perubahan kurikulum yang cepat. Studi kualitatif ini menggunakan tinjauan pustaka untuk mengeksplorasi landasan teori manajemen pendidikan seni di era digital, dengan fokus pada tantangan dan peluang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21. Dengan mengkaji literatur yang relevan, makalah ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan pendidikan seni, mengidentifikasi peluang yang muncul, dan mengusulkan strategi untuk mengoptimalkan pembelajaran seni di era digital.
Kolaborasi Teater Tari Sebagai Media Diplomasi Budaya Indonesia dan Malaysia Dinny Devitriana; Deden Haerudin; Norzizi Zulkafli; Ryan Arthur; Siti Fatmasari; Fikri Nurcahya; Hasanah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teater tari merupakan perkembangan dari seni tradisi yang menjadi perhatian akademisi untuk dianalisis, digali, bahkan dielaborasi dengan seni lainnya, sehingga menjadi satu kemasan pertunjukan yang disebut sebagai seni kontemporer. Kesamaan budaya Indonesia dengan Malaysia dalam teater tari tradisional sudah dikenal di masing-masing negara, bahkan sering menjadi bahan kajian. Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, UNJ mengajak berkolaborasi karya yang akan dipentaskan masyarakat Malaysia dalam hal ini mahasiswa UiTM. Proses dari kolaborasi ini akan menjadi media diplomasi budaya untuk bersama-sama saling mengenalkan, memahami, dan mempelajari nilai-nilai budaya di kedua negara. Kegiatan akan dilakukan dalam bentuk workshop yang dilakukan secara daring dan luring. Dimulai dari perencanaan melalui brainstorming dan penggalian ide melalui identifikasi keunikan teater tari MakYong dan Lenong, 2) penyusunan naskah dramatik teater tari yang akan dikolaborasikan, 3) Latihan bersama, evaluasi atau forming, 4) Pementasan. Metode eksplorasi, improvisasi, dan forming dilakukan untuk mendapatkan karya teater tari, dengan responden sebagai penari mahasiwa dari UiTM. Hasil dari karya tersebut diharapkan dapat menjadi bahan ajar diantara kedua negara di masing-masing prodi, serta dapat mengembangkan kerja sama di bidang lainnya antar dua negara. Keterukuran dari keberhasilan kegiatan ini dilakukan melalui testimoni ke dalam bentuk kuesioner kepada mitra, dengan indikator berupa kepuasan, kekurangan, saran, dan tindak lanjut. Abstract Dance theater is a development of traditional arts that has attracted the attention of academics to be analyzed, explored, and even elaborated with other art forms, resulting in a performance package referred to as contemporary art. The cultural similarities between Indonesia and Malaysia in traditional dance theater are already well known in each country and are often the subject of academic study. In this Community Service activity, UNJ invited collaboration with works to be performed by the Malaysian community, in this case, students of UiTM. The process of this collaboration will serve as a medium of cultural diplomacy to introduce, understand, and learn the cultural values of both countries. The activity will be carried out in the form of workshops, both online and offline. It begins with planning through brainstorming and idea exploration by identifying the uniqueness of MakYong and Lenong dance theater; 2) preparation of a dramatic script for the collaborative performance; 3) joint rehearsals, evaluation or forming; and 4) staging. Exploration, improvisation, and forming methods were used to produce the dance theater work, with students from UiTM serving as the performers. The results of this work are expected to become teaching material in both countries’ respective study programs and foster further cooperation in other fields between the two nations. The success of this activity is measured through partner testimonials in the form of questionnaires, with indicators including satisfaction, shortcomings, suggestions, and follow-up actions.