Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI UNTUK OPTIMALISASI KURIKULUM DIGITAL Subhan Widiansyah; Vhia Aulia Salsabilla; Maysha Octavia; Dalfah Aulia Nisa; Fauriza Akbar Fadillah
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i5.9133

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan merupakan kebutuhan mendesak seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran berbasis kurikulum digital. Meskipun Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 menekankan pentingnya penggunaan TIK dalam pendidikan, hanya sekitar 10%-15% dari 2,7 juta guru di Indonesia yang secara aktif mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara kebijakan dan praktik di lapangan. Penelitian ini mengkaji berbagai tantangan yang dihadapi guru, seperti kurangnya pelatihan, akses terbatas terhadap sumber daya digital, serta kurangnya pemahaman tentang metode pembelajaran inovatif. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan survei terhadap guru di berbagai jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan kompetensi guru harus mencakup pelatihan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan, pengembangan komunitas belajar untuk berbagi praktik terbaik, serta penyediaan sumber daya digital yang memadai. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan penyedia teknologi sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Dengan menerapkan strategi ini, guru diharapkan dapat lebih efektif mengimplementasikan kurikulum digital, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat interaksi siswa dengan materi pelajaran. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung transformasi pendidikan menuju era digital yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Fungsi Konflik Sosial Antar Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Belakang FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Ciwaru: Analisis Teori Lewis A.Coser Fauriza Akbar Fadillah; Afrizal, Stevany
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026 | IN PRESS
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3343

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika konflik sosial antar pedagang di kawasan belakang FKIP Untirta Ciwaru, Kota Serang, dengan menggunakan perspektif teori konflik Lewis A. Coser. Kawasan tersebut merupakan ruang ekonomi informal dengan intensitas interaksi yang tinggi, sehingga berpotensi memunculkan konflik, seperti persaingan lokasi, perebutan pelanggan, dan perbedaan kepentingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi tidak hanya bersifat destruktif, tetapi juga memiliki fungsi positif. Sesuai pandangan Coser, konflik berperan dalam memperjelas batas peran, menegosiasikan aturan informal, serta membangun kembali hubungan sosial yang lebih stabil setelah terjadi ketegangan. Konflik umumnya dipicu oleh faktor ekonomi, ketidakpastian ruang dagang, serta minimnya regulasi dari pihak kampus dan pemerintah setempat. Meskipun demikian, para pedagang tetap mampu mempertahankan hubungan sosial melalui komunikasi, kompromi, dan penyesuaian terhadap norma lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian konflik sosial pada sektor ekonomi informal serta menjadi masukan praktis bagi pedagang, pihak kampus, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan tertib.