Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Ketuhanan Kristus Berdasarkan Ibrani 1 Dan Implementasinya Bagi Pertumbuhan Iman Jemaat Krikhoff, Rudi Arianto; Krikhoff, Rudy Arianto
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/fm1b4432

Abstract

Doktrin ketuhanan Kristus bersifat suprematif dan menegaskan bahwa Ia yang adalah Anak Allah, pewaris segala sesuatu, Pencipta alam semesta. Ada pandangan yang menyatakan bahwa Kristus adalah makhluk ciptaan, padahal di dalam Ibrani 1 justru menegaskan sebaliknya. Dia adalah contoh kemuliaan Allah dan gambar wujud-Nya, dengan otoritas penuh di sorga dan di bumi. Tujuan artikel ini adalah menganalisis doktrin tentang ke-Tuhanan Kristus yang didasarkan pada Kitab Ibrani 1. Dalam mengkaji ketuhanan Kristen, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang merujuk kepada studi literatur untuk mendapatkan berbagai argumen dan materi untuk memperkuat konstruksi pemikiran tentang aspek keilahian Kristus, posisi-Nya di atas malaikat, dan peran-Nya dalam menyelamatkan manusia sebagaimana yang tampak dalam Ibrani 1. Implementasi dari pemahaman teologis ini bagi pertumbuhan iman jemaat diuraikan dalam beberapa poin praktis. Pertama, keyakinan jemaat terhadap keselamatan yang pasti diperkuat oleh pemahaman akan Kristus sebagai Tuhan yang berdaulat. Kedua, pemahaman tentang supremasi Kristus mendorong jemaat untuk hidup dalam ketaatan dan penyembahan sejati, karena Dia berhak atas segala pujian dan penghormatan. Ketiga, jemaat harus bergantung sepenuhnya kepada-Nya dalam setiap aspek kehidupan mereka untuk menunjukkan kekuatan Kristus. Artikel ini menyatakan bahwa pemahaman yang mendalam tentang ke-Tuhanan Kristus sangat penting untuk menumbuhkan iman yang teguh dalam kehidupan jemaat Kristen. 
Refleksi Moral dan Implikasi Etis dari LGBT, Aborsi, dan Euthanasia dalam Konteks Modern Krikhoff, Rudy Arianto
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 5 No 2 (2024): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.5 No.2 (October 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v5i2.268

Abstract

Social transformation in modern society presents significant challenges for the church in responding to moral and ethical issues, particularly those related to LGBT, abortion, and euthanasia. These issues not only challenge the church's established views on human dignity and God's authority over life but also demand deeper reflection within the context of Christian theology. This article aims to analyze the moral reflection and ethical implications of these three issues, with the goal of understanding how the church can respond to social changes without neglecting essential Biblical principles, while remaining relevant amidst the changing times. This study uses a qualitative method, involving theological literature review as well as interviews with church leaders. The literature review highlights contemporary theological perspectives on morality, love, and justice in relation to LGBT, abortion, and euthanasia. Meanwhile, interviews with church leaders provide practical insights into how moral teachings are applied in navigating social dynamics. The results of this study show that the church must adopt a balanced approach: upholding Biblical moral principles, such as love and respect for life, while also engaging in a more inclusive and compassionate dialogue with society. This approach allows the church to remain relevant in addressing moral and ethical issues in the modern era, without losing its theological integrity. Transformasi sosial dalam masyarakat modern membawa tantangan signifikan bagi gereja dalam merespons isu-isu moral dan etis, khususnya terkait LGBT, aborsi, dan eutanasia. Ketiga isu ini tidak hanya mengguncang pandangan gereja yang telah mapan tentang martabat manusia dan otoritas Tuhan atas kehidupan, tetapi juga menuntut refleksi yang lebih mendalam dalam konteks teologi Kristen. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis refleksi moral dan implikasi etis dari ketiga isu tersebut, dengan tujuan memahami bagaimana gereja dapat merespons perubahan sosial tanpa mengabaikan prinsip-prinsip Alkitabiah yang esensial, namun tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, meliputi kajian literatur teologis serta wawancara dengan tokoh-tokoh gereja. Kajian literatur menyoroti pandangan teolog kontemporer tentang moralitas, kasih, dan keadilan dalam kaitannya dengan LGBT, aborsi, dan eutanasia. Sementara itu, wawancara dengan para pemimpin gereja memberikan perspektif praktis mengenai bagaimana ajaran moral diterapkan dalam menghadapi dinamika sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gereja harus mengambil pendekatan yang seimbang: mempertahankan prinsip-prinsip moral Alkitabiah, seperti kasih dan penghormatan terhadap kehidupan, sambil membuka dialog yang lebih inklusif dan penuh kasih dengan masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan gereja tetap relevan dalam merespons isu-isu moral dan etis di era modern, tanpa kehilangan integritas teologisnya.
Analysis of Philosophy in History and Its Implications for Christian Religious Education in the Digital Era Wowor, Vroly R.; Krikhoff, Rudy Arianto
JURNAL LUXNOS Vol. 11 No. 1 (2025): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI JUNI 2025
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/2te9ha91

Abstract

Philosophy plays a crucial role in shaping theological thought and contributing to Christian religious education. Throughout history, philosophy has served as an instrument for understanding existence, morality, and truth, influencing the development of theological education methods. However, the digital era presents new challenges in conveying Christian teachings. The ease of access to information has led to the widespread dissemination of theological interpretations that do not always align with sound doctrine, necessitating a systematic philosophical approach to uphold the integrity of Christian education. This study employs a qualitative method with a literature review approach, focusing on historical and conceptual analysis. The data sources consist of books, scholarly journals, and academic documents that discuss the historical development of philosophy and its implications for Christian religious education in the digital era. The analytical technique applied is philosophical hermeneutics to interpret philosophical concepts in relation to the transformation of theological education. The findings reveal that philosophical thought from various eras has significantly influenced theological teaching methods, particularly within rationalist, scholastic, and postmodernist frameworks. The primary challenge for Christian education lies in utilizing technology wisely without compromising spiritual essence. The integration of critical philosophy and apologetics emerges as a key strategy in fostering a strong understanding of faith amid the rapid spread of digital information. Christian religious education must adapt to technological advancements while steadfastly upholding fundamental faith values.