Novi Asmaul Khasanah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PEMISAHAN KELAS ANTARA PUTRA DAN PUTRI DALAM PEMBELAJARAN (STUDI KASUS MTS AL-UTSMANI KAJEN) Muzkiyah, Nilatul; Novi Asmaul Khasanah; Fina Mawadah
El-FAKHRU Vol. 4 No. 1 (2024): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i1.1148

Abstract

Di Indonesia diskusi kelas antara putra dan putri atau berdasarkan gender adalah praktik yang masih umum ditemui di berbagai lembaga pendidikan. Pemisahan kelas ini seringkali didasarkan pada alasan aspek keagamaan, sosial budaya, sampai pedagogis. Namun, dengan adanya pemisahan kelas ini pasti memiliki dampak positif dan negatif sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Sementara itu kebijakan yang diterapkan di MTs Al-Utsmani Kajen salah satunya adalah perbedaan kelas antara siswa putra dan putri karena profilnya menyatu dengan Pondok Pesantren Al-Utsmani dengan peserta didik semuanya bermukim di Pondok. Oleh karena itu, penulis melakukan studi dan penelitian untuk meninjau dampak ringkasan kelas antara putra dan putri dalam pembelajaran di MTs Al-Utsmani Kajen. Dalam karya ilmiah ini metode yang digunakan penulis adalah penelitian lapangan dan studi literatur. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa adanya ringkasan kelas ini hampir semua anak mampu memunculkan indikator yang menyebutkan jenis-jenis emosi yang dirasakan, seperti bahagia, sedih, dan takut. Jadi seperti yang penulis ketahui bahwasannya banyak putra putri yang bermukim di pesantren dan ada juga beberapa guru yang bermukim di pesantren sehingga dalam menerangkan materi mereka lebih leluasa terutama dalam mengajarkan mata pelajaran yang sangat sensitif. Kata kunci: Pemisahan kelas, prestasiĀ  akademik, perkembangan sosial emosional.
TEACHERS’ PEDAGOGICAL COMPETENCE IN IMPLEMENTING ACTIVE AND ENJOYABLE LEARNING IN ISLAMIC JURISPRUDENCE EDUCATION Novi Asmaul Khasanah; Arditya Prayogi; Riki Nasrullah
Edelweiss : Journal Of Innovation In Educational Research Vol. 3 No. 3 (2026): Edelweiss: January 2026
Publisher : CV. Mitkom Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62462/edelweiss.v3i3.94

Abstract

The quality of Islamic jurisprudence (fiqh) learning in Islamic Junior High Schools (Madrasah Tsanawiyah), particularly at MTs Al-Utsmani Kajen, Pekalongan, faces challenges due to low student interest, who consider fiqh to be repetitive material, and limited infrastructure. This article aims to analyze the pedagogical competence of fiqh teachers in creating active, innovative, creative, effective, and enjoyable learning (PAIKEM). This article uses a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation, involving the principal, Islamic religious education teachers, and students as informants. The results show that fiqh teachers have good pedagogical competence in understanding student characteristics, applying learning theories, developing curricula, and using engaging teaching strategies, such as digital media, to increase student participation. However, limited facilities and low student active involvement hinder the full implementation of PAIKEM. Internal factors, such as teacher motivation and educational background, as well as external factors, including principal support and professional development, significantly influence teaching effectiveness. Strengthening these factors through the integration of technology, contextual strategies, and systemic support is necessary to create meaningful, inspiring Islamic jurisprudence (fiqh) learning that is able to shape students' Islamic character in accordance with current demands.