Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Mengatasi Pernikahan Di Usia Dini Dan Stunting Di Desa Pandan Dure Kecamatan Terara Lombok Timur Sahril Halim; Irpan; Lalu M. Ryan Aprianto; Lubna Zaen Aulaini; Mira Sastiana; Eka M Nandita; Suciana Rosidi; Hilmiyati; Eva Elna Sasmita; Evi Hidayatul Fitri; Naufal Muhtadi; Nila Safitri; Sasrani Utma Lenti; Ahmad Hafidz Wandi; Muh Supriadi
urn:multiple://2988-7828multiple.v2i128
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka pernikahan dini dan stunting di Kabupaten Lombok Timur membuat pengabdi melakukan sosialisasi terkait pernikahan dini stunting. Salah satu desa yang pengabdi jadikan sebagai lokasi pengabdian adalah Desa Pandan Dure Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Dipilihnya desa tersebut disebabkan masih adanya angka stunting dan pernikahan dini. Bentuk dari pengabdian ini adalah sosialisasi terkait pernikahan dini dan stunting. Adapun metode yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR). Berikut tahapan dari pengabdian dalam upaya pencegahan dan mengatasi stunting terdiri dari tiga tahapan: Tahap pertama, analisis kondisi awal, bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan. Tahap kedua, persiapan pelaksanaan kegiatan. Tahap ketiga, pelaksanaan sosialisasi yakni memberikan penjelasan dalam mengatasi stunting dan memberikan pemahaman kepada ana-anak remaja untuk tidak menikah di usia dini dan tetap melanjutkan pendidikan. Antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan sosialisasi sangat tinggi dan dari dialoh yang dilaksanakan pada saat sosialisasi menunjukkan bahwa Masyarakat telah memahami dampak dari pernikahan dini. Setelah usainya sosialisasi pernikahan dini dan stunting tersebut diharapkan ibu-ibu dan seluruh masyarakat Desa Pandan Dure bisa mengantisipasi dan mencegah terjadinya pernikahan dini dan stunting. Diharapkan pula dengan dilaksanakan sosialisasi ini, kasus pernikahan dini dan stunting di Desa Pandan Dure bisa berkurang.
USE OF TIKTOK SOCIAL MEDIA IN CONTENT PREACHING TGH. LALU AHMAD ZAENURI Alawi, Mohammad; Sahril Halim
TASAMUH : Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tasamuh.v23i2.13991

Abstract

The rapid development of digital technology and social media has significantly transformed communication patterns in society, including Islamic preaching (da’wah) activities. TikTok, as a short-video–based social media platform, offers great potential for disseminating Islamic values in an effective and wide-reaching manner. This study aims to analyze the utilization of TikTok as a medium for spreading Islamic values through the da’wah content of Tuan Guru Haji (TGH.) Lalu Ahmad Zaenuri. This research employs a qualitative approach using qualitative content analysis. The data were collected through non-participant observation and documentation of ten selected da’wah videos from the TikTok account @TuanGuruZaenuri. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that TGH. Lalu Ahmad Zaenuri effectively utilizes TikTok as a da’wah medium by presenting concise, communicative, and contextually relevant messages aligned with everyday life. The Islamic values conveyed encompass aspects of faith (aqidah), worship (ibadah), morality (akhlaq), social values, and spirituality. The use of simple language, occasional incorporation of the local Sasak language, and diverse preaching locations serve as distinctive characteristics that enhance audience engagement. Furthermore, TikTok’s interactive features enable two-way communication and facilitate the formation of digital religious communities. This study concludes that TikTok functions not only as an entertainment platform but also as an effective medium for Islamic da’wah in the digital era.