Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Validity, Practicality, And Effectiveness of The Arie (Activity, Reflection, Integration And Exploration) Learning Model Based On Local Culture Arie Martuty; Hamsu Abdul Gani; Muharram
urn:multiple://2988-7828multiple.v2i128
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas, kepraktisan, dan efektivitas model Experiential Learning berbasis budaya lokal yang dikembangkan untuk meningkatkan karakter Pancasila pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development), dengan langkah-langkah meliputi pengembangan prototipe model, penyusunan instrumen validasi oleh ahli, uji pengguna, dan rubrik penilaian karakter anak sebagai alat pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan skala rata-rata dan uji statistik inferensial untuk mengevaluasi efektivitas model. Uji validitas dan kepraktisan melibatkan dua ahli, sedangkan uji kepraktisan dilaksanakan di TK RAMA, Kota Makassar, dengan uji efektivitas dilakukan pada anak kelompok B di lembaga yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan memiliki validitas tinggi, dengan nilai dalam rentang 3,61 ≤ V < 3,69 berdasarkan penilaian para ahli. Uji kepraktisan menunjukkan bahwa guru merasa mudah dalam mengimplementasikan model pembelajaran ini di kelas. Sementara itu, hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam karakter Pancasila siswa setelah lima kali penerapan model, dengan skor rata-rata karakter siswa mencapai 3,5 yang termasuk kategori sangat berkembang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model Experiential Learning berbasis budaya lokal terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan karakter Pancasila pada anak usia dini
Pengaruh Kegiatan Bermain Ecoprint Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Kelompok B TK Uswatun Hasanah Kabupaten Bantaeng Arie Martuty; Fadhila; Arfiani
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-63 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengembangkan keterampilan motorik halus anak dengan kegiatan bermain ecoprint terhadap perkembangan motorik halus anak kelompok B TK Uswatu Hasanah Kecematan Bissappu Kabupaten Bantaeng. Dengan Sampel penelitian sebanyak 15 orang. Penelitian ini menggumakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen one group test pretest dan postest. Data dikumpulkan lembar observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji statisitik parametrik paired sampel t test diperoleh nilai t hitung sebesar 19.09, sedangkan nilai t tabel adalah 1.753. temuan ini menunjukkan bahwa nilai t hitung melebihi nilai t tabel, sehingga hipotesis H1 dapat diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bermain ecoprint merupakan metode yang paling efektif untuk mengembangkan motorik halus anak.
Pendampingan Pendidikan Inklusi Untuk Guru PAUD pada Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Arie Martuty; Fadhilah Latief; Musfira Musfira; Sri Sufliati Romba
Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kese
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/dinsos.v2i4.2704

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of Aisyiyah Kindergarten teachers in developing their potential and professional competence related to the implementation of inclusive education. Inclusive education requires teachers to have a sufficient understanding of the characteristics of children with special needs (ABK) and the ability to manage diverse students in the classroom. This activity was implemented in the form of systematically designed and applicable workshops and seminars. The training materials covered four main components: recognizing the characteristics of children with special needs, the concepts and principles of inclusive education, curriculum accommodations and assessments in inclusive classrooms, and techniques for identifying and evaluating learning for children with special needs. The results of the activity showed a significant increase in teachers' understanding and skills in managing inclusive classrooms, particularly in developing Individual Learning Plans (ILPs) tailored to the needs of the children. Teachers also became more confident in implementing adaptive and responsive learning strategies to the diversity of students. However, the sustainability of the program still faces several challenges, including limited supporting resources and minimal parental involvement and support. Therefore, ongoing synergy between schools, parents, and other stakeholders is needed to support the optimal implementation of inclusive education.