Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYELARASAN ANTARA RTRW DAN RPJPD SERTA KEPENTINGAN MASYARAKAT ADAT DI KABUPATEN SARMI Ruwayari, Daniel Ronaldo; Windewani, Emson; Ayomi, Febriani; Henrlizt, Henrlizt
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 14 No 02 (2024): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v14i02.1435

Abstract

Penyelarasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) di Kabupaten Sarmi merupakan langkah penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan antara RTRW dan RPJPD serta kepentingan masyarakat adat dalam proses perencanaan dan implementasi kebijakan pembangunan di Kabupaten Sarmi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun RTRW dan RPJPD memiliki tujuan yang sejalan, terdapat beberapa kendala dalam penyelarasan kedua dokumen ini, seperti kurangnya koordinasi antar instansi, minimnya akses informasi bagi masyarakat adat, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan masyarakat adat dalam perencanaan dapat meningkatkan relevansi dan keberlanjutan kebijakan pembangunan. Untuk meningkatkan keselarasan RTRW dan RPJPD, disarankan agar pemerintah daerah memperkuat mekanisme partisipasi warga, meningkatkan sosialisasi, dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil telah mempertimbangkan kearifan lokal. Dengan demikian, penyelarasan antara RTRW dan RPJPD tidak hanya akan menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif, tetapi juga mendukung keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Sarmi.
INTEGRASI PETA ADAT KE RTRW SERTA KEBIJAKAN SATU PETA DI KABUPATEN SARMI Ruwayari, Daniel Ronaldo
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i02.1563

Abstract

Peta wilayah adat memegang peran strategis dalam perlindungan hak masyarakat hukum adat dan perencanaan pembangunan yang berkeadilan. Di Kabupaten Sarmi, wilayah adat dari lima suku besar telah dipetakan dan dilampirkan dalam Peraturan Daerah tentang Masyarakat Hukum Adat. Namun statusnya masih bersifat indikatif dan belum memenuhi standar teknis sesuai Peraturan BIG No. 12 Tahun 2017, sehingga belum dapat diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prosedur penyusunan peta wilayah adat di Kabupaten Sarmi. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan studi pustaka, wawancara, dan analisis spasial untuk menilai kesiapan integrasi peta adat ke dalam RTRW. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama terletak pada belum adanya sistem validasi spasial, lemahnya koordinasi kelembagaan, serta keterbatasan kapasitas teknis pemerintah dan masyarakat adat. Meskipun partisipasi masyarakat meningkat, tanpa dukungan administrasi dan kebijakan yang sistematis, peta adat belum dapat dijadikan acuan dalam tata ruang. Studi ini merekomendasikan pembentukan Tim Validasi Wilayah Adat, penguatan Forum Multi Pihak (MSF), serta percepatan penyesuaian data spasial dengan Kebijakan Satu Peta agar pengakuan wilayah adat dapat berjalan legal, teknis, dan partisipatif.