Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan arsip statis elektronik melalui Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) serta kendalanya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusip) Kota Blitar. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan jenis penelitiannya deskriptif. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan peneliti menggunakan tahapan pengelolaan arsip dari teori pengelolaan arsip statis menurut Saransi (2014) yang dilengkapi dengan teori pengelolaan arsip elektronik menurut Read & Giin (2011) yang terdiri dari penyelamatan dan penciptaan arsip statis; pengolahan dan disposisi arsip statis; penyimpanan arsip statis; pemeliharaan dan pelestarian arsip statis; serta pelayanan, distribusi dan penggunaan arsip statis. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan analisis datanya menggunakan analisis data Milles & Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip statis elektronik melalui SIKN sudah diterapkan di Dinperpusip Kota Blitar. Namun, dalam pengelolaannya terdapat beberapa kendala seperti server yang sering mengalami maintenance dan downtime; keterbatasan SDM; jaringan internet yang lambat atau tidak stabil; dan keterbatasan khasanah arsip statis. Berdasarkan kendala tersebut peneliti menyarankan untuk peningkatan komunikasi dan koordinasi terkait server, penambahan SDM, upgrade koneksi internet dan jaringan lokal, serta kerjasama dengan berbagai pihak untuk memperkaya koleksi arsip dan meningkatkan pengelolaan arsip di Dinperpusip Kota Blitar. This study aims to describe the management of electronic static archives through the National Archival Information System (SIKN) and its obstacles at the Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusip) Blitar City. The research method used is qualitative with a descriptive type of research. Data were obtained from interviews, observations, and documentation conducted by researchers using the stages of archive management from the theory of static archive management according to Saransi (2014) which is complemented by the theory of electronic archive management according to Read & Giin (2011) which consists of saving and creating static archives; processing and disposition of static archives; storage of static archives; maintenance and preservation of static archives; and service, distribution and use of static archives. Sampling using purposive sampling with data analysis using Milles & Huberman data analysis (1992). The results showed that electronic static archive management through SIKN has been implemented at Dinperpusip Blitar City. However, in its management there are several obstacles such as servers that often experience maintenance and downtime; limited human resources; slow or unstable internet networks; and limited static archive treasures. Based on these obstacles, researchers suggest increasing communication and coordination related to servers, adding human resources, upgrading internet connections and local networks, and collaborating with various parties to enrich archive collections and improve archive management at the Dinperpusip Blitar City.