Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sustainable Marketing and Changes in Consumer Preferences in the Era of Environmental Awareness Vivi Ristanti
Maneggio Vol. 2 No. 6 (2025): DECEMBER-MJ
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/01s43p40

Abstract

The growing global awareness of environmental degradation has significantly reshaped market dynamics and consumer expectations, positioning sustainability as a strategic imperative for contemporary businesses. This study investigates how sustainable marketing influences consumer preference shifts in the context of rising environmental consciousness and examines mechanisms for reducing the persistent attitude–behavior gap in green consumption. A systematic literature review was conducted using PRISMA guidelines, analyzing peer-reviewed journal articles published between 2020 and 2025 and indexed in Scopus and related academic databases. The findings demonstrate that environmental awareness, pro-environmental attitudes, ethical values, and sustainable lifestyles strongly affect consumers’ purchase intentions and preferences toward green products, particularly among younger, educated, and higher-income segments. However, economic constraints, price sensitivity, information asymmetry, and skepticism toward greenwashing remain major barriers preventing consistent sustainable purchasing behavior. The discussion reveals that integrated sustainable marketing strategies incorporating green marketing mix elements, transparent communication, credible eco-labeling, digital engagement, and continuous environmental education play a decisive role in converting environmental concern into actual purchasing behavior. In conclusion, sustainable marketing holds substantial potential to reshape consumer preferences and accelerate the transition toward sustainable consumption, provided that strategic alignment among education, affordability, institutional trust, and social influence is achieved.
PENGARUH AFFILIATE MARKETING DAN ONLINE CUSTOMER REVIEW TERHADAP MINAT BELI PRODUK SKINTIFIC DI TIKTOK SHOP PADA GENERASI-Z DI KABUPATEN BOGOR Dina Ananda; Vivi Ristanti; Feby Ariyani
Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research Vol 10 No 2 (2026): JISAMAR (May 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisamar.v10i2.2401

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana affiliate marketing dan online customer review memengaruhi minat beli konsumen TikTok Shop Skintific. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bogor. 100 pengguna TikTok dari generasi Z yang telah membeli produk Skintific dari TikTok Shop disurvei menggunakan metodologi sampel non-probabilitas berdasarkan strategi pengambilan sampel bertujuan. Metode analisis data dalam penelitian ini meliputi uji validitas dan reliabilitas, regresi linier berganda, uji hipotesis (uji F dan t), dan R kuadrat yang disesuaikan, yang merupakan ukuran koefisien determinasi. Penelitian menemukan bahwa meskipun online customer review tidak secara signifikan memengaruhi niat pembelian, affiliate marketing memengaruhinya secara positif dan signifikan secara statistik. Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap niat membeli ketika affiliate marketing dan ulasan internet digunakan bersama-sama. Saran dari penelitian ini ditujukan kepada para affiliator Skintific perlu memperbaiki metode demonstrasi produk mereka, yakni dari sekadar menciptakan daya tarik visual menjadi penyediaan informasi yang solutif dan personal, serta kepada pihak Skintific disarankan untuk memastikan bahwa ulasan yang ditampilkan adalah ulasan autentik dari pembeli yang terverifikasi dan melakukan integrasi strategis antara online customer review ke dalam materi konten para affiliator. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas wilayah studi dan mengeksplorasi variabel moderasi guna memperkaya pemahaman terhadap minat beli konsumen.
The Influence Of Instagram Social Media And School Image On Enrollment Decisions At SMP-IT DAR EL-HIJRAH Shinta Alodia; Vivi Ristanti
Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 24 No. 2 (2026): Primanomics : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/pe.v24i2.4614

Abstract

The development of social media and the importance of school image in the competition of educational institutions have not been fully followed by an increase in student enrollment decisions, as seen in the fluctuations in the number of students at SMPIT Dar El Hijrah. This study aims to analyze the influence of Instagram social media and school image on student enrollment decisions. This study used a quantitative approach with a survey method through questionnaires to 65 respondents with saturated sampling techniques and analyzed using multiple linear regression. The results of the study showed that simultaneously Instagram social media and school image did not have a significant effect on enrollment decisions, but partially school image had a positive and significant effect, while Instagram social media did not have a significant effect, with a determination coefficient value of 8.6% which showed that the influence of variables was still relatively low.
Pendampingan Pemasaran Digital pada UMKM Jasa Terapi Pengobatan Klasik dan Bekam HAF Bogor Fio Dorova Atha; Vivi Ristanti
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1440

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada bidang jasa kesehatan tradisional memiliki peluang yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam pemanfaatan teknologi digital, khususnya pada aspek pemasaran berbasis media sosial. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi belum optimalnya penggunaan media sosial sebagai sarana promosi, keterbatasan jangkauan pemasaran, serta belum terbentuknya identitas usaha yang kuat di media digital. Kegiatan Project Based Learning (PBL) ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan pendampingan dalam pengelolaan pemasaran digital melalui media sosial. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap melalui kegiatan asesmen lapangan, pemberian edukasi terkait digital marketing, pendampingan pembuatan dan pengelolaan akun media sosial bisnis, serta penyusunan materi promosi digital yang informatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra mengenai pentingnya pemasaran digital, terbentuknya media promosi berbasis Instagram, serta tersedianya konten promosi yang lebih terstruktur dan komunikatif. Kegiatan pendampingan ini juga meningkatkan kesiapan mitra dalam mengelola promosi usaha secara mandiri.
Optimalisasi Pemasaran Melalui Pendampingan Re-Branding Logo UMKM Keripik Ubi Ungu Ibu Tawar Ariq Yusran; Vivi Ristanti
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1461

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pendampingan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memproduksi keripik ubi ungu milik Ibu Tawar yang berada di Kecamatan Jampang Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Produk yang dihasilkan memiliki potensi produk yang cukup baik karena memanfaatkan bahan baku lokal dengan cita rasa yang khas. Namun demikian, usaha ini masih menghadapi kendala pada aspek identitas merek, khususnya dalam kekuatan visual branding yang belum optimal. Program ini bertujuan untuk membantu pelaku UMKM dalam memperkuat identitas brand melalui proses rebranding, meliputi pembaruan nama merek dan desain logo. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari observasi, perancangan konsep visual, hingga implementasi pada kemasan produk. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya perubahan identitas merek dari “Keripik Ubi Ibu Tawar” menjadi “Purple Chips” yang dinilai lebih modern dan mampu menarik perhatian konsumen, khususnya generasi muda. Penggunaan warna serta elemen visual yang sesuai dengan karakter produk memberikan kesan yang lebih profesional dan meningkatkan citra usaha. Dengan adanya rebranding ini diharapkan produk mampu meningkatkan nilai jual dan daya saing secara berkelanjutan.
The Influence of Facilities and Service Quality on Customer Satisfaction at Oma Kulina Restaurant Bintaro Maeliya Fadhilah; Vivi Ristanti
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 04 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v5i04.2909

Abstract

Customer satisfaction has become a strategic priority in the restaurant industry because it influences customer loyalty, revisit intention, and long-term business sustainability. Although previous studies consistently identify service quality as a major determinant of customer satisfaction, empirical evidence regarding the contribution of physical facilities remains inconsistent across different service contexts. This study aims to examine the influence of facilities and service quality on customer satisfaction at Oma Kulina Restaurant Bintaro while evaluating the relative importance of both variables within an Indonesian restaurant setting. A quantitative research design was employed using purposive sampling. Primary data were collected through structured questionnaires distributed to 84 customers who had visited the restaurant at least twice. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS. The findings reveal that service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction (β = 1.358; p < 0.001), whereas facilities do not significantly influence customer satisfaction (β = 0.048; p = 0.463). Simultaneously, facilities and service quality significantly explain customer satisfaction, accounting for 80.8% of the variance (R² = 0.808). These findings indicate that customers prioritize interpersonal service quality over physical facilities when evaluating their restaurant experiences. This study contributes to the service marketing literature by extending the application of Expectation Confirmation Theory and the SERVQUAL framework within the Indonesian restaurant industry. The findings also provide practical recommendations for restaurant managers to prioritize employee service quality while maintaining adequate physical facilities to strengthen customer satisfaction and competitive advantage.