Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO) terhadap Sifat Hujan Tahunan 1990 – 2020 di 2X11 Kayu Tanam Sumatera Barat Pancariniwati, Sri; Fadila, Riska; Melinda, Shelin
Buletin GAW Bariri (BGB) Vol 5 No 2 (2024): BULETIN GAW BARIRI
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri - Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/bgb.v5i2.134

Abstract

Among the various atmospheric dynamics phenomena, there is an inter – seasonal phenomenon that has a major influence on rainfall variability in Indonesia, namely the Madden Julian Oscillation (MJO). In general, increased rainfall in Indonesia, especially West Sumatra, occurs when the MJO phase is active. This study will discuss the influence of the MJO on rainfall conditions in the 2x11 Kayu Tanam area which is reviewed from its nature in 4 Phases and 8 Phases. The results of the study show that the MJO amplitude above 1 indicates the influence of the MJO phase on increasing or decreasing rainfall compared to normal in 2x11 Kayu Tanam. Based on the division of the MJO into 4 phases (phases 2 – 3, 4 – 5, 6 – 7, and 8 – 1), the dominant MJO event that influences the increase in rainfall in 2x11 Kayu Tanam occurs in phase 2 – 3, while the dominant MJO event that influences the decrease in rainfall in 2x11 Kayu Tanam occurs in phase 6 – 7. Meanwhile, based on the division of MJO into 8 phases (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, and 8), the dominant MJO event that influenced the increase in rainfall in 2x11 Kayu Tanam occurred in phase 2, while the dominant MJO event that influenced the decrease in rainfall in 2x11 Kayu Tanam occurred in phase 6.
ANALISIS KETERKAITAN HARI HUJAN DAN HUJAN LEBAT BERDASARKAN ANGIN ZONAL LAPISAN 850 hPa Fadila, Riska
Megasains Vol 8 No 1 (2017): Megasains Vol. 8 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/megasains.v8i1.188

Abstract

Abstrak. Sumatera Barat memiliki bentangan alam dari pesisir pantai hingga wilayah perbukitan yang dikenal dengan Bukit Barisan. Bentuk topografi ini sangat berpengaruh terhadap pola hujan di wilayah tersebut. Bentuk wilayah yang berbatasan dengan lautan menyebabkan adanya pengaruh angin darat-laut serta adanya hambatan pegunungan menyebabkan hujan di wilayah ini bertipe orografi. Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi pola angin yang mendukung terbentuknya awan hujan. Identifikasi yang dilakukan berdasarkan pengaruh angin zonal lapisan 850 hPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Teluk Bayur memiliki frekuensi hujan lebat tertinggi dan wilayah Padang Panjang memiliki jumlah Hari Hujan terbanyak. Adapun pola angin zonal lapisan 850 mb yang sangat berpengaruh terhadap hujan lebat adalah pola perlambatan angin dari barat. Hal ini dikarenakan angin dari barat membawa udara yang mengandung banyak uap air yang berasal dari laut
Analisis Yuridis Penyelesaian Kasus Ekonomi Syariah Tentang Perbankan Syariah Di Pengadilan Agama Kelas 1a Kota Makassar Mansyur, Saidin; Fadila, Riska; Mustamin, Siti Walida
PILAR Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/a6tk9810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Juknis beserta proses penyelesaian sengketa ekonomi syariah tentang Perbankan Syariah pada Pengadilan Agama Tingkat IA Kota Makassar serta Tantangan yang diahadapi dalam proses penyelesaiannya. Manfaat dalam penelitian ini yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Penelitian ini merupakan Penelitian Lapangan (Field Reasearch) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam serta analisis dokumen. Adapun hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa ; Pertama, Pengadilan agama Tingkat IA Kota Makassar dalam menyelesaikan suatu perkara berdasarkan atau sesuai pada Undang-Undang Nomor 3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama. Oleh karena itu dalam hal menyelesaikan suatu kasus sengketa ekonomi syariah pengadilan agama Memiliki juknis prosedur pengaduan. Kedua, Sebelum para majelis hakim memutus suatu perkara harus banyak pertimbangan dan tahu bukti dari masing-masing tergugat maupun penggugat agar dari putusannya nanti tidak menimbulkan putusan yang berat bagi sebelah pihak, dan secara umum prosedur penyelesaian sengketa ekonomi syariah melalui dua tahap yakni pra persidangan dan tahap persidangan. Ketiga Pengadilan Agama Tingkat IA Kota Makassar memandang Perlunya peningkatan Mutu dan integritas para hakim pengadilan agama Kota makassar dalam melakukan penyelesaian sengketa ekonomi syariah dengan senantiasa memberikan pelatihan yang terkait penyelesaian sengketa ekonomi syariah sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam hal penanganan kasus sengketa ekonomi syariah.Kata Kunci: Analisis Yuridis, Sengketa Ekonomi Syariah, Pengadilan Agama