Asriati , Afifah
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Struktural Tari Sepen Penyok di Sanggar Kembang Kundor Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur Agustina, Miyah; Asriati , Afifah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis struktur gerak Tari Sepen Penyok Di Sanggar Kembang Kundor Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Objek penelitian adalah Tari Sepen Penyok Di Sanggar Kembang Kundor Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur. Jenis data merupakan data primer dan data sekunder. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan alat tulis, handphone, dan flasdisk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tata hubungan elemen dasar gerak tari Sepen Penyok meliputi elemen dasar dari sikap dan gerak dari kepala, badan, tangan dan kaki, serta tata hubungan antar elemen dasar. Tata hubungan elemen dasar gerak tari menghasilkan 365 motif. Tata hubungan hirarkis yang terdapat dalam tari Sepen Penyok terdiri dari 365 motif dengan motif pokok 36 motif, 71 frase dengan frase pokok 15 frase, 5 kalimat, dan 1 gugus. Tari Sepen Penyok termasuk tata hubungan sintagmatis karena tata hubungannya seperti mata rantai yang tidak dapat dipisahkan atau dipertukar balikkan antara yang satu dengan yang lainnya.
Bentuk Penyajian Tari Jaran Kepang Wiroyudho dalam Pertunjukan Jaran Kepang pada Acara Khitanan di Desa Margomulyo , Kabupaten Bengkulu Tengah Nadilla, Shindy; Asriati , Afifah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk Penyajian Tari Jaran Kepang Wiroyudho Dalam Pertunjukan Jaran Kepang pada Acara Khitanan di Desa Margomulyo, Kabupaten Bengkulu Tengah. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung berupa alat tulis, kamera dan handphone. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian tari Jaran Kepang Wiroyudho melakukan gerak yang menggambarkan semangat pasukan berkuda yang sedang melawan peperangan. Gerakan ini dilakukan dengan lincah dan atraktif sebagaimana seseorang yang tengah melakukan peperangan. Ragam geraknya adalah gerak lumaksono, gerak junjungan, gerak adeg – adeg, gerak jengkeng dilanjtkan sembah, gerak tapak tangan, gerak tapak sirang, gerak kembang, gerak mbukak, gerak perangan. Tari Jaran Kepang Wiroyudho ditampilkan dalam acara pesta pernikahan, khitanan, malam satu suro, dan acara festival. Tari Jaran Kepang Wiroyudo ini bertujuan sebagai sarana hiburan masyarakat. Tari Jaran Kepang Wiroyudho ditarikan oleh 6 orang penari, 1 orang pemimpin pasukan, dan 2 orang pasukan leak barong. Iringan musik yang digunakan antara lain, gong, bonang, kenong, kendang, drum, saron dan slompret. Kostum yang digunakan pasukan, celana, kace, rampek, wig hitam dan jamang, dan klat tangan. Sedangkan kostum pemimpin pasukan celana, kace, rampek, wig gold dan jamang, ending dan klat tangan. sedangkan yang digunakan leak barong putih, baju dan celana putih, kace, boro samir, rangda putih dan kuku randa. Dan yang digunakan leak barong hitam, celana, kace, boro samir, rangda hitam, dan kuku rangda.
Koreografi Tari Kadam di Sanggar Seni Pelito Mudo Kabupaten Merangin Lestari, Ulfa Indah; Asriati , Afifah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan dan menganalisis koreografi tari Kadam di Sanggar Seni Pelito Mudo Kabupaten Merangin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan kamera, foto, dan wawancara. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tari Kadam di Sanggar Seni Pelito Mudo terdiri dari gerak, desain atas, desain lantai, musik, desain dramatik, dinamika, komposisi kelompok, tema dan perlengkapan. Gerak tari Kadam terdiri dari langkah sambah, langkah lang, langkah kamian, langkah siamang, langkah harimau. Desain atas mendominasi ke bentuk desain bersudut, kontras dan kuat. Tari ini memiliki desain lantai yang sederhana, dimana kedua penari selalu bergerak saling berhadapan, serta memiliki macam bentuk pola lantai yang dominan garis lengkung. Alat musik manggunakan musik gandang dan gong. Desain dramatik berbentuk kerucut tunggal, dimana diawali dengan iringan musik sedang namun bersemangat, dipertengahan hingga menuju akhir tari gerak dilakukan dengan penuh semangat dan ketegangan antar kedua penari, selanjutnya tari ini diakhiri dengan kedua penari keluar dari sisi kanan dan kiri. Dinamika pada tari Kadam terdiri dari unsur tempo gerak, tekanan gerak dan level gerak. Komposisi kelompok menggunakan komposisi kecil atau komposisi duet. Tema pada tari Kadam ini diangkat dari cerita rakyat yang dahulunya menceritakan tentang perkelahian masyarakat dengan Siamang. Perlengkapan dari tari Kadam menggunakan kostum diantaranya baju ijuk aren enau, celana ijuk aren enau, kalung yang terbuat dari tomat, topeng yang terbuat dari pelepah pisang, sarung tangan berwarna hitam yang terbuat dari bahan kain dan menggunakan properti pedang untuk menyerang.
ANALISIS GERAK TARI SKIN DI SANGGAR SENI CAHAYO DAMAR KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Putri, Rita Wahyu; Asriati , Afifah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan Analisis Gerak Tari Skin di Sanggar Seni Cahayo Damar Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti kamera dan alat tulis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Skin dilihat dari aspek ruang, waktu, dan tenaga. Pertama, aspek ruang unsur yang ditemukan berupa garis zig-zag, diagonal, lurus, lengkung, dan mendatar. Garis dominan yang ditemukan yaitu diagonal. Unsur volume yang ditemukan berupa volume besar, sedang, dan kecil. Volume dominan yang ditemukan yaitu volume besar. Unsur arah yang ditemukan berupa arah diagonal kiri depan dan kanan depan, depan dan belakang, samping kiri dan kanan, dan diagonal kanan belakang. Arah dominan ditemukan pada arah depan. Unsur level ditemukan berupa level tinggi, sedang, dan rendah. Level dominan yang ditemukan yaitu sedang. Unsur fokus pandang yang ditemukan berupa fokus pandang dominan ditemukan pada fokus padang samping kanan dan bawah. Kedua, aspek waktu unsur yang ditemukan berupa tempo yang terdiri dari tempo sedang dan lambat. Tempo dominan yaitu tempo sedang. Ketiga, aspek tenaga unsur yang ditemukan berupa intensitas yang terdiri dari intensitas kuat, sedang, dan lemah. Intensitas dominan yaitu kuat. Unsur tekanan yang ditemukan berupa tekanan lemah. Tekanan dominan yaitu tekanan lemah. Unsur kualitas yang ditemukan berupa kualitas cendrung kuat, agak kuat, dan cendrung sedikit. Kualitas dominan yaitu kualitas cendrung kuat.
Tari Pariasan Panjang Di Nagari Batu Bajanjang Kecematan Lembang Jaya Kabupaten Solok : Analisis Gerak Aulina, Zulfa; Asriati , Afifah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan Analisis Gerak Tari Pariasan Panjang di Nagari Batu Bajanjang Kecematan Lembaga Jaya Kabupaten Solok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak tari Pariasan Panjang di Nagari Batu Bajanjang dapat ditinjau dari aspek ruang, waktu dan tenaga. Ketiga aspek tersebut pada itensitasnya terdapat banyak intensitas di setiap gerakan tari yang dilakukan secara berulang dari awal sampai akhir, sedangkan tekanan dominan banyak dan beberapa gerakan ada yang memiliki aksen, kemudian kualitas yang dimunculkan juga dominan kuat sehingga tari Pariasan Panjang terkesan bersemangat dan mewujudkan gerakan yang membuat tari Pariasan Panjang hidup. Kesan yang muncul adalah kesan bersemangat yaitu semangat masyarakat yang ada di Nagari Batu Bajanjang. Dari keseluhan Gerak Tari Pariasan Panjang dianalisis dari aspek ruang, waktu, dan tenaga memiliki keterkaitan dari kesan yang dimunculkan. Seperti aspek ruang yang dominan memunculkan berupa, garis lurus, volume besar, arah hadap kedepan, level sedang dan fokus pandang ke bawah dengan kesan bersemangat dalam masyarakat nagari batu Bajanjang, kemudian aspek waktu dominan memunculkan berupa tempo sedang dan ritme repatitive atau ritme dari awal sampai akhir sama dengan kegairahan dan kekompakan (semangat) masyarakat, dan juga pada aspek tenaga yang lebih dominan memunculka berupa intensitas tenaganya banyak, tekanannya kuat dan memiliki kualitas gerak yang banyak memiliki kesan bersemangat dan berwibawa mewujudkan gerakan tari Pariasan Panjang lebih hidup. Dapat disimpulkan bahwa kesan bersemangatnya muda mudi dan kegiatan masyarakat di kenegarian Batu Bajanjang ini.
KEBERADAAN SILEK GALOMBANG DI NAGARI LANSEK KADOKKECAMATAN RAO SELATAN KABUPATEN PASAMAN Ananda, Meliza; Asriati , Afifah
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 3 No. 2 (2025): June
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/da3k6g45

Abstract

This research discusses the existence of Silek Galombang in Nagari Lansek Kadok, Rao Selatan District, Pasaman Regency, which is a traditional Minangkabau art rooted in martial arts and passed down through generations. Silek Galombang in this village has the main function of being part of the welcoming ceremony for the Rajo and village head during Idul Fitri, and can also be performed at wedding celebrations provided there is a kinship bond with the customary figure. This study uses descriptive qualitative methods through observation, interviews, and documentation, with the researcher as the main instrument assisted by recording devices, cameras, and field notes. This research discusses the existence of Silek Galombang in Nagari Lansek Kadok, Rao Selatan District, Pasaman Regency, which is a traditional Minangkabau art rooted in martial arts and passed down through generations. Silek Galombang in this village has the main function of being part of the welcoming ceremony for the Rajo and village head during Idul Fitri, and can also be performed at wedding celebrations provided there is a kinship bond with the customary figure. This study uses descriptive qualitative methods through observation, interviews, and documentation, with the researcher as the main instrument assisted by recording devices, cameras, and field notes.