Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan dan menganalisis koreografi tari Kadam di Sanggar Seni Pelito Mudo Kabupaten Merangin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan kamera, foto, dan wawancara. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tari Kadam di Sanggar Seni Pelito Mudo terdiri dari gerak, desain atas, desain lantai, musik, desain dramatik, dinamika, komposisi kelompok, tema dan perlengkapan. Gerak tari Kadam terdiri dari langkah sambah, langkah lang, langkah kamian, langkah siamang, langkah harimau. Desain atas mendominasi ke bentuk desain bersudut, kontras dan kuat. Tari ini memiliki desain lantai yang sederhana, dimana kedua penari selalu bergerak saling berhadapan, serta memiliki macam bentuk pola lantai yang dominan garis lengkung. Alat musik manggunakan musik gandang dan gong. Desain dramatik berbentuk kerucut tunggal, dimana diawali dengan iringan musik sedang namun bersemangat, dipertengahan hingga menuju akhir tari gerak dilakukan dengan penuh semangat dan ketegangan antar kedua penari, selanjutnya tari ini diakhiri dengan kedua penari keluar dari sisi kanan dan kiri. Dinamika pada tari Kadam terdiri dari unsur tempo gerak, tekanan gerak dan level gerak. Komposisi kelompok menggunakan komposisi kecil atau komposisi duet. Tema pada tari Kadam ini diangkat dari cerita rakyat yang dahulunya menceritakan tentang perkelahian masyarakat dengan Siamang. Perlengkapan dari tari Kadam menggunakan kostum diantaranya baju ijuk aren enau, celana ijuk aren enau, kalung yang terbuat dari tomat, topeng yang terbuat dari pelepah pisang, sarung tangan berwarna hitam yang terbuat dari bahan kain dan menggunakan properti pedang untuk menyerang.
Copyrights © 2024