Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menjaga Warisan Budaya: Pelestarian Tradisi Lisan Baghandu Kabupaten Kampar di Era Globalisasi Julianah, Shella; Darniati, Lisna; Salsabila, Keisya Khansa; Ameliah, Arzety; Putri, Inke Novia; Elmustian, Elmustian
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Belimbing merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kebudayaan yang ada di Desa ini mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat yang tidak dapat dipisahkan. Di Desa ini juga diperlihatkan tradisi lisan yang ada di Kampar. Sastra lisan mengandung nilai yang berisi pesan untuk memperbaiki perilaku masyarkat terkait budi pekerti Salah satu sastra yang termasuk kedalam sastra lisan yaitu baghandu. Baghandu merupakan sebuah tradisi lisan khas masyarakat Kampar berupa nyanyian pengantar tidur untuk anak. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian, yaitu metode observasi, metode wawancara, metode rekam, dan metode mencatat. Narasumber penelitian ini adalah Bapak Salman Aziz. Melalui penelitian ini, dapat kita ketahui bahwa masyarakat Kampar menjaga dan melestarikan Baghandu hingga saat ini dengan cara melantunkan Baghandu di setiap rumah. Pelestarian dapat berupa mengintegrasikan Baghandu dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya atau pendidikan yang melibatkan seni dan budaya lokal.
ANALISIS KRITIK SOSIAL DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF PADA ANTALOGI PUISI SELAMAT MALAM KAWAN KARYA MUHAIMIN NURRIZQY Darniati, Lisna; Ananda, Hesti Aulia; Putri , Windy Anisa; Meylani , Nabila; Rahman, Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1100

Abstract

Fenomena ketimpangan sosial, kemiskinan, dan kemunafikan moral yang masih marak dalam masyarakat modern mendorong lahirnya karya sastra yang berfungsi sebagai medium refleksi dan kritik sosial. Antologi Selamat Malam Kawan karya Muhaimin Nurrizqy merepresentasikan suara kaum pinggiran melalui bahasa yang lugas, sarkastik, dan penuh humor gelap. Namun, penelitian yang menelaah karya ini dari perspektif ekspresif masih terbatas, sehingga penting dilakukan kajian yang menyoroti hubungan antara ekspresi batin penyair dan realitas sosial yang melingkupinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pembacaan mendalam dan analisis kontekstual terhadap empat puisi terpilih: Tak Ada Waktu, Liang Telinga, Sakit Perut, dan Ulang Tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhaimin Nurrizqy menyalurkan keresahan dan empatinya terhadap ketimpangan sosial melalui bahasa yang tegas, vulgar, namun humanistik. Kritik sosial yang dihadirkan tidak bersifat revolusioner, melainkan reflektif dan emosional, memperlihatkan bagaimana pengalaman batin penyair menjadi sarana kesadaran sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan ekspresif dalam memahami puisi sebagai cerminan pergulatan psikologis dan realitas sosial penyair.