Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENELUSURI ASAL-USUL NAMA DESA PULAU BELIMBING DAN FILOSOFI PERMAINAN TRADISIONAL ADU BUNGA Havizah, Talita Nur; Halawah, Hafidatul; Safira, Arini Putri; Avida, Martina Nur; Putri, Windy Anisa; Elmustian, Elmustian
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis mengenai asal-usul nama desa Pulau Belimbing dan mendalami filososfi salah satu permainan tradisionalnya yaitu adu bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah penamaan Pulau Belimbing, filosofi adu bunga, beberapa peninggalan yang ada di desa tersebut, serta bagaimana cara masyarakat melestarikan kekayaan budaya yang ada di desa tersebut. Teknik penulisan yang diambil adalah metode kualitatif yang berbasis data dengan melakukan wawancara dengan satu atau lebih narasumber dan data berdasarkan hasil dari penelitian terdahulu. Masyarakat desa memiliki kesadaran yang penuh dalam melestarikan budaya. Namun diperlukan upaya dari pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat memperluas jangkauan pelestarian budaya ke ranah yang lebih luas. Penelitian ini juga menyimpulkan bahw
PENERAPAN TEORI NARATOLOGI BERDASARKAN PANDANGAN GERAD GENETTE PADA KARYA ANTALOGI PUISI EMPEDU TANAH OLEH INGGIT PUTRIA MARGA Havizah, Talita Nur; Lestari, Dwi Puja; H, Hairunnisa; Zahra , Nayla; Elmustian , Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori naratologi pada antaaologi puisi Empedu Tanah karya Inggit Putria Marga. Penelitian ini menggunakan teori Gerard Genette yang menekankan hubungan antara waktu, sudut pandang, dan suara naratif dalam pembentukan makna cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik membaca dan mencatat dengan langkah-langkah: (a) memilih puisi yang relevan dengan teori naratologi; (b) menandai bagian-bagian penting; (c) menganalisis makna tiap aspek naratif; (d) mengelompokkan puisi berdasarkan pola; dan (e) menyajikan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur waktu, sudut pandang, dan suara naratif memainkan peran penting dalam membangun makna enam belas puisi yang dianalisis. Struktur naratif menurut Gerad mencakup urutan waktu, durasi, dan frekuensi peristiwa, sudut pandang, dan suara narator. Urutan waktu menunjukkan adanya “temporal duality,” yaitu dua lapis waktu yang berjalan bersamaan namun tidak selalu sejalan. Durasi waktu membandingkan panjang waktu dalam dunia cerita dengan waktu penceritaan. Frekuensi menunjukkan seberapa sering peristiwa terjadi dan diceritakan. Sudut pandang berkaitan dengan jarak dan fokalisasi antara narator dan peristiwa. Sementara itu suara narator menunjukkan siapa yang berbicara dan dari posisi mana narasi disampaikan.