Kesenian saat ini tampak semakin memudar dan terpinggirkan. Meskipun kesenian sering diadakan, tanpa adanya banyak kesempatan atau dukungan, serta semangat dari kelompok kesenian ini, maka lambat laun akan memudar. Fenomena ini terjadi pada berbagai jenis kesenian di seluruh Indonesia. Hingga kini, kesenian dianggap mampu menyesuaikan perkembangan zaman. Menghadapi kenyataan tersebut, kesenian harus banyak berbenah agar tidak terjebak dan tunduk pada arus globalisasi. Di era teknologi informasi, seniman jaranan menghadapi tantangan dan peluang dalam hal regenerasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi karena ekspektasi masyarakat yang semakin modern. Penelitian ini merupakan suatu Upaya untuk meningkatkan preferensi Masyarakat terhadap kesenian jaranan melalui sosial media, khususnya kesenian jaranan di Desa Kedamean Gresik. Melalui penelitian ini yang bertujuan tidak hanya mengembangkan minat para tim kesenian saja, tetapi juga untuk menyadarkan Masyarakat terhadap pentingnya melestarikan dan menghargai kesenian jaranan sebagai bagian dari identitas budaya lokal Indonesia. Metode yang digunakan peneliti ialah metode deskriptif kualitatif dengan menguraikan dan menggambarkan aspek yang diteliti. Data yang dikumpulkan dapat berupa naskah wawancara, catatan lapangan, foto, video tape, dokumentasi pribadi, catatan atau memo. Hasil dan pembahasan yang didapat untuk meningkatkan preferensi Masyarakat terhadap kesenian jaranan melalui sosial media serta menyadarkan Masyarakat terhadap pentingnya melestarikan dan menghargai kesenian jaranan sebagai bagian dari identitas budaya lokal Indonesia. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media sosial sebagai bentuk kreasi dan ekspresi meskipun pada penelitian ini masih perlu dikembangkan serta ditingkatkan lagi dan diharapkan untuk kedepannya mampu dan ditingkatkan lagi dalam mengembangkan kesenian jaranan yang ada di desa Kedamean Gresik.