Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INDUSTRIALISASI KESENIAN JARANAN SEBAGAI PRODUK KEARIFAN LOKAL INDONESIA Azzahra, Arsy; Devi, Aisyah; Afit, Ilma; Shodiq, Mohammad
Jurnal Edu Aksara Vol 3 No 2 (2024): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13971668

Abstract

Kesenian saat ini tampak semakin memudar dan terpinggirkan. Meskipun kesenian sering diadakan, tanpa adanya banyak kesempatan atau dukungan, serta semangat dari kelompok kesenian ini, maka lambat laun akan memudar. Fenomena ini terjadi pada berbagai jenis kesenian di seluruh Indonesia. Hingga kini, kesenian dianggap mampu menyesuaikan perkembangan zaman. Menghadapi kenyataan tersebut, kesenian harus banyak berbenah agar tidak terjebak dan tunduk pada arus globalisasi. Di era teknologi informasi, seniman jaranan menghadapi tantangan dan peluang dalam hal regenerasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi karena ekspektasi masyarakat yang semakin modern. Penelitian ini merupakan suatu Upaya untuk meningkatkan preferensi Masyarakat terhadap kesenian jaranan melalui sosial media, khususnya kesenian jaranan di Desa Kedamean Gresik. Melalui penelitian ini yang bertujuan tidak hanya mengembangkan minat para tim kesenian saja, tetapi juga untuk menyadarkan Masyarakat terhadap pentingnya melestarikan dan menghargai kesenian jaranan sebagai bagian dari identitas budaya lokal Indonesia. Metode yang digunakan peneliti ialah metode deskriptif kualitatif dengan menguraikan dan menggambarkan aspek yang diteliti. Data yang dikumpulkan dapat berupa naskah wawancara, catatan lapangan, foto, video tape, dokumentasi pribadi, catatan atau memo. Hasil dan pembahasan yang didapat untuk meningkatkan preferensi Masyarakat terhadap kesenian jaranan melalui sosial media serta menyadarkan Masyarakat terhadap pentingnya melestarikan dan menghargai kesenian jaranan sebagai bagian dari identitas budaya lokal Indonesia. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media sosial sebagai bentuk kreasi dan ekspresi meskipun pada penelitian ini masih perlu dikembangkan serta ditingkatkan lagi dan diharapkan untuk kedepannya mampu dan ditingkatkan lagi dalam mengembangkan kesenian jaranan yang ada di desa Kedamean Gresik.
Toleransi Sosial Dalam Tinjauan Agama Di Perkotaan Minoritas Muslim : Studi Kasus Di Kota Denpasar, Bali divanda, dinda; fazhitya, elvina nuzu; fani agustin, Nuril eka; rizkyan syah, mochamad andika; shodiq, mohammad
AL-MUTSLA Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v6i2.1169

Abstract

Bali dikenal dengan keindahan alam dan kaya akan budaya. Kearifan lokal berupa tradisi sebagai bagian dari toleransi sosial dengan mencakup sikap saling menghormati dan menerima perbedaan yang ada dalam masyarakat termasuk perbedaan budaya dan tradisi. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kesadaran pentingnya toleransi sosial di perkotaan khususnya pada penduduk minoritas beragama Islam. Jurnal artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode library research / literatur review. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat minoritas Islam di Denpasar, Bali bisa hidup berdampingan dan mampu melakukan adaptasi dengan agama mayoritas Hindu dengan melakukan beberapa akulturasi budaya dan tradisi lokal. Meskipun menghadapi beberapa tantangan sebagai agama minoritas, masyarakat muslim bisa menjaga identitas keagamaannya. Tradisi Ngejot dan Magibung menjadi cerminan toleransi dan harmonisasi antar umat beragama.
MEWUJUDKAN KEBAHAGIAAN DALAM KELUARGA MUSLIM PERSPEKTIF Q.S. ATH-THUUR: 21 Syaerazi, Eri Syafa’ati; Shodiq, Mohammad
Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Tafsir dan Hadits Vol 7 No 1 (2021): Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Hadits dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.952 KB)

Abstract

Perasaan bahagia adalah menjadi cita-cita dan harapan bagi setiap diri manusia. Begitu juga dalam sebuah keluarga, maka pasti menghendaki tercapainya kebahagiaan yang hakiki. Sebuah kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan banyaknya harta atau kekayaan, status atau perangkat sosial dalam kemasyarakatan dan segala bentuk kemewahan yang yang ada. Namun kebahagian yang sejati itu terletak pada ketenangan hati seseorang. Dimana sumber kebahagiaan yang sebenarnya adalah ketenangan hati atau ketenangan jiwa yang telah dianugerahkan Allah swt. Dan yang pasti, kebahagiaan itu adalah perasaan yang dimiliki oleh manusia dengan seluruh jiwa raganya, jiwa yang bening, hati yang tentram, nyaman, berlapang dada. Islam telah memberikan pedoman dan petunjuk kepada pemeluknya, untuk dapat mewujudkan kebahagiaan dalam keluarganya itu. Oleh karena itu, islam mensyariatkan pernikahan yang benar-benar, dan tidak sekedar permainan dan apalagi pantas-pantasan saja. Karena dalam pernikahan yang sebenarnya itu, akan mempertangggung jawabkan terhadapa pembinaan anggota keluarganya itu.