Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui pengaruh model part practice terhadap kemampuan tendangan maegri chudan padaRanting Inkanas Kab. Pangkep, (2) Untuk mengetahui pengaruh model whole practice terhadap kemampuan tendangan maegri chudan padaRanting Inkanas Kab. Pangkep, dan (3) Untuk mengetahui perbedaan pengaruh model part practice dan whole practice terhadap kemampuan tendangan maegri chudan padaRanting Inkanas Kab. Pangkep. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh atlet karateka Ranting Inkanas Kab. Pangkep dengan jumlah sampel penelitian 30 atlet yang dipilih secara porposive sampling. Kemudian sistem pembagian kelompok menggunakan maching ordinal. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftip, uji persyaratan, teknik analisis uji t berpasangan dan analisis uji t tidak berpasangan dengan menggunakan sistem SPSS Versi 16.00 pada taraf signifikan 95% atau 0,05. Berdasarkan dari hasil analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh model latihan part practice terhadap kemampuan tendangan mageri chudan pada Ranting Inkanas Kab. Pangkep, terbukti dengan adanya peningkatan dari nilai rata-rata 4,1000 meningkat menjadi 6,0000; (2) Ada pengaruh model latihan whole practice terhadap kemampuan tendangan mageri chudan pada Ranting Inkanas Kab. Pangkep, terbukti dengan adanya peningkatan dari nilai rata-rata 4,2000 meningkat menjadi 7,5000; dan (3) Ada perbedaan model latihan part practice dan whole practice terhadap kemampuan tendangan mageri chudan pada Ranting Inkanas Kab. Pangkep. Kemampuan tendangan maegeri chudan dalam olahraga karateka pada Ranting Inkanas Kab. Pangkep sebesar 6,0000 < 7,5000. Kesimpulan bahwa model latihan whole practice memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan model latihan part practice terhadap kemampuan tendangan mageri chudan pada Ranting Inkanas Kab. Pangkep.