Introduction: Food intake is recognized as one of the key contributing factors to periodontal tissue disease. An open gingival embrasure (OGE) can result from various factors, including gingival biotype, poorly executed restorations, interproximal spacing, tooth loss, root angulation, the position of interproximal contacts, orthodontic treatment, and aging. Among minimally invasive approaches, the injection of concentrated platelet-rich fibrin (C-PRF) has shown potential for promoting periodontal tissue regeneration. Accordingly, this study aimed to analyze differences in fibroblast and blood vessel counts in the interdental papilla of Sprague–Dawley rats with experimentally induced OGE. Methods: This study employed a true experimental in vivo design involving 27 Sprague-Dawley rats, which were randomly allocated into three treatment groups. Each group received an injection of one of three test materials into the interdental papilla region: fixed-angle C-PRF, horizontally centrifuged C-PRF, or phosphate-buffered saline (PBS) as the control. Histological evaluations were then performed at three observation time points (days 1, 3, and 5), and the data were analyzed using two-way analysis of variance (ANOVA), followed by the least significant difference (LSD) post hoc test. Results: The horizontally centrifuged C-PRF group showed the greatest increase in fibroblast proliferation and blood vessel formation compared with the fixed-angle C-PRF and PBS groups. On day 5, the mean fibroblast counts were 239.06 ± 0.41, 200.60 ± 0.40, and 174.93 ± 0.30 in the horizontally centrifuged C-PRF, fixed-angle C-PRF, and PBS groups, respectively. The corresponding mean blood vessel counts were 43.33 ± 1.53, 37.67 ± 1.15, and 28.67 ± 0.58. Two-way ANOVA revealed significant differences among treatment groups and observation periods, as well as a significant interaction between treatment and observation period (p < 0.05). Conclusion: In a Sprague-Dawley rat model of experimentally induced OGE, the group receiving horizontally centrifuged C-PRF injections showed higher fibroblast and blood vessel counts than the fixed-angle C-PRF and PBS groups at all observation time points. These findings suggest that C-PRF prepared using the horizontal centrifugation method may have greater potential to promote periodontal tissue regeneration by enhancing fibroblast proliferation and angiogenesis within this experimental model.Perbedaan jumlah fibroblas dan pembuluh darah papilla interdental pasca injeksi concentrated platelet-rich fibrin hasil sentrifugasi fixed-angle dan horizontal: eksperimental laboratorisPendahuluan: Open Gingival Embrasure (OGE) menyebabkan masalah, akumulasi plak, retensi makanan, dan dipercaya menjadi awal mula penyakit jaringan periodontal. Beberapa faktor yang menyebabkan OGE: biotype gingiva, restorasi yang kurang baik, spacing interproksimal pada gigi, kehilangan gigi, angulasi akar, posisi kontak interproksimal, perawatan ortodontik, dan faktor usia Metode minimal invasif yang digunakan untuk memperbaiki kondisi OGE yaitu dengan injeksi Concentrated Platelet-Rich Fibrin (C-PRF) yang mempunyai potensi regenerasi jaringan periodontal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan jumlah fibroblas dan pembuluh darah pada papila interdental tikus Sprague-Dawley yang dilakukan pemodelan OGE. Metode: Penelitian true experimental study in vivo pada 27 tikus Sprague-Dawley yang dibagi secara acak menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan tiga kelompok bahan uji injeksi (C-PRF fixed-angle, C-PRF horizontal, dan Phosphate Buffered Saline (PBS)) pada bagian papila interdental, kemudian diamati pada tiga waktu pengamatan (hari ke-1, ke-3, dan ke-5). Analisis data mengunakan ANAVA dua jalur, kemudian dilanjutkan dengan uji Post Hoc Least Significance Difference (LSD). Hasil: Kelompok C-PRF horizontal menunjukkan peningkatan jumlah fibroblas dan pembuluh darah tertinggi dibandingkan kelompok C-PRF fixed-angle dan PBS. Jumlah fibroblas pada hari ke-5 berturut-turut adalah C-PRF horizontal (239,06 ± 0,41), C-PRF fixed-angle (200,60 ± 0,40), dan PBS (174,93 ± 0,30), sedangkan jumlah pembuluh darah masing-masing sebesar C-PRF horizontal (43,33 ± 1,53), C-PRF-fixed-angle (37,67 ± 1,15), dan PBS (28,67 ± 0,58). Analisis ANAVA dua jalur menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kelompok perlakuan, waktu pengamatan, dan interaksi keduanya (p < 0,05). Injeksi C-PRF horizontal pada papila interdental lebih unggul, dibandingkan C-PRF fixed-angle dan kelompok PBS (kontrol). Simpulan: Penelitian pada model OGE tikus Sprague-Dawley menunjukkan bahwa kelompok yang mendapatkan injeksi C-PRF horizontal memiliki jumlah fibroblas dan pembuluh darah yang lebih tinggi dibandingkan kelompok C-PRF fixed-angle maupun PBS pada seluruh waktu pengamatan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa C-PRF yang diperoleh melalui metode sentrifugasi horizontal memiliki potensi yang lebih baik dalam mendukung proses regenerasi jaringan melalui peningkatan proliferasi fibroblas dan angiogenesis.