Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Reinterpretasi Penafsiran Misoginis Melalui Pendekatan Asbab An-Nuzul Al-Qur’an dan Qira’at Mubadalah (Analisis Tafsir Ayat Nusyuz Dalam Al-Qur’an) Jahira, Jahira Salsabila Nurul Imam
AL-IBANAH Vol. 9 No. 2 (2024): JOURNAL AL-IBANAH
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/x36vdt80

Abstract

Penafsiran misoginis terhadap ayat al-Qur'an telah memicu perdebatan panjang karena dapat memperkuat stigma negatif terhadap perempuan dalam Islam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penafsiran semacam itu melalui pendekatan asbab an-nuzul (latar belakang turunnya ayat) untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan kontekstual. Menggunakan metode analisis kualitatif dan metode pendekatan qira'ah mubadalah. Penelitian ini menganalisis konteks sejarah, budaya dan sosial di balik ayat-ayatyang kerap ditasirkan secara misoginis. Hasilnya menunjukan bahwa interpretasi terhadap ayat nusyuz dapat diubah melalui pendekatan asbab an-nuzul yang lebih relevan, sehingga menghindari bias gender. kajian ini berkontribusi pada wacana kesetaraan gender dalam studi tafsir al-Qur'an dengan menawarkan reinterpretasi yang inklusif dan sejalan dengan prinsip keadilan Islam. Penelitian ini diharapkan  menjadi landasan bagi pengembangan tafsir yang menghormati nilai-nilai kesetaraan dn keadilan gender.
Reinterpretasi Penafsiran Misoginis Melalui Pendekatan Asbab An-Nuzul Al-Qur’an dan Qira’at Mubadalah (Analisis Tafsir Ayat Nusyuz Dalam Al-Qur’an) Jahira, Jahira Salsabila Nurul Imam
AL-IBANAH Vol. 9 No. 2 (2024): JOURNAL AL-IBANAH
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/x36vdt80

Abstract

Penafsiran misoginis terhadap ayat al-Qur'an telah memicu perdebatan panjang karena dapat memperkuat stigma negatif terhadap perempuan dalam Islam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penafsiran semacam itu melalui pendekatan asbab an-nuzul (latar belakang turunnya ayat) untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan kontekstual. Menggunakan metode analisis kualitatif dan metode pendekatan qira'ah mubadalah. Penelitian ini menganalisis konteks sejarah, budaya dan sosial di balik ayat-ayatyang kerap ditasirkan secara misoginis. Hasilnya menunjukan bahwa interpretasi terhadap ayat nusyuz dapat diubah melalui pendekatan asbab an-nuzul yang lebih relevan, sehingga menghindari bias gender. kajian ini berkontribusi pada wacana kesetaraan gender dalam studi tafsir al-Qur'an dengan menawarkan reinterpretasi yang inklusif dan sejalan dengan prinsip keadilan Islam. Penelitian ini diharapkan  menjadi landasan bagi pengembangan tafsir yang menghormati nilai-nilai kesetaraan dn keadilan gender.
Transformasi Tafsir Muqaran: (Analisis Metode Perbandingan Dalam Penafsiran) Jahira, Jahira Salsabila Nurul Imam; Faisal, Faisal al-Habsyi
AL-IBANAH Vol. 10 No. 1 (2025): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/hgw9bc38

Abstract

Penelitian ini membahas kebutuhan untukmemahami perbedaan interpretasi al-Qur'an yang dipengaruhi oleh mazhab, metode, dan konteks sejarah yang berbeda. Menggunakan metode tafsir muqaran, penelitian ini membandingkan ayat, hadis, dan penafsiran ulamauntuk memperoleh pemahaman yang lebih holistik. Studi literatur digunakan untuk mengeksplorasi keunggulan dan tantangan metode ini. Hasil menunjukkan bahwa tafsir bermetode muaqaran memperluas wawasan tentang al-Qur'an, menyatukan perbedaan penafsiran menjadi kesatuan yang saling melengkapi, mengurangi fanatisme, dan meningkatkan keterbukaan antar mazhab. Metode ini terbukti efektif dalam memperkaya pemahaman al-Qur'an dan mendekatkan perspektid penafsiran yang beragam, meskipun memerlukan analisis kritis yang mendalam. ?Kesimpulannya, tafsir muqaran adalah pendekatan yang relevan untuk mendorong dialog antar mazhab dan menciptakan pemahaman yang inklusif terhadap teks suci al-Qur'an, emnjadikannya alat penting untuk membangun harmoni dan toleransi dalam kajian keislaman.
Transformasi Tafsir Muqaran: (Analisis Metode Perbandingan Dalam Penafsiran) Jahira, Jahira Salsabila Nurul Imam; Faisal, Faisal al-Habsyi
AL-IBANAH Vol. 10 No. 1 (2025): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/hgw9bc38

Abstract

Penelitian ini membahas kebutuhan untukmemahami perbedaan interpretasi al-Qur'an yang dipengaruhi oleh mazhab, metode, dan konteks sejarah yang berbeda. Menggunakan metode tafsir muqaran, penelitian ini membandingkan ayat, hadis, dan penafsiran ulamauntuk memperoleh pemahaman yang lebih holistik. Studi literatur digunakan untuk mengeksplorasi keunggulan dan tantangan metode ini. Hasil menunjukkan bahwa tafsir bermetode muaqaran memperluas wawasan tentang al-Qur'an, menyatukan perbedaan penafsiran menjadi kesatuan yang saling melengkapi, mengurangi fanatisme, dan meningkatkan keterbukaan antar mazhab. Metode ini terbukti efektif dalam memperkaya pemahaman al-Qur'an dan mendekatkan perspektid penafsiran yang beragam, meskipun memerlukan analisis kritis yang mendalam. ?Kesimpulannya, tafsir muqaran adalah pendekatan yang relevan untuk mendorong dialog antar mazhab dan menciptakan pemahaman yang inklusif terhadap teks suci al-Qur'an, emnjadikannya alat penting untuk membangun harmoni dan toleransi dalam kajian keislaman.
Manajemen Internalisasi Nilai-Nilai Al-Qur’an di MI Persis 119 Cihamerang Jahira, Jahira Salsabila Nurul Imam
Al Mudzakarah Vol. 2 No. 2 (2025): Al Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Persis 119 Cihamerang, Kabupaten Bandung, dengan fokus pada pelembagaan program tahfizh dan kegiatan tasmiʿ al-Qur’an sebagai ritual kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an berlangsung melalui tiga tahap manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan menggunakan metode talaqqi, ziyādah, munaqosyah, dan tasmiʿ. Kegiatan tasmiʿ tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi hafalan, tetapi juga sebagai media legitimasi spiritual dan sosial yang memperkuat identitas Qur’ani lembaga serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Selain itu, penelitian ini menyoroti sinergi antara manajemen kelembagaan dan pedagogi berbasis nilai, yang menunjukkan bagaimana kepemimpinan, desain kurikulum, dan keterlibatan orang tua secara kolektif mendukung keberlanjutan program Qur’ani. Hasil penelitian ini menegaskan relevansi teori internalisasi Berger dan Luckmann dalam konteks pendidikan Islam, di mana nilai-nilai Qur’ani mengalami proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi melalui praktik kelembagaan yang berulang. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model manajemen pendidikan Islam berbasis nilai-nilai Qur’ani di tingkat madrasah dasar dan menawarkan kerangka kerja yang dapat direplikasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya yang ingin mengintegrasikan keunggulan spiritual dan organisasional.