Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Persis 119 Cihamerang, Kabupaten Bandung, dengan fokus pada pelembagaan program tahfizh dan kegiatan tasmiʿ al-Qur’an sebagai ritual kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an berlangsung melalui tiga tahap manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan menggunakan metode talaqqi, ziyādah, munaqosyah, dan tasmiʿ. Kegiatan tasmiʿ tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi hafalan, tetapi juga sebagai media legitimasi spiritual dan sosial yang memperkuat identitas Qur’ani lembaga serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Selain itu, penelitian ini menyoroti sinergi antara manajemen kelembagaan dan pedagogi berbasis nilai, yang menunjukkan bagaimana kepemimpinan, desain kurikulum, dan keterlibatan orang tua secara kolektif mendukung keberlanjutan program Qur’ani. Hasil penelitian ini menegaskan relevansi teori internalisasi Berger dan Luckmann dalam konteks pendidikan Islam, di mana nilai-nilai Qur’ani mengalami proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi melalui praktik kelembagaan yang berulang. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model manajemen pendidikan Islam berbasis nilai-nilai Qur’ani di tingkat madrasah dasar dan menawarkan kerangka kerja yang dapat direplikasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya yang ingin mengintegrasikan keunggulan spiritual dan organisasional.
Copyrights © 2025