Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan kecemasan terhadap pernikahan pada perempuan dewasa awal yang orang tuanya mengalami perceraian. Perceraian orang tua dapat menimbulkan dampak psikologis yang mendalam, seperti ketakutan akan kegagalan pernikahan, ketidakstabilan hubungan, dan kekhawatiran akan pengulangan pola trauma dalam kehidupan berkeluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA) yang melibatkan lima responden perempuan dewasa awal usia 20-40 tahun yang tumbuh dalam keluarga yang bercerai. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan pernikahan yang dialami dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, dinamika keluarga, dan faktor psikologis seperti kepercayaan diri dan komunikasi. Responden menunjukkan kekhawatiran terkait pengulangan kegagalan hubungan orang tua, kesulitan dalam membangun kepercayaan, dan ketidakpastian dalam mempertahankan hubungan. Namun, melalui proses refleksi dan strategi coping, mereka berusaha membangun sikap positif dalam menyikapi masa depan pernikahan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis sebagai dasar pengembangan intervensi psikologis untuk mendukung individu dewasa awal yang menghadapi kecemasan pernikahan akibat pengalaman perceraian orang tua.