Khaerun Nisa
Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POLA KOMUNIKAISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMAN 5 MATARAM Khaerun Nisa; Ni Made Novi Suryanti; Hairil Wadi; Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 02 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i2`.5494

Abstract

Penelitian bertujuan ini mengetahui (1) bagaimana pola kepemimpinan komunikasi kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram (2) bagaimana hambatan komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram (3) bagaimana upaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan mengatasi hambatan komunikasi dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data penelitian yaitu data primer dan sekunder. Sumber data penelitian adalah subjek dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi & dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis data Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian (1) pola komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram menggunakan 3 pola yaitu pola komunikasi roda, rantai dan bintang (2) hambatan komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram yaitu terjadi karena perbedaan karakter dan kepribadian serta perbedaan pendapat dan pemikiran antara guru dengan kepala sekolah , (3) upaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan mengatasi hambatan komunikasi dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram yaitu dengan kepala sekolah menyederhanakan bahasa, adanya perasaan empati dan guru menyimak secara efektif.