M. Surif
Universitas Negeri Medan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Membaca Teks Non Sastra Menggunakan Strategi SQ3R (Survey, Question, Read, Recall / Recite, Review) Berbasis Kurikulum Merdeka Untuk Peserta Didik Kelas 7 SMP IT Darul Azhariyun Devira Syabila Harahap; M. Surif; Muharrina Harahap
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pengembangan bahan ajar yang dilakukan terhadap kemampuan membaca teks non siswa kelas VII SMP IT Darul Azhariyun. Populasi dalam penelitian ini ialah siswa kelas VII. Sampel dalam penelitian ini ialah dibagi dua, menjadi satu kelas control dan satu kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 15 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancar, dan kuseioner. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan model pengembangan Thiagarajaran 4D. Berdasarkan hasil penelitian maka diketahui bahwa pengembangan bahan ajar efektif terhadap kemampuan membaca teks non sastra siswa kelas VII SMP IT Darul Azhariyun. keefektivan pengembangan materi menggunakan bahan ajar ini yang diperoleh datanya dari hasil uji coba kelas kontrol dan eksperimen menunjukan bahwa kelas eksperimen mendapatkan nilai 82.000 atau 82% yang termasuk dalam kategori efektif, sedangkan untuk kelas kontrol mendapatkan nilai 58.000 atau 59% termasuk dalam kategori tidak efektif. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan mododel pengembangan 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Pengembangan ini melalui 4 Tahapan yaitu (define, design, development and dissemination)
Analisis Penggunaan Media Sosial dan Kebiasaan Code Mixing terhadap Kemampuan Berbahasa Indonesia Formal Mahasiswa dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah di Perguruan Tinggi Nadila Wulandari; Suratya Marsoit; Roberto Lumbangaol; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial dan kebiasaan code mixing serta keterkaitannya dengan kemampuan berbahasa Indonesia formal mahasiswa dalam penulisan karya tulis ilmiah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa yang diikuti kebiasaan penggunaan bahasa campuran antara bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa aktif menggunakan media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube dengan durasi penggunaan yang cukup lama. Dalam komunikasi sehari-hari, mahasiswa cenderung menggunakan bahasa santai, bahasa gaul, dan code mixing karena dianggap lebih menarik dan mempermudah komunikasi. Meskipun mahasiswa memahami pentingnya penggunaan bahasa Indonesia formal dalam karya ilmiah, masih ditemukan penggunaan bahasa tidak baku dalam tugas akademik dan presentasi. Kebiasaan penggunaan bahasa campuran di media sosial turut memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa Indonesia formal pada penulisan karya tulis ilmiah.
Analisis Perubahan Gaya Bahasa Mahasiswa dalam Penggunaan Media Sosial Dinda Arini; Afrida Afrida; Flanella Natama Harahap; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3673

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmenganalisisperubahangayabahasamahasiswadalampenggunaan media sosial. Metode yang digunakanadalahpenelitiankualitatifdenganfokus pada penggunaanbahasamahasiswadalamkomunikasi digital sehari-hari. Hasil penelitianmenunjukkanbahwa media sosialseperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok memengaruhigayabahasamahasiswamenjadilebihsantai, singkat, dan tidak formal. Mahasiswacenderungmenggunakanbahasagaul, singkatan, istilah viral, sertacampuranbahasa Indonesia dan bahasaInggrisdalamkomunikasi digital. Penggunaanbahasatersebutdianggaplebihpraktis, modern, dan sesuaidenganperkembangankomunikasi di era digital. Meskipundemikian, mahasiswatetapmenyadaripentingnyapenggunaanbahasa Indonesia yang baik dan benardalamsituasi formal dan akademik. Penelitianinimenunjukkanbahwa media sosialmemilikipengaruhbesarterhadapperkembangangayabahasamahasiswa di era digital.
Analisis Dampak Penggunaan Bahasa Daerah terhadap Kemampuann Berbahasa Indonesia Mahasiswa dalam Komunikasi Sehari-hari Ririn Siahaan; Yuni Erlina Sitompul; Best Maridup P. Silaban; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan bahasa daerah terhadap kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa dalam komunikasi sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima mahasiswa dari suku Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, dan Jawa. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa daerah masih sangat mendominasi kehidupan sehari-hari mahasiswa, terutama di dalam keluarga, lingkungan sosial, dan kampus. Penggunaan Bahasa daerah memiliki dampak pada kemampuan berbahasa Indonesia, termasuk munculnya campur kode, penggunaan aksen lokal, kesulitan dalam memilih kosakata formal, dan rendahnya kepercayaan diri saat berbicara Bahasa Indonesia baku di situasi akademis. Meskipun begitu, penggunaan bahasa daerah juga memberikan sisi positif, yaitu memperkuat hubungan sosial dan mempertahankan identitas budaya lokal. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat mengatur penggunaan bahasanya sesuai dengan konteks, sambil tetap melestarikan bahasa daerah tanpa mengurangi kemampuan dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Analisis Penggunaan Istilah Asing (Bahasa Inggris) terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia pada Mahasiswa di Lingkungan Kampus Fistauli Sidabutar; Hotmauli Marselina Marpaung; Nana Myagi Lumbantobing; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemakaian istilah luar/bahasa asing (bahasa Inggris),dalam pemakaian bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif. Metode pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian yatu mahasiswa,Program Studi PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan istilah bahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari, sudah cukup sering digunakan , baik dalam aktivitas kuliah, organisasi, ataupun media sosial. Istilah seperti deadline,online, upload, download feedback,meeting, menjadi elemen dalam kebiasaan berinteraksi mahasiswa dalam area kampus. Pemakaian istilah bahasa Inggris terpengaruh oleh kemajuan teknologi, platform media sosial, jaringan internet, dan suasana interaksi mahasiswa.Selain itu, pemakaian istilah bahasa Inggris dinilai dapat memperlancar komunikasi.karena lebih efisien, ringkas, dan mudah dimengerti. Namun, penerapan istilah bahasa Inggris yang berlebihan juga memengaruhi penggunaan bahasa Indonesia,seperti adanya kebiasaan menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari,khusus nya dilingkungan akademik yang seharusnya formal baku.Namun, mahasiswa tetap menyadari betapa pentingnya melestarikan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan dan identitas bangsa,terutama dalam aktivitas akademis dan keadaan resmi di area kampus.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemakaian istilah asing (bahasa Inggris) di lingkungan Kampus menjadi elemen penting dalam pola komunikasi mahasiswa, namun penerapannya harus tetap dikendalikan agar penggunaan bahasa Indonesia tetap terjaga dengan baik.