Harimawan, Dwi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DIMENSI KEILMUAN USHUL FIQH DALAM INTELERASI WAHYU DAN LOGIKA: KAIDAH DAN PENERAPANNYA Harimawan, Dwi; Sopingi, Imam
Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Al-Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dimensi keilmuan Ushul Fiqh dalam integrasi wahyu dan logika untuk menetapkan kaidah hukum Islam yang relevan dengan tantangan kontemporer. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis terhadap literatur klasik dan kontemporer serta wawancara ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi wahyu dan logika memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan hukum Islam, terutama melalui kaidah seperti qiyas, istihsan, dan prinsip al-Maqasid al-Shariah. Meskipun wahyu menjadi pedoman utama, pendekatan logis diperlukan untuk menghadapi realitas modern. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam mencapai keseimbangan antara wahyu dan logika serta merekomendasikan pendekatan holistik untuk memastikan relevansi hukum Islam di era modern.
DIMENSI KEILMUAN USHUL FIQH DALAM INTELERASI WAHYU DAN LOGIKA: KAIDAH DAN PENERAPANNYA Harimawan, Dwi; Sopingi, Imam
Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Al-Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/wst.v9i2.1324

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dimensi keilmuan Ushul Fiqh dalam integrasi wahyu dan logika untuk menetapkan kaidah hukum Islam yang relevan dengan tantangan kontemporer. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis terhadap literatur klasik dan kontemporer serta wawancara ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi wahyu dan logika memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan hukum Islam, terutama melalui kaidah seperti qiyas, istihsan, dan prinsip al-Maqasid al-Shariah. Meskipun wahyu menjadi pedoman utama, pendekatan logis diperlukan untuk menghadapi realitas modern. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam mencapai keseimbangan antara wahyu dan logika serta merekomendasikan pendekatan holistik untuk memastikan relevansi hukum Islam di era modern.
Integrasi Nilai-Nilai Islam Dalam Organizational Citizenship Behavior (OCB): Sebuah Literature Review Harimawan, Dwi; Sopingi , Imam; Musfiroh, Anita
JIES : Journal of Islamic Economics Studies Vol. 7 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/jies.v7i2.12086

Abstract

Organizational Citizenship Behavior Islamic Perspective (OCBIP) merupakan pengembangan konsep Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam perilaku sukarela anggota organisasi. Kajian ini bertujuan menganalisis konsep OCBIP serta menjelaskan integrasi nilai-nilai Islam dalam perilaku kewargaan organisasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan OCB, OCBIP, serta manajemen sumber daya insani. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan tema-tema yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam dalam OCB. Hasil kajian menunjukkan bahwa ikhlas, amanah, ihsan, ta'awun, ukhuwah, keadilan, dan tanggung jawab merupakan nilai utama yang membentuk OCBIP. Nilai-nilai tersebut mendorong individu untuk memberikan kontribusi terbaik kepada organisasi sebagai bentuk tanggung jawab profesional sekaligus ibadah kepada Allah SWT. Selain meningkatkan efektivitas organisasi, OCBIP juga berperan dalam membangun budaya organisasi Islami yang berlandaskan integritas, kerja sama, dan kemaslahatan bersama. Temuan ini menunjukkan bahwa OCBIP dapat menjadi kerangka konseptual dalam pengembangan perilaku organisasi yang produktif, etis, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.