Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Relasi Makna Sinonimi Yang Terdapat Dalam Novel “Janji” Karya Tere Liye Yohana Siu; Woli Namang
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v3i1.550

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan tentang relasi makna yang bermakna sinonimi dalam novel Janji karya Tere Liye melibatkan relasi yang sarat dengan makna dan sinonim.cerita ini memaparkan hubungan antara karakter dengan latar belakang emosional yang mendalam,dimana janji-janji menjadi landasan utama.sinonim-sinonim kuat untuk digunakan untuk mengambarkan perasaan dan perjalanan karakter,menciptakan atmosfer yang kaya akan makna. Relasi makna mengacu pada hubungan antara makna dua atau lebih unsur, konsep, atau entitas dalam konteks tertentu. Ini bisa berarti hubungan makna antara kata-kata, frasa, kalimat, atau konsep-konsep yang saling terkait. Relasi makna merupakan aspek penting dalam bidang semantik, yang mempelajari makna dalam bahasa.Relasi makna adalah area kompleks dalam studi bahasa dan semantik,karena makna dapat bervariasi tergantung pada konteks dan konvensi bahasa.studi tentang relasi makna membantu kita memahami bagaimana kata-kata dan konsep-konsep berinteraksi dalam bahasa untuk menyampaikan makna yang lebih kaya dan nuansawan. sinonim merupakan komponen penting dalam ilmu linguistik yang menyoroti struktur makna dan hubungan antar makna kata-kata. Sinonim terdiri dari satuan bahasa yang memiliki bentuk yang berbeda namun maknanya sama atau mirip. Sinonim membentuk hubungan semantik antara kata-kata yang memiliki kesamaan makna sesuai dengan tujuan penggunaannya. Dengan demikian, sinonim dapat dianggap sebagai kata-kata yang memiliki persamaan arti, yaitu dua kata atau lebih yang mempunyai makna yang sama atau hampir sama. Novel merupakan salah satu dari karya sastra. Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh secara utuh. novel merupakan suatu karya fiksi yang menawarkan suatu dunia yaitu dunia yang berisi suatu model yang diidealkan, dunia imajiner, yang dibangun melalui berbagai sistem intrinsiknya, seperti peristiwa, plot, tokoh (penokohan), latar, sudut pandang, dan nilai-nilai yang semuanya tentu saja bersifat imajiner.
Dominasi Bahasa Ibu di Sekolah: Tantangan Penggunaan Bahasa Indonesia di Tingkat SMP Marselina Ferdy Rante; Yohana Siu; Ahmad Alvian Sumarlin; Rikardus Nasa
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 4 No. 2 (2026): Bhinneka
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v4i2.1652

Abstract

This study examines the dominance of mother tongue use in junior high school environments and its implications for the use of Indonesian as the language of instruction. The research is grounded in the sociolinguistic reality of multilingual Indonesian society, where students tend to rely on their first language in daily communication. The objective of this study is to analyze the factors influencing the dominance of mother tongue, its impacts on students’ Indonesian language proficiency, and its pedagogical implications. This study employs a qualitative approach using a literature review design, analyzing relevant scholarly sources published in recent years. The findings indicate that the dominance of mother tongue is influenced by linguistic, social, and psychological factors, including family environment, peer interaction, and limited Indonesian vocabulary mastery. The study reveals dual impacts: while mother tongue use facilitates comprehension and increases students’ confidence, it also potentially hinders formal Indonesian language development and leads to language interference. The study concludes that mother tongue should not be viewed solely as a barrier but as a potential pedagogical resource. The implications suggest that educators should adopt contextual bilingual strategies to optimize Indonesian language learning in multilingual classrooms.