Novi Purnama Koswara
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komposisi Musik “ASTRA(F)OBIA” sebagai Interpretasi Fobia Petir Karya Gavin Wiyanto (Analisis Komposisi Musik Instrumental untuk Ansambel Gesek) Koswara, Novi Purnama
IRAMA Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/irama.v5i1.56350

Abstract

Astrafobia merupakan salah satu gangguan mental yang membuat pengidapnya merasakan ketakutan yang berlebihan terhadap petir dan kilat. Gavin Wiyanto, seorang komposer muda yang menjalani studi komposisi di Austria mengidap fobia tersebut. Ia menginterpretasikan fobianya ke dalam bentuk komposisi musik untuk format ansambel gesek yang diberi judul ASTRA(F)OBIA, yang diolah dengan menggunakan nada Ab, Eb, B, D, F, Bb, dan A sebagai bahan dasarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengolahan elemen-elemen musik dalam komposisi musik kontemporer ASTRA(F)OBIA yang dapat dijadikan sebagai bahan kajian dan referensi bagi komposer maupun akademisi dalam proses penggarapan maupun pengkajian suatu karya musik. Metode analisis konten dilakukan dengan membedah komposisi musik ASTRA(F)OBIA secara parsial melalui audio/video pertunjukan dan partitur dari komposer untuk dapat menggali dan memahami konten dalam komposisi musik tersebut sehingga mendapatkan kesimpulan yang diharapkan. Dalam penelitian ini, penulis mendapatkan beberapa temuan, yaitu dalam komposisi musik ASTRA(F)OBIA terdapat pengolahan harmoni disonan, teknik aleatorik, poly rhythm, dan tekstur homofonik serta polifonik untuk menginterpretasikan ketakutan dan kegelisahan dari sang komposer. 
Dari Ekspresi Kreatif ke Nilai Tukar: Proses dan Hasil Komodifikasi Musik dalam Album “Photograph” Karya Grup Band Themilo Shabira Rajwa Wiriasukma Radhinata; Henry Virgan; Novi Purnama Koswara
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi musik dari ekspresi kreatif menjadi nilai tukar melalui komodifikasi album “Photograph” karya grup band Themilo. Album ini berangkat dari pengalaman personal dan proses kreatif yang bertujuan merepresentasikan berbagai emosi, pengalaman dan narasi. Namun, dalam perkembangan industri musik, karya musik tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi artistik, tetapi juga sebagai komoditas yang dipengaruhi oleh dinamika ekonomi, teknologi dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus berdasarkan kerangka Robert K. Yin. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan dukungan teknik pattern matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komodifikasi album “Photograph” berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari pengembangan ide, produksi, hingga distribusi dalam format fisik dan digital. Proses tersebut menghasilkan berbagai bentuk nilai tukar, tidak hanya berupa keuntungan ekonomi, tetapi juga peluang pertunjukan, atensi audiens, capaian streaming, konten visual seperti artwork dan music video, serta merchandise. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai guna musik sebagai ekspresi artistik dapat bertransformasi menjadi berbagai bentuk nilai tukar. Selain memperkuat konsep komodifikasi musik dalam perspektif ekonomi politik komunikasi, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa musisi independen dapat mempertahankan identitas artistiknya sekaligus menghasilkan nilai ekonomi melalui strategi distribusi dan pengemasan karya yang adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Themilo berhasil mengkomodifikasikan karya musiknya yang awalnya berangkat dari ekspresi kreatif menjadi nilai tukar melalui berbagai bentuk keuntungan ekonomi dan non-ekonomi.