Andi Yusuf, Etni Grace
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyampaian Khotbah Melalui Media Live Streaming Sebagai Upaya Membangun Spiritualitas di Era Digital Hondro, Menas Misahati; Andi Yusuf, Etni Grace
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen - November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i1.36

Abstract

This study aims to examine the use of live streaming sermons as an effort to build congregational spirituality. This study uses a literature study method to explore the urgency of sermons in strengthening the faith and spirituality of congregations, especially in the era of digital society. Through a review of various studies, this article presents two important aspects: first, the role of sermons in shaping a deeper understanding and practice of spirituality, and second, the church's response to changes in the social and technological context, including the phenomenon of live streaming sermons. The importance of sermons in guiding, inspiring, and deepening the faith of congregations is evident in various studies that highlight their positive effects in building spirituality, both in the millennial and Z generations and in Christians in general. Meanwhile, the church's adaptation to technological challenges has given rise to the phenomenon of live streaming sermons, which offer new flexibility and accessibility in worship, but also raise considerations related to personal interaction and the sustainability of the values of the spiritual community. In this context, this article emphasizes that sermons remain a vital instrument in building Christian spirituality, while adaptation to changes in the times and technology is a challenge that must be overcome wisely. Thus, sermons are not only a means of conveying spiritual messages, but also an opportunity to deepen the worship experience and expand the reach of church services in this digital era.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meneliti penggunaan khotbah live streaming dalam sebagai upaya membangun spiritualitas jemaat.  Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengeksplorasi urgensi khotbah dalam memperkuat iman dan spiritualitas jemaat, terutama dalam era masyarakat digital. Melalui tinjauan terhadap berbagai penelitian, artikel ini menyajikan dua aspek penting: pertama, peran khotbah dalam membentuk pemahaman dan praktek spiritualitas yang lebih dalam, dan kedua, respons gereja terhadap perubahan konteks sosial dan teknologi, termasuk fenomena khotbah live streaming. Pentingnya khotbah dalam membimbing, menginspirasi, dan memperdalam iman jemaat terbukti dalam berbagai penelitian yang menyoroti efek positifnya dalam membangun spiritualitas, baik pada generasi milenial dan Z maupun pada umat Kristen pada umumnya. Sementara itu, adaptasi gereja terhadap tantangan teknologi memunculkan fenomena khotbah live streaming, yang menawarkan fleksibilitas dan aksesibilitas baru dalam ibadah, tetapi juga menimbulkan pertimbangan terkait dengan interaksi personal dan keberlangsungan nilai-nilai komunitas rohani. Dalam konteks ini, artikel ini menegaskan bahwa khotbah tetap menjadi instrumen vital dalam membangun spiritualitas umat Kristen, sementara adaptasi terhadap perubahan zaman dan teknologi menjadi tantangan yang harus diatasi dengan bijak. Dengan demikian, khotbah bukan hanya sekadar sarana penyampaian pesan rohani, tetapi juga peluang untuk memperdalam pengalaman ibadah dan memperluas jangkauan pelayanan gereja di era digital ini.
Penerapan Metode Khotbah Alkitabiah Untuk Meningkatkan Partisipasi  Jemaat Kristin, Violentina; Andi Yusuf, Etni Grace
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v3i1.845

Abstract

The purpose of this study is to determine how the application of biblical preaching methods to increase congregational participation. Methods can help a preacher in conveying God's intentions, goals and messages to the congregation so that the congregation can receive and understand what is conveyed from the sermon. Preaching is a communication process that has a divine dimension. In this case, God, as Creator and Redeemer, continuously communicates through His word to mankind, through a preacher. Thus, preaching can be viewed as a communication process consisting of the text of the Bible (God's Word) as a source of news, messages, and recipients of messages. More often than not, preaching is understood as humans talking about God, but in fact preaching is about God speaking to humans through a preacher. This study uses qualitative methods to reveal data. The results of this study indicate that the application of methods in preaching to increase congregational participation in responding to sermons.
Tanggapan Iman Kristen Terhadap Pandangan-pandangan Teologi Feminis Andi Yusuf, Etni Grace; Sugiharto, Ayub; Iyai, Fincen
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 3 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v3i2.858

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana tanggapan iman Kristen terhadap perkembangan teologi feminis yang di mulai dari sebuah gerakan di Inggris pada abad 17 berkembang pesat di abad 19 dan 20 dalam bentuk sebuah ajaran atau teologi.  Teologi feminis tergolong dalam teologi pembebasan dimana pengaruhnya begitu besar  merasuki perkembangan teologi kekristenan dalam gereja. Berdasarkan penelitian, karakter paling jelas dari gerakan feminisme adalah lebih kepada bentuk protes terhadap sikap subordinansi gender dan diskriminasi kaum perempuan yang telah terjadi selama berabad-abad baik di dunia sekuler maupun di dalam kehidupan iman Kristen atau gereja. Istilah feminis itu sendiri telah menimbulkan anggapan yang menimbulkan pengharapan sekaligus ketakutan.    Oleh sebab itu perlu pemahaman tentang sejarah latar belakang munculnya teologi feminis dalam dunia kekristenan, supaya orang percaya atau gereja masa kini waspada pada bahaya perkembangan teologi-teologi kontemporer termasuk teologi feminis ini, sehingga gereja masa kini dapat siap menghadapi berbagai dampaknya.   Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan studi kepustakaan, diketahui bahwa ada beberapa pandangan teologi feminis yang bisa membahayakan dalam kehidupan kekristenan.  Selain itu ditemukan pula bahwa terdapat beberapa tanggapan yang diberikan gereja masa kini terhadap pandangan teologi feminis. 
Strategi Penginjilan Kontekstual Rasul Paulus Berdasarkan 1 Korintus 9:19-27 Pasa, Iskandar Dinata; Andi Yusuf, Etni Grace
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i1.893

Abstract

In the era of disruption, contextual evangelism is always needed as a model of approach for preaching the gospel. This article aims to study the Apostle Paul's contextual evangelism strategy in Corinth based on 1 Corinthians 9:19-27. Contextual can be interpreted as a persuasive approach in preaching the gospel that can be accepted according to the local context. Using a descriptive qualitative method, the author analyzes how the Apostle Paul's contextual service strategy in the city of Corinth is based on 1 Corinthians 9:19-27. The author collects various information using a literature approach and applies the principle of hermeneutics through an exegetical approach to the keywords contained in the text. Based on the analysis carried out, it is concluded that the Apostle Paul used several strategies in carrying out contextual evangelism in the city of Corinth. The strategies used are: interactive dialogue, evangelism by identifying culture, and lifestyle evangelism.Dalam era disrupsi, penginjilan kontekstual senantiasa diperlukan sebagai model pendekatan bagi pemberitaan Injil. Artikel ini bertujuan untuk mempelajari strategi penginjilan kontekstual Rasul Paulus di Korintus berdasarkan 1 Korintus 9:19-27.  Kontekstual dapat diartikan pendekatan secara persuasif dalam pemberitaan Injil  yang dapat diterima sesuai konteks setempat.  Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penulis menganalisa bagaimana strategi pelayanan kontekstual Rasul Paulus di kota Korintus berdasarkan 1 Korintus 9:19-27.   Penulis mengumpulkan berbagai informasi dengan menggunakan pendekatan literatur dan menerapkan prinsip hermeneutika melalui pendekatan eksegesa terhadap kata-kata kunci yang terdapat dalam teks.  Berdasarkan analisa yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa Rasul Paulus menggunakan beberapa strategi dalam melaksanakan penginjilan kontekstual di Kota Korintus.  Strategi yang digunakan adalah: dialog interaktif, penginjilan dengan melakukan indentifikasi budaya, dan penginjilan gaya hidup.