Sugiharto, Ayub
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MEMPERSIAPKAN KHOTBAH YANG EFEKTIF Sugiharto, Ayub; Anshori, Vebi Wijayanti
Alucio Dei Vol 8 No 2 (2024): Alucio Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v8i2.139

Abstract

Penelitian ini menyelidiki kecerdasan buatan atau biasa disebut dengan Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan khotbah yang efektif dengan berfokus pada jenis AI yang digunakan dalam mempersiapkan khotbah dan menganalisis dampak positif dan dampak negatif. Melalui metode penelitian yang melibatkan tinjauan pustaka dan studi kasus dari gereja yang menggunakan teknologi AI penelitian ini menyoroti menfaat AI untuk meningkatkan efisiensi dalam mempersiapkan khotbah, konsistensi pesan yang disampaikan dan membantu untuk mengakses secara cepat untuk menemukan sumber referensi teologis. Namun, penelitian ini juga menyoroti kurangnya terkait dampak penggunaan AI dalam mempersiapkan khotbah seperti kurangnya kedalamam emosional dan nuansa khotbah yang dihasilkan AI serta aspek etis seputar penggunaan AI dalam konteks mempersiapkan khotbah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang penting bagi para pemimpin agama atau pengkhotbah, memberi pengetahuan tentangan perkembangan teknologi dan akademisi yang tertarik dalam perpaduan antara teknologi modern dan tradisi keagamaan. Kata Kunci: Kecerdasan buatan, mempersiapkan, khotbah yang efektif
PERAN GEMBALA JEMAAT SEBAGAI PENGKHOTBAH: TANTANGAN DAN STRATEGI MASA KINI DALAM MENGOMUNIKASIKAN PESAN INJIL Sugiharto, Ayub; Widyanti, Kezia Putri
Alucio Dei Vol 8 No 2 (2024): Alucio Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v8i2.143

Abstract

Seorang pengkhotbah harus bisa memberikan kesan yang lebih baik kepada jemaat. Seorang pengkotbah dalam kehidupannya juga harus memiliki kewibawaan. Tujuan penulisan artikel ini adalah bagaimana membangun wibawa pengkhotbah pada masa kini melalui peran, tantangan serta strategis yang digunakan dalam mengkomunikasikan Injil. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode pendekatan kualitatif untuk mendalami masalah yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan data dari berbagai artikel jurnal, buku serta situs berita online yang dapat dipercaya untuk mendapatkan informasi tentang peran, tantangan dan strategi efektif dalam mengomunikasikan pesan Injil. Jadi hasil dari semua pembahasan ini adalah bahwa wibawa pengkhotbah dapat dibangun melalui peran pengkhotbah didalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya, tantangan masa kini yaitu kemajuan teknologi, dan sikap kritis serta selektif terhadap berbagai pandangan teologi yang bermunculan.
Khotbah Ekspositori sebagai Jembatan antara Teks Suci dengan Konteks Kehidupan: Sebuah Studi pada Gereja Pantekosta Tabernakel Surabaya Lumbanbatu, Arjuna; Sugiharto, Ayub
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding the teachings of the Bible is a need of the congregation throughout the history of the church. In particular, today's congregation in the midst of the development of the digital world, is required to understand its faith correctly and relevant to the times. The Bible is the highest authority in the teaching and practical life of the congregation, especially in the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper. However, for the congregation of the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper, understanding the Bible is not easy, because there is a gap between the text of the Bible and the context of this congregation living in the present. There are differences in language, socio-cultural, political and religious that are very contrasting between the context of the Bible and the present. Expository preaching plays an important role as a bridge between the text of the Bible and the congregation. Through a descriptive qualitative method, the research was conducted by collecting and analyzing library data and then comparing it with the factual situation in the field. In addition, observations were made of sermon archives at the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper in the last four years, as well as short interviews related to the development of the topics discussed with several congregations. From the research, it was found that expository preaching is able to bridge the Bible text with today's congregation, specifically in the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper. First, expository preaching rephrases the Bible's teachings into today's language; second, expository preaching structures the sermon in a systematic way that is easy for the congregation to understand; third, it helps the congregation participate in Bible teaching; and fourth, it increases the congregation's interest in Biblical teaching.   Abstrak Memahami pengajaran Alkitab adalah kebutuhan jemaat sepanjang sejarah gereja. Secara khusus jemaat masa kini ditengah-tengah perkembangan dunia digital, diharuskan untuk mengerti imannya secara benar dan relevan dengan zaman. Alkitab adalah otoritas tertinggi dalam pengajaran maupun kehidupan praktis jemaat, khususnya di Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong. Namun bagi jemaat Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong, memahami Alkitab bukanlah hal yang mudah, karena adanya kesenjangan antara teks Alkitab dengan konteks jemaat ini yang hidup di masa kini. Ada perbedaan bahasa, sosial budaya, politik serta keagamaan yang sangat kontras antara konteks Alkitab dan masa kini. Khotbah ekspositori menjadi penting peranannya sebagai jembatan antara teks Alkitab dan jemaat. Melalui metode kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan dengan pengumpulan dan analisa data-data kepustakaan kemudian dikomparasi dengan situasi faktual di lapangan. Selain itu dilakukan pengamatan terhadap arsip-arsip khotbah di Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong empat tahun belakangan ini, juga wawancara singkat terkait perkembangan topik yang dibahas dengan beberapa jemaat. Dari penelitian diperoleh fakta bahwa khotbah ekspositori mampu menjembatani antara teks Alkitab dengan jemaat masa kini, secara khusus di Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong. Pertama, khotbah ekspositori membahasakan ulang pengajaran Alkitab kepada bahasa masa kini; kedua, khotbah ekspositori menyusun khotbah dalam sistematika yang mudah untuk dipahami jemaat; ketiga, membantu partisipasi jemaat terhadap pengajaran Alkitab; dan keempat, meningkatkan minat jemaat terhadap pengajaran yang Biblikal.  
Konsep Trilogi Kepemimpinan Ki Hajar Dewantara dan Implementasinya bagi Pendidikan Kristiani Sugiharto, Ayub; Kristanti, Sri Puji
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 7 No 2: November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The educational trilogy of Ki Hajar Dewantara has made a significant contribution to the development of education in Indonesia. The purpose of this study is to identify how the concept of Ki Hajar Dewantara's leadership trilogy is implemented in the context of Christian education. In facing the changing times in the current era of globalization, it is important for educators to re-understand the concept of education in the educational trilogy. This trilogy consists of three things, namely: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. By applying qualitative descriptive methods and literature approaches, it can be concluded that the application of the concept of the educational trilogy in Christian education will support teachers in playing their roles well, both as good examples, facilitators, and motivators for students.   Abstrak Trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara telah memberikan sumbangan besar bagi pendidikan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat konsep trilogi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara diimplementasikan dalam konteks pendidikan Kristen. Dalam menghadapi perubahan zaman di era globalisasi saat ini, penting bagi pendidik untuk kembali memahami konsep pendidikan dalam Trilogi pendidikan. Trilogi ini terdiri dari tiga hal, yaitu: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan literatur, dapat disimpulkan bahwa penerapan konsep trilogi pendidikan pada pendidikan Kristen akan mendukung guru dalam memainkan peran mereka dengan baik, baik sebagai contoh yang baik, fasilitator, maupun motivator bagi siswa.  
Pentingnya Peran Khotbah Kebangunan Rohani dalam Jemaat Masa kini Respatya, Kezia Nonce Grace Yulia; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v3i1.840

Abstract

Kebangunan rohani merupakan elemen penting dalam perjalanan iman Kristen, khususnya melalui khotbah yang mampu membangkitkan semangat rohani jemaat dan memperbarui komitmen kepada Tuhan. Artikel ini membahas peran strategis khotbah kebangunan rohani dalam konteks gereja masa kini, yang dihadapkan pada tantangan perkembangan teknologi, sekularisasi, dan individualisme. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji bagaimana khotbah kebangunan rohani berperan dalam memulihkan visi dan misi gereja, menumbuhkan semangat pelayanan, serta memperkuat komitmen iman jemaat. Dengan fokus pada penyampaian khotbah yang kuat, relevan, dan kontekstual, penelitian ini menyoroti dampak transformasional khotbah terhadap kehidupan rohani individu maupun komunitas gereja secara keseluruhan. Penelitian ini juga mengeksplorasi berbagai pandangan teologis dan sosiologis terkait relevansi khotbah kebangunan rohani di era modern, serta pentingnya doa dan kepemimpinan transformasional dalam pertumbuhan spiritual jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khotbah kebangunan rohani tidak hanya membawa pertobatan dan kesadaran spiritual, tetapi juga berperan signifikan dalam memperkuat kesatuan dan pelayanan dalam gereja.
Mengasihi Saudara-Saudara Seiman Berdasarkan Surat 1 Yohanes 3:14 dan Hambatan Dalam Penerapannya Oilla, Mordikai Mantur; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v3i1.844

Abstract

Humans as social creatures are supposed to live side by side with each other, but the reality that occurs in the history of human life is that conflicts often occur between fellow humans, whether in the family environment, social life or in the world of education and in the work environment; The point is that wherever there is social interaction, there is potential for conflict between humans. This problem occurred not by coincidence but as a result of the sinful human nature inherited from generation to generation from the first humans (Adam and Eve) but also as a way of life for humans in general at the end of time which is always selfish. With the presence of various modern technologies that attract attention and make it easier to meet everyone's needs, the circulation of hoax news and hate speech has also caused a lot of social conflict and caused a lot of commotion. Here is the presence and testimony of Christians as children of God who have received the gift of salvation; who have passed from death into life and enjoy fellowship with God who is Love, are required to show a different way of life, namely practicing a life of mutual love in social interactions with fellow humans in general, especially in fellowship with fellow believers or brothers. members of faith in a community or in a local church. Based on this reality, this research will discuss how love for fellow believers is proof of salvation so that every believer can live a life of love for one another.
Peran Roh Kudus Dalam Penginjilan Kontekstual Sugiharto, Ayub; Pekei, Yulianus
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 3 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v3i2.850

Abstract

Penelitian dengan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur ini dilakukan untuk menemukan apa peran Roh Kudus dalam penginjilan kontekstual.  Dalam melaksanakan Amanat Agung, gereja telah melakukan berbagai upaya penginjilan.  Banyak metode yang telah dipakai, demikian juga berbagai pendekatan yang dirasa relevan bagi Masyarakat.  Salah satu pendekatan yang digunakan untuk menjangkau orang atau komunitas yang belum mendengar Injil adalah pendekatan kontekstual.  Penginjilan dengan pendekatan kontekstual penting untuk dilakukan mengingat tidak ada metode dan strategi yang dapat digunakan di semua tempat, di semua masa dan setiap keadaan.  Perlu ada pendekatan lain yang sesuai dengan konteks budaya, adat kebiasaan, bahasa setempat sehingga lebih menyatu dan menyentuh kehidupan masyarakat dan Injil bisa diterima.  Namun demikian, kontekstualisasi hanyalah pendekatan manusiawi yang tidak menjamin hasil.  Roh Kuduslah pemegang peranan terpenting dalam penginjilan kontekstual.  Para penginjil kontekstual bisa memberitakan Injil, bertahan dalam situasi sulit dan menikmati hasil tuaian karena peran dari Roh Kudus.
Memahami Esensi kepemimpinan Rohani: Kajian Tentang Kemampuan Public Speaking Bagi Pengkhotbah Rianto, Fernando David; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 3 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v3i2.852

Abstract

Kepemimpinan rohani tidak hanya terkait dengan pengaruh rohani, tetapi juga dengan kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi orang lain melalui kata-kata. Dalam konteks pengkhotbah, kemampuan public speaking menjadi kunci untuk menyampaikan pesan rohani dengan efektif dan menarik bagi audiens. Tujuan dari artikel ini yaitu memahami esensi kepemimpinan rohani: kajian tentang kemampuan public speaking bagi pengkhotbah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi literatur, meneliti menggunakan data dari berbagai artikel jurnal, situs berita online dan berbagai buku untuk mendpatkan informasi yang deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman esensi kepemimpinan rohani yang efektif dan kemampuan public speaking yang baik yaitu public speaking yang mampu mempengaruhi pemikiran maupun perasaan audiensnya sangat berpengaruh bagi seorang pengkhotbah.
Tanggapan Iman Kristen Terhadap Pandangan-pandangan Teologi Feminis Andi Yusuf, Etni Grace; Sugiharto, Ayub; Iyai, Fincen
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 3 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v3i2.858

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana tanggapan iman Kristen terhadap perkembangan teologi feminis yang di mulai dari sebuah gerakan di Inggris pada abad 17 berkembang pesat di abad 19 dan 20 dalam bentuk sebuah ajaran atau teologi.  Teologi feminis tergolong dalam teologi pembebasan dimana pengaruhnya begitu besar  merasuki perkembangan teologi kekristenan dalam gereja. Berdasarkan penelitian, karakter paling jelas dari gerakan feminisme adalah lebih kepada bentuk protes terhadap sikap subordinansi gender dan diskriminasi kaum perempuan yang telah terjadi selama berabad-abad baik di dunia sekuler maupun di dalam kehidupan iman Kristen atau gereja. Istilah feminis itu sendiri telah menimbulkan anggapan yang menimbulkan pengharapan sekaligus ketakutan.    Oleh sebab itu perlu pemahaman tentang sejarah latar belakang munculnya teologi feminis dalam dunia kekristenan, supaya orang percaya atau gereja masa kini waspada pada bahaya perkembangan teologi-teologi kontemporer termasuk teologi feminis ini, sehingga gereja masa kini dapat siap menghadapi berbagai dampaknya.   Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan studi kepustakaan, diketahui bahwa ada beberapa pandangan teologi feminis yang bisa membahayakan dalam kehidupan kekristenan.  Selain itu ditemukan pula bahwa terdapat beberapa tanggapan yang diberikan gereja masa kini terhadap pandangan teologi feminis. 
Peran Majelis Dalam Pelaksanaan Disiplin Gereja Berdasarkan Matius 18:15 Bagi Anggota Jemaat Yang Melakukan Pelanggaran Dosa Supriyanto, Eko; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 3 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v3i2.860

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran majelis gereja dalam pelaksanaan disiplin gereja berdasarkan Matius 18:15.  Gereja ada karena kehendak Tuhan dan menjadi komunitas orang percaya untuk mengalami pertumbuhan rohani. Walaupun sudah menjadi anak-anak Allah, faktanya kuasa dosa tidak secara otomastis hilang dalam diri anak-anak Allah. Melakukan dosa berarti melenceng dari aturan Tuhan dan akibatnya adalah keterpisahan dengan Allah, walaupun seperti dekat dengan-Nya. Oleh karena itu majelis sebagai pemimpin gereja memiliki tanggungjawab tidak hanya mengawasi pertumbuhan rohani jemaat, tetapi juga menolong supaya jemaat meninggalkan dosa. Disiplin gereja merupakan sarana untuk menolong umat yang kedapatan melakukan dosa dengan tujuan supaya kembali di jalan Allah, namun jika disiplin salah dalam penerapan,  justru menimbulkan masalah baru. Dengan meneliti Matius 18:15 sesuai dengan prinsip hermeneutik, penelitian ini bertujuan menjelaskan prinsip-prinsip dalam pelaksanaan disipilin gereja bagi jemaat yang kedapatan melakukan dosa sesuai Matius 18:15. Hasil penelitian, disiplin adalah bentuk kasih kepada saudara seiman yang bertujuan menolong mereka untuk meninggalkan tabiat dosa dan mengalami pertumbuhan rohani. Sedangkan majelis sebagai eksekutor harus memiliki kedewasaan rohani.Â