Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Empati Dakwah Ustadz Fuadh Naim (Analisis Isi Pada Channel Dakwah Ustadz Fuadh Naim) Yuniar Naqiah, Listia
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 3 No. 01 (2024): JISSC-DIKSI Februari
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/9e1a7960

Abstract

Dakwah merupakan sebuah proses penyampaian pesan. Secara spesifik, pesan dakwah memiliki nilai tertentu untuk disampaikan. Seluruh pesannya berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ada beberapa unsur dalam proses penyampaian dakwah, salah satunya pesan. Salah satu penyampaian pesan yaitu menggunakan bahasa. Bahasa juga sebagai alat inti komunikasi. Bahasa sangat penting karena berpengaruh pada psikis mad’u. Salah satu teori komunikasi yang berkaitan dengan psikologi adalah teori komunikasi empati. Teori ini berasumsi bahwa seseorang akan lebih mudah menerima pesan apabila komunikator memiliki rasa empati yaitu kepekaan terhadap apa yang dirasakan mad’u. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui segmentasi mad’u dalam dakwah ustadz Fuadh Naim, gaya bahasa yang digunakan dalam penyampaian pesan dakwahnya, dan bahasa gaul yang digunakan oleh ustadz Fuadh Naim. Dalam penyampaian pesan, ada faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi keberhasilan dakwah, salah satunya faktor psikis yaitu empati. Empati yaitu kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain atau lingkungan. Rasa empati harus dimiliki da’i dalam berdakwah agar mudahnya pesan dipahami oleh mad’u. Analisis data penelitian menggunakan analisis isi (content analysis) yaitu dengan menganalisis isi dakwah ustadz Fuadh Naim dalam akun media sosial resmi miliknya yaitu Youtube, Spotify, dan Tiktok. Penelitian ini menemukan bahwa ustadz Fuadh Naim menggunakan komunikasi empati seperti sarana dakwah dan bahasa yang digunakan. Ustadz Fuadh Naim menggunakan beberapa aplikasi media untuk menyampaikan dakwahnya dengan masing-masing memiliki beberapa episode pembahasan mengenai dakwah. Bahasa yang digunakan ustadz Fuadh Naim merupakan bahasa yang sering digunakan oleh anak muda khususnya pecinta Korean Wave. Anak muda khususnya kpopers merupakan sasaran dakwahnya Ustadz Fuadh Naim, beliau menyampaikan pesan dakwah dengan bahasa gaul. Hal itu menandakan adanya intimasi komunikasi (keakraban) antara Ustadz Fuadh Naim sebagai da’i dengan anak muda sebagai mad’unya. Adapun bahasa gaul yang digunakan Ustadz Fuadh Naim, cenderung menggunakan bahasa gaul ala Korea.
Strategi Komunikasi Digital Oleh Agensi K-Pop (Analisis Pengelolaan Konten Dan Interaksi Penggemar Melalui Akun Instagram Treasure Dan Enhypen) Siti Maesyaroh,, Syarah; Yuniar Naqiah, Listia
Jurnal Syntax Fusion Vol 4 No 06 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v4i06.468

Abstract

Instagram has become a strategic communication platform in the K-pop industry to build an emotional connection between idols and fans. This study analyzes the digital communication strategies implemented by YG Entertainment and BELIFT LAB in managing Treasure and Enhypen's Instagram accounts, as well as their impact on idol image and fan loyalty. Using a qualitative approach with a comparative case study design, this study observed the content and interactions in both accounts during the period October 2024 to January 2025. Data collection techniques include digital content analysis and passive participatory observation of Instagram's posts, comments, live sessions, and interactive features. The results showed that YG Entertainment applied a mystery marketing strategy with a selective approach that created an aspirational image and exclusivity value, while BELIFT LAB used a transparency strategy with frequent interactions that built perceived intimacy and friendship-based parasocial relationships. Both strategies are effective in converting online engagement into offline support in the form of album purchases and concert tickets, as well as forming a solid fan community. However, there are challenges in creating balanced two-way communication, managing diverse global fandom, and long-term sustainability. This research contributes to the understanding of the dynamics of digital communication in the contemporary entertainment industry.