Pupuk menjadi solusi bagi masyarakat dalam memberikan nutrisi pada tanaman yang membantu para petani dalam menigkatkan kualitas tanah dan kesuburan pada tanaman. Namun kesulitan pupuk memaksa petani mengeluarkan sejumlah dana untuk membeli pupuk kimia dari luar pada hal tersedia bahan baku pembuat pupuk yang ramah lingkungan. Pupuk yang dibeli umumnya adalah pupuk kimia mengandung pestisida. Jika digunakan secara overdosis maka akan merusak unsur hara pada tanah dan merusak tanaman. Oleh karena itu, dalam kegiatan PKM di Desa Weranggere ini dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah organik sebagai pupuk kompos organik yang ramah lingkungan dan ekonomis. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan mengingat ada potensi di desa yang belum dimanfaatkan masyarakat, yakni limbah pertanian di ladang dan sampah rumah tangga yang menjadi bahan dasar pembuatan pupuk kompos yang ramah lingkungan. Proses pembuatan pupuk kompos sangatlah mudah sehingga masyarakat di desa Weranggere dapat mempraktekannya didukung oleh bahan-bahan yang mudah didapat.dibutuhkan sangatlah mudah didapatkan dan tidak menguras banyak tenaga dalam pembuatannya. Melalui kegiatan ini masyarakat Desa Weranggera memahami kerugian dan keuntungan menggunakan pupuk kompos organik dan pupuk kimiah. Masyarakat desa Weranggera dapat membuat pupuk kompos denganmemanfaatkan limbah pertanian dan sampah rumah tangga sehingga mampu memenuhi kebutuhan pupuk secara mandiri, menghemat pengeluaran rumah tangga membeli pupuk kimia serta secara cerdas menanggulangi limbah pertanian dan sampah rumah tangga.