Pembentukan karakter dan spiritualitas Generasi Z (Gen Z) dalam lingkungan pendidikan merupakan tantangan penting di era digital saat ini. Gen Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, berada dalam lingkungan yang dipengaruhi oleh teknologi, krisis identitas, dan keterbatasan waktu untuk pengembangan diri. Namun, dengan pendekatan yang tepat, peluang seperti akses informasi yang luas, keragaman budaya, dan inovasi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk membentuk karakter dan spiritualitas mereka. Atikel ini mengkaji strategi-strategi yang dapat diimplementasikan dalam lingkungan pendidikan untuk membangun karakter dan spiritualitas Gen Z dari perspektif Ruhologi Quotient. Ruhologi Quotient adalah konsep yang menggabungkan aspek-aspek kecerdasan ruhaniah dengan pendidikan karakter, menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual. Dalam perspektif ini, peran administrasi pendidikan mencakup perancangan kebijakan kurikulum yang integratif, pelatihan guru untuk mengajarkan nilai-nilai karakter dan spiritualitas, serta penyediaan fasilitas dan sumber daya yang mendukung. Supervisi pendidikan berfokus pada pemantauan dan evaluasi proses pembelajaran serta memberikan umpan balik yang konstruktif. Strategi konkret yang diusulkan meliputi integrasi pendidikan karakter dan spiritualitas dalam kurikulum, pengembangan lingkungan sekolah yang mendukung nilai-nilai ruhaniah, pelatihan dan pengembangan guru dengan fokus pada kecerdasan ruhaniah, keterlibatan orang tua dan komunitas dalam proses pendidikan, serta penggunaan teknologi secara positif untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral. Dengan penerapan strategi-strategi ini, diharapkan Gen Z dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter kuat, bermoral tinggi, dan memiliki spiritualitas yang mendalam, siap menghadapi tantangan masa depan dengan integritas dan nilai-nilai yang kokoh.