Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Mari Kenali Gempa Bumi: Siap Menghadapi dan Tetap Tenang Namah, Cindy Trivena; Pello, Shela C.
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 6 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v4i6.430

Abstract

Introduction: Indonesia is a country with a high potential for earthquakes due to the movement of tectonic plates. Earthquakes can affect mental health, especially in children, who are a vulnerable group. Education about disaster preparedness is very important to increase children's knowledge about actions to be taken when an earthquake occurs and reduce anxiety. Objective: The aim of this educational activity is to introduce the concept of earthquakes and deep breathing relaxation techniques Method: This activity is carried out with lectures and discussions, and focuses on preventive measures and ways to overcome anxiety Result: The results of this educational activity, let's recognize earthquakes, show an increase in children's understanding of earthquakes and relaxation techniques to calm themselves. Conclusion: This educational activity in Benteng Kuwu Village received a positive response, showing the importance of further education for disaster preparedness for children.
Gambaran Koping Stres pada Ibu Bekerja Single Parent di Kota Kupang Pedro, Pedro; Pello, Shela C.; Benu, Juliana M. Y.; Damayanti, Yeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30781

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh fakta fenomena dilingkungan masyarakat bahwa ibu single parent yang bekerja atau berpenghasilan di Kota kupang memiliki peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh utama anak, sehingga rentan mengalami stres baik dari tuntutan ekonomi, pengasuhan anak, maupun masalah sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran koping stres pada ibu bekerja single parent di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan penelitian berjumlah lima orang ibu single parent yang bekerja atau berpenghasilan di Kota Kupang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu single parent di Kota Kupang menggunakan strategi koping stres yang beragam, yaitu koping berfokus pada emosi melalui penerimaan, penguatan diri dan berdoa (religiusitas) serta koping yang berfokus pada masalah kontrol perilaku, dan dukungan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi dan pertimbangan dalam upaya pemberian dukungan kepada ibu single parent agar mampu mengatasi stres dengan strategi yang tepat.
Strategi Coping Stress pada Lansia di Kelurahan Oetete Kecamatan Oebobo Kota Kupang Khausalia Beeh, Indri Tiera; Ruliati, Luh Putu; Pello, Shela C.; Kiling, Indra Yohanes
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6101

Abstract

Manusia semasa hidupnya akan mengalami sebuah proses yang tidak lepas dari adanya perkembangan maupun perubahan dalam kehidupan. Tahapan paling akhir semasa manusia menjalani proses kehidupannya yaitu lanjut usia (Lansia). Pada umumnya, lansia akan merasakan masa transisi dan akan mengalami kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap, hal tersebut dapat menimbulkan stres pada lansia, gejala stres yang terlihat dapat berupa emosi labil, mudah tersinggung, kecewa, perasaan tidak bahagia, perasaan kehilangan dan sering muncul perasaan tidak berguna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan prosedur pengumpulan data partisipan menggunakan metode wawancara mendalam pada lima partisipan dengan menggunakan teknik penentuan informan Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kelima lansia yang menjadi partispan dalam penelitian ini menggunakan dua jenis strategi coping stress yaitu problem focused coping dan emotion focused coping dengan berbagai bentuk bentuk strategi coping stress yang ada didalamnya diantaranyanya mencari dukungan dari orang terdekat, mencari solusi dari permasalahan dialami, mengalihkan stres ke aktivitas yang disukai dan melakukan pendekatan diri dengan Tuhan. Kelima partisipan menggunakan strategi coping stress dalam menghadapi permasalahan yang dialami di masa tua, sehingga stres yang dialami tidak berdampak negatif serta tidak menurunkan kualitas hidup lansia sehari-hari.
Motivasi Mengajar pada Relawan di Sekolah Alam Dyatame Saputra, Erton Umda; Wijaya, R. Pasifikus Ch.; Pello, Shela C.; Littik, Serlie K.A
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i3.319

Abstract

Seeing the educational problems that occur in Indonesia, especially in the Province of East Nusa Tenggara, a non-formal school, namely the Dyatame Nature School, was established on Sumba Island to help overcome the illiteracy rate. The purpose of this study is to determine and describe the teaching motivation of volunteers at the Dyatame Nature School. The method in this study is qualitative with a phenomenological approach, using in-depth interview data collection techniques with 5 volunteer participants. The analysis technique used is IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). The results show that intrinsic volunteer motivation includes personal satisfaction, recognition, social responsibility, self-development, childhood experiences, and hope. While extrinsic motivation includes a conducive learning environment, social support, interpersonal relationships, children's development, socioeconomic conditions, and mutual cooperation culture. This research provides practical implications for the development of volunteer-based education programs.
SKRINING KESEHATAN MENTAL PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA ROBOABA, KECAMATAN SABU BARAT, KABUPATEN SABU RAIJUA Ramadhani, Sakila Novirdia; Anakaka, Dian L.; Pello, Shela C.; Keraf, Abdi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8973

Abstract

Mental health is an essential factor influencing an individual's quality of life, including that of housewives who carry dual roles within the family and the community. Workload, economic pressure, and limited social support can increase the risk of mental health problems in this population. This study aims to describe the mental health condition of housewives in Roboaba Village, West Sabu District, Sabu Raijua Regency, with a specific focus on Daigama Hamlet. This research employed a quantitative descriptive design involving 87 housewives as respondents. The instrument used was the Self-Reporting Questionnaire (SRQ-29), developed by the World Health Organization (WHO), widely applied as a screening tool for mental health disorders. Data were analyzed using univariate methods and presented in frequency distributions and percentages. The results revealed that 58 respondents (66.7%) were indicated to have mental health problems, while 29 respondents (33.3%) showed no signs of such disorders. Based on the SRQ-29 dimensions, the most frequently reported symptoms were somatic symptoms (79.3%), followed by anxiety symptoms (64.4%), cognitive symptoms (62.1%), decreased energy (55.2%), trauma symptoms (54.0%), risk behaviors (54.0%), and depressive symptoms (48.3%). These findings indicate that housewives in Roboaba Village are highly vulnerable to mental health problems. Therefore, preventive and curative efforts are necessary, including increasing awareness of mental health, providing counseling services, and strengthening social support from families and the community. ABSTRAK Kesehatan mental merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas hidup individu, termasuk ibu rumah tangga yang memiliki peran ganda dalam keluarga dan masyarakat. Beban peran, tekanan ekonomi, serta kurangnya dukungan sosial dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan mental pada ibu rumah tangga di Desa Roboaba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, dengan fokus lokasi di Dusun Daigama. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 87 ibu rumah tangga. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ-29) yang dikembangkan oleh WHO dan telah digunakan secara luas untuk skrining gangguan kesehatan mental. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden terindikasi memiliki masalah kesehatan mental, yaitu sebanyak 58 orang (66,7%), sedangkan 29 orang (33,3%) tidak menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental . Berdasarkan aspek SRQ-29, gejala yang paling banyak ditemukan adalah gejala somatik sebanyak 69 orang (79,3%), diikuti oleh gejala kecemasan 56 orang (64,4%), gejala kognitif 54 orang (62,1%), gejala penurunan energi 48 orang (55,2%), gejala trauma 47 orang (54,0%), perilaku berisiko 47 orang (54,0%), dan gejala depresi 42 orang (48,3%) . Ini menunjukkan bahwa ibu rumah tangga di Desa Roboaba berada pada kondisi yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan intervensi melalui peningkatan kesadaran tentang kesehatan mental, penyediaan layanan konseling, serta dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat.