This Author published in this journals
All Journal Jurnal Proaksi
Ester Ananda Heriana
Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sikap, Norma Subjektif, Kontrol Perilaku, Komitmen Organisasi, dan Budaya Organisasi: Menguji Niat Whistleblowing: Indonesia Ester Ananda Heriana; Andri Prastiwi
Jurnal Proaksi Vol. 11 No. 3 (2024): Juli - September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jpk.v11i3.6258

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah korupsi masih menjadi masalah di setiap negara. ACFE setiap tahunnya masih memberikan laporan mengenai kasus-kasus yang terjadi di dunia. Salah satu yang dapat mendeteksi kasus korupsi dengan adanya laporan dari whistleblower. ACFE melaporkan setiap tahunnya bahwa laporan dari whistleblower lebih efektif. Terdapat peningkatan kasus yang terungkap karena adanya whistleblowing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, komitmen organisasi, budaya organisasi berpengaruh terhadap intensi seseorang untuk melakukan whistleblowing. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner, populasi dalam penelitian ini adalah karyawan di berbagai divisi antara lain divisi keuangan, pembukuan, IT, HRD dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap, kontrol perilaku, komitmen organisasi, dan budaya organisasi berpengaruh positif terhadap intensi seseorang untuk melakukan whistleblowing. Sedangkan norma subjektif berpengaruh negatif terhadap intensi seseorang melakukan whistleblowing. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi sikap, kontrol perilaku, komitmen organisasi, dan budaya organisasi, maka semakin tinggi pula intensi seseorang untuk melakukan whistleblowing. Sedangkan semakin tinggi norma subjektif yang dimiliki seseorang, maka semakin rendah intensi untuk melakukan whistleblowing.