Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji N-Gain pada Efektivitas Penggunaan Game dengan Strategi SGQ untuk Meningkatkan Berpikir Komputasi dalam Literasi Energi Harianja, M Rokhati; Yusup, Muhamad; Sardianto Markos Siahaan
Intelektualita Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v13i2.25168

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan pembelajaran berbasis game dengan strategi SGQ (Student Generated Question) untuk meningkatkan berpikir komputasi dalam literasi energi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental, di mana siswa dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Skor pre-test dan post-test dikumpulkan dan dianalisis menggunakan perhitungan N-Gain untuk menentukan tingkat peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang mengikuti strategi SGQ dalam konteks gamifikasi memperoleh skor N-Gain yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Secara khusus, kelompok eksperimen mencapai rata-rata skor N-Gain sebesar 0,64, yang diklasifikasikan sebagai peningkatan sedang hingga tinggi, sedangkan kelompok kontrol mencatat rata-rata skor N-Gain yang lebih rendah sebesar 0,30, mencerminkan peningkatan yang terbatas. Analisis tingkat peningkatan menunjukkan bahwa 80,56% siswa dalam kelompok eksperimen berada dalam kategori "sedang", sedangkan 16,67% mencapai peningkatan "tinggi". Sebaliknya, kelompok kontrol sebagian besar berada 50 % di kategori "rendah".  ,44,44 % sedang dan Cuma 5,6 % tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan permainan berbasis strategi SGQ efektif dalam mendukung berpikir komputasi dalam konteks literasi energi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian strategi pembelajaran berbasis permainan dan strategi  SGQ, dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap konsep yang kompleks, sehingga menawarkan metode yang menjanjikan untuk meningkatkan hasil belajar di bidang yang membutuhkan pemahaman konseptual dan pengembangan keterampilan.
Integrating Energy Literacy and Computational Thinking in Secondary Education: A Rasch-Based Analysis to Support Game-Based Physics Learning Yusup, Muhamad; Siahaan, Sardianto Markos; Harianja, M Rokhati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.11703

Abstract

The urgency of global energy and environmental challenges underscores the importance of integrating energy literacy and computational thinking (CT) in secondary science education. This study investigates the impact of a digital game-based learning intervention aimed at enhancing these competencies within the physics curriculum. Using a static-group pretest-posttest design, 72 senior high school students were divided into an experimental group receiving game-based instruction and a control group experiencing conventional teaching. A 20-item multiple-choice test was developed and analyzed using the Rasch model. Findings revealed that the experimental group achieved significantly higher post-test ability scores (1.66 logits) than the control group (0.97 logits), indicating a shift toward higher ability levels. Students exposed to the game demonstrated stronger capabilities in integrating conceptual understanding of energy systems with systematic problem-solving strategies, as well as in tasks requiring advanced reasoning, pattern recognition, and abstraction. However, some high-level competencies—particularly those involving the synthesis of conceptual knowledge with algorithmic thinking—remained challenging. The results suggest that digital game-based learning can effectively foster deeper, multidimensional competencies in physics education, yet further refinements in game design, especially in scaffolding complex problem scenarios and promoting structured reflection, are essential to maximize its educational impact.