Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Satire on The Meme “Nurhadi-Aldo” As a Social Critique of Society Fauzi, Aziz; Suta Wardianto, Bayu; Hayati, Rifa’atussalwa; Kemala
International Proceedings of Nusantara Raya Vol. 1 (2022): Culture In The Frame Of Multicultural Religiousity
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/nuraicon.v1i1.115

Abstract

The research discusses the Nurhadi-Alo meme with a stylistic approach, especially in three figures of speech, namely irony, sarcasm, and parody. The method used in this research is descriptive qualitative. In addition, the techniques for data use three techniques, namely: literature study techniques, observation techniques, note-taking techniques, and documentation techniques. The results of the study were 27 data which were included in satire. Satire can be classified into three figures of speech, namely irony, sarcasm and parody. Irony data found 2 (two) data, sarcasm data found 13 (thirteen) data, and parody data found 12 (twelve) data.
GAYA BAHASA PERTENTANGAN DALAM NOVEL “TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR” KARYA TERE LIYE Hidayatullah, Syarif; Hayati, Rifa’atussalwa
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.21638

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk dan fungsi gaya bahasa pertentangan dalam novel Teruslah Bodoh, Jangan Pintar karya Tere Liye serta menjelaskan kontribusinya terhadap penyampaian pesan politis. Data penelitian berupa 39 kutipan teks yang dianalisis menggunakan teori gaya bahasa pertentangan Tarigan (2013), meliputi sinisme (20 kutipan), ironi (7), hiperbola (6), sarkasme (5), dan litotes (1). Setiap kutipan dianalisis secara kontekstual berdasarkan penutur, lawan tutur, situasi, dan perannya dalam membangun makna naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa pertentangan digunakan secara konsisten untuk menghadirkan kritik tajam terhadap praktik kekuasaan dan korupsi, menegaskan konflik antara rakyat dan pejabat, serta memperkuat ketegangan emosional antar tokoh. Dengan demikian, gaya bahasa pertentangan tidak sekadar berfungsi sebagai unsur estetis, melainkan juga sebagai instrumen retorik utama yang mempertegas kritik sosial-politik Tere Liye. Temuan ini berkontribusi pada kajian stilistika dengan memberikan pemahaman baru mengenai fungsi gaya bahasa dalam sastra kontemporer Indonesia, sekaligus menawarkan model analisis yang dapat diaplikasikan pada penelitian serupa.
Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Janur Ireng Karya Simpleman Kajian Psikologi Sastra Holila, Zenita Cilvia; Hayati, Rifa’atussalwa; Trikandi, Sonya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan psikologi kepribadian tokoh Sugeng dalam novel Janur Ireng karya Simpleman dengan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud. Dengan berfokus pada Gambaran psikologi tokoh Sugeng dan kepribadian tokoh Sugeng melalui tindakan dan dialognya. Sugeng, sebagai tokoh utama mengalami konflik internal yang mencerminkan tantangan moral dan emosional dalam hidupnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui pembacaan heuristik dan analisis data hermeneutik. Hasil penelitian terdapat 5 data, Aspek id terdapat 2 data, Aspek ego terdapat 2 data dan Aspek superego 1 data yang menunjukkan bahwa kepribadian Sugeng dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya Jawa, serta konflik yang dihadapinya dalam keluarga dan masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pengalaman Sugeng mencerminkan tema kekuasaan, pengorbanan, dan tradisi, serta dampaknya terhadap pembaca dalam memahami dinamika karakter fiksi.