Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN LIMBAH BIJI DURIAN MENJADI TEPUNG BIJI DURIAN BERNILAI EKONOMIS DI KABUPATEN EMPAT LAWANG Munif, Ngabdul; Rinawati, Wika; Marifa, Kurni; Wijayanti, Nur Aulia
Jurnal Abdimas Akademika Vol. 5 No. 02 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63864/jaa.v5i02.338

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) memberikan pengetahuan dalam mengolah biji durian., (2) memberikan ketrampilan dalam membuat dan mengemas produk tepung biji durian., (3) memberikan pengetahuan dan ketrampilan berkaitan perhitungan harga jual produk tepung biji durian. Metode yang digunakan antara lain ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa: (1) peserta mempunyai pengetahuan dalam mengolah biji durian., (2) peserta mempunyai ketrampilan dalam membuat dan mengemas produk tepung biji durian., (3) Peserta mempunyai pengetahuan dan ketrampilan berkaitan perhitungan harga jual tepung biji durian. Rekomendasi pengabdian selanjutnya dapat mengambil berkaitan pembuatan aneka olahan makanan sebagai produk oleh-oleh kabupaten empat lawang berbahan dasar tepung biji durian.
PELATIHAN PEMBUATAN BROWNIS TEPUNG BIJI DURIAN DI KABUPATEN EMPAT LAWANG Munif, Ngabdul; Rinawati, Wika; Marifa, Ku; Wijayanti, Nur Aulia
Jurnal Abdimas Akademika Vol. 6 No. 01 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63864/jaa.v6i01.365

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) memberikan pengetahuan dalam mengolah brownis tepung biji durian., (2) memberikan ketrampilan dalam membuat dan mengemas produk brownis tepung biji durian., (3) memberikan pengetahuan dan ketrampilan berkaitan perhitungan harga jual produk brownis tepung biji durian. Metode yang digunakan antara lain ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa: (1) peserta mempunyai pengetahuan dalam mengolah brownis tepung biji durian., (2) peserta mempunyai ketrampilan dalam membuat dan mengemas produk tepung biji durian., (3) Peserta mempunyai pengetahuan dan ketrampilan berkaitan perhitungan harga jual tepung biji durian. Rekomendasi pengabdian selanjutnya dapat mengambil berkaitan uji lab dan pengemasan brownis tepung biji durian.
TRAINING ON PRODUCING LOW-CALORIE TOFU-BASED SOUVENIRS IN KAMPUNG EMAS SEYEGAN, SUPPORTED BY UNY Dewi Eka Murniati; Martono; Yosep Efendi; Wika Rinawati; Nur Aulia Wijayanti; Fitroh Anugrah Kusuma Yudha; Luthfi Fahmi Roshaanatun; Aji Abdussalim
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1561

Abstract

The Community Service Program (PKM) in Kampung Emas Seyegan was implemented to address local economic stagnation caused by limited product innovation, weak business management, and low digital marketing literacy among the Krapyak tofu industry center. Through a participatory approach and an applied training model, this program focuses on improving production and marketing capacities by developing healthy culinary products made from low-calorie tofu. The training included the processing of two flagship products—Tofu Rolade and Tofu Dimsum—with the application of food safety standards, flavor diversification, and packaging innovation. In addition, participants received assistance in business management, cost of goods sold (COGS) calculations, branding, as well as digital marketing using social media and e-commerce platforms. The results show a significant increase in production skills, understanding of the value chain, and the ability to downstream local souvenir products. The program successfully fostered an innovative entrepreneurial orientation, strengthened local culinary identity, and has the potential to increase household income and the economic sustainability of the community.