Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS METABOLIT SEKUNDER DALAM BAHAN ALAM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI VIS Ramadhani, Jasmine Asy Syauqi Ramadhani; Yasmin Nurfitriyanti; Maedia Salsabilla; Naurah Bagia Aryani; Rifqi Muhammad Hajid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i5.9122

Abstract

Metabolit sekunder adalah senyawa-senyawa yang merupakan hasil biosintesis yang berasal dari metabolit primer, dan umumnya dihasilkan oleh organisme untuk melindungi diri dari lingkungan serta dari serangan organisme lain. Spektrofotometri vis (spektrofotometri vis) adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengukur absorbansi cahaya oleh suatu sampel pada panjang gelombang tertentu dalam rentang cahaya tampak (vis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai metabolit sekunder dalam bahan alam menggunakan spektrofotometri Vis. Metabolit sekunder seperti flavonoid, terpenoid, dan alkaloid memiliki peran penting dalam pertahanan tanaman dan memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi manusia. Spektrofotometri Vis digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi metabolit-metabolit ini berdasarkan karakteristik absorbansinya pada panjang gelombang tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode spektrofotometri Vis mampu memberikan identifikasi yang akurat dan kuantifikasi yang efisien dari metabolit sekunder dalam berbagai sampel bahan alam. Flavonoid, terpenoid, dan alkaloid berhasil diidentifikasi dan dikuantifikasi dengan baik menggunakan teknik ini. Penelitian ini juga menegaskan bahwa spektrofotometri Vis adalah alat yang sangat berguna dalam analisis kimia dan memiliki aplikasi luas dalam bidang farmasi, nutrisi, dan industri kosmetik. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang penggunaan spektrofotometri Vis dalam analisis metabolit sekunder dan menunjukkan potensi metode ini untuk penelitian lebih lanjut serta aplikasi praktis dalam berbagai bidang.
A Review: Perbandingan Stabilitas Fisik Tablet Zat Aktif Sintesis dengan Ekstrak Tumbuhan Fadil Priyangan; Yasmin Nurfitriyanti; Cantika Abelya Febrien Wijaya; Sulton Farrel Nuruddin; Najwa Trisari; Rifqi Muhammad Hajid; Ghefira Najwa Akmila
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i3.9319

Abstract

Tablets are one of the most widely used pharmaceutical dosage forms because they offer various advantages, such as accurate dosing, ease of use, practicality in storage and distribution, and good stability compared to other dosage forms. The physical stability of tablets is a critical factor in ensuring the quality, safety, and efficacy of medications. In the pharmaceutical industry, the active ingredients used in tablet formulations can be derived from synthetic compounds or natural sources, such as plant extracts. This study was conducted to compare the physical stability of tablets containing synthetic active ingredients and tablets containing plant extract active ingredients. This study employed a literature review method with a descriptive-comparative approach. The results showed that tablets formulated using the wet granulation method with synthetic active ingredients exhibited consistent values for hardness, friability, and disintegration time regarding physical stability. In contrast, tablets with a plant extract active ingredients showed more variable results because the characteristics of natural materials can affect the physical stability of the tablets. Therefore, tablets with synthetic active ingredients demonstrated better physical stability compared to herbal extract tablets because the properties of synthetic active substances are more homogeneous and easier to formulate using the wet granulation method.