Hermansyah, Luluk
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Content of Educational Values in the Wuku Galungan Tradition in Wonomulyo, Magetan, East Java Wibowo, Anjar Mukti; Hartono, Yudi; Hermansyah, Luluk
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 13, No 2 (2025): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v13i2.11023

Abstract

Wonomulyo is known as a tourist village of the land above the clouds. The people of Wonomulyo manage their lives based on ancestral heritage values, with the concept of harmony based on the local wisdom of the Wuku Galungan tradition, a tradition to commemorate the death of Ki Hajar Wonokoso. This research reveals the historical background, procession, and content of educational values of the Wuku Galungan tradition in facing various challenges. The data were obtained through observation, in-depth interviews, and document analysis using ethnography. The data were then analyzed through the interactive analysis model to interpret the phenomenon. The results show that 1) the historical background of the Wuku Galungan tradition came from the legend of Ki Hajar Wonokoso, who died on the Tuesday Wage Wuku Galungan; 2) the Wuku Galungan tradition was executed in the area of Ki Hajar's tomb on the Tuesday Wage with a kind of thanksgiving and visiting processions; 3) the Wuku Galungan tradition had religious values which is reflected in the belief that there is a great power outside humans in obtaining blessings from God, tolerance, love for the environment and other living creatures; mutual cooperation reflected in the sambatan (splice) tradition; as well as nature and cultural conservation reflected in the harmony concept of the people of Wonomulyo in facing various challenges.
Rekonstruksi Sejarah Lokal Ki Ageng Kembang Sore dalam Pembukaan Lahan dan Penyebaran Islam di Magetan Hermansyah, Luluk; Ediyono, Suryo
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3521

Abstract

Sejarah lokal memiliki peran penting dalam memahami proses terbentuknya suatu wilayah serta nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat. Namun, keberadaan sejarah lokal sering kali kurang mendapat perhatian karena dianggap hanya sebagai pelengkap sejarah nasional. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi sejarah Ki Ageng Kembang Sore dalam proses pembukaan wilayah Pacalan serta perannya dalam penyebaran agama Islam di Kabupaten Magetan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sejarah lokal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang kemudian diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ki Ageng Kembang Sore atau Ki Ageng Nolodipo merupakan tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan masyarakat Pacalan. Perannya tidak hanya sebagai penyebar ajaran Islam, tetapi juga sebagai penggerak terbentuknya kehidupan sosial masyarakat melalui pembukaan wilayah, pembinaan keagamaan, dan penanaman nilai-nilai sosial. Penyebaran Islam dilakukan melalui pendekatan budaya, pendidikan keagamaan, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat diterima oleh masyarakat tanpa menghilangkan tradisi lokal yang telah berkembang. Keberadaan Masjid Kembang Sore, kompleks makam, serta berbagai tradisi yang masih bertahan hingga kini menjadi bukti historis sekaligus simbol warisan budaya yang memperkuat identitas masyarakat Pacalan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh lokal memiliki kontribusi penting dalam proses pembentukan identitas daerah, perkembangan kehidupan sosial, serta penyebaran nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat. Kata kunci: Sejarah lokal, Ki Ageng Kembang Sore, penyebaran Islam Magetan.