Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Outing class perpustakaan: strategi inovasi menumbuhkan minat baca dan sosial-emosional anak usia dini Kusnadi Kusnadi; Sri Wahyuni; Mai Mudaiyahtul Latifah; Yanti Yanti; Aguslam Aguslam; Muhammad Ridwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30807

Abstract

AbstrakRendahnya minat baca pada anak usia dini dan pentingnya literasi di usia dini, yang berdampak pada perkembangan kognitif anak dan menuntut inovasi dalam metode pembelajaran agar lebih menarik dan efektif. Metode outing class ke perpustakaan merupakan metode pendekatan inovatif dalam pembelajaran anak usia dini untuk menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak dini. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan literasi, menumbuhkan minat baca dan sosial-emosional di usia dini. Mitra dalam kegiatan ini yaitu PAUD Yaa Bunayya Palaran, Samarinda, Kaltim dengan jumlah guru 6 orang dan murid 40 orang. Kegiatan ini terdiri dari latihan dan praktik senam pagi, sosialisasi pengenalan perpustakaan, metode praktik dongeng untuk siswa mendengarkan cerita, praktik membaca bersama, serta latihan dan praktik mewarnai. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan observasi dan survei. Hasil observasi menunjukkan bahwa anak-anak sangat antusias dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Sedangkan hasil survei yang dicapai ketika kunjungan ke perpustakaan membuat anak-anak merasa senang adalah dinyatakan 15% anak-anak cukup senang dan 85% anak-anak merasakan sangat senang. Dan keinginan berkunjung ke perpustakaan lagi, ada 20% anak-anak cukup ingin kembali dan 80% anak-anak sangat ingin kembali berkunjung. Kesimpulannya, outing class ke perpustakaan terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang memperkuat fondasi literasi anak usia dini, sekaligus menciptakan suasana belajar yang inspiratif, interaktif, dan menyenangkan. Kata kunci: keluar kelas; pengabdian; perpustakaan. AbstractThe low interest in reading in early childhood and the importance of literacy at an early age, which has an impact on children's cognitive development and demands innovation in learning methods to be more interesting and effective. The outing class method to the library is an innovative approach method in early childhood learning to foster interest in reading and build a literacy culture from an early age. The purpose of this activity is to provide literacy, and foster reading and social-emotional interest at an early age. The partners in this activity are PAUD Yaa Bunayya Palaran, Samarinda, East Kalimantan with 6 teachers and 40 students. This activity consists of morning exercises and exercises, socialization of library introductions, fairy tale methods for students to listen to stories, reading practices together, and coloring exercises and practices. Evaluation of activities is carried out by observation and survey.  The results of the observation showed that the children were very enthusiastic and actively involved in every activity. Meanwhile, the results of the survey achieved when visiting the library made children feel happy were stated that 15% of children were quite happy and 85% of children felt very happy. And the desire to visit the library again, there are 20% of children who just want to go back and 80% of children really want to go back to visit. In conclusion, outing classes to the library have proven to be effective as a learning strategy that strengthens the foundation of early childhood literacy, while creating an inspiring, interactive, and fun learning atmosphere. Keywords: outing class; devotion; library.
Deep Learning CNN Untuk Identifikasi Gulma Berkhasiat Obat Kusnadi Kusnadi; Rika Melati; Qamarudin Arrasyid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52667

Abstract

Keanekaragaman hayati Indonesia, termasuk gulma yang memiliki senyawa berkhasiat obat namun masih sulit diidentifikasi secara manual. Tujuan penelitian adalah menemukan dan mengembangkan model deep learning berbasis convolution neural network (CNN) untuk identifikasi gulma berkhasiat obat dengan memperhatikan jumlah filter pada setiap lapisan konvolusional. Metode dilakukan melalui pengumpulan dataset citra sebanyak 12 spesies gulma dengan tiap kelas berjumlah 220 citra, prapemrosesan data, pelatihan model dilakukan pada tiga skema arsitektur CNN yang berbeda dan pengujian model dengan evaluasi menggunakan hasil klasifikasi, akurasi, dan citra hasil deteksi. Hasil penelitian menunjukkan dari tiga skema model perhatian CNN yang telah memberikan performa tertinggi pada skema satu dengan akurasi 74,17% dan kappa 72,84%, disusul secara berurutan yaitu skema kedua dengan akurasi 72,50% dan nilai kappa 70%, serta skema ketiga dengan akurasi 70% dan nilai kappa 67,27%. Temuan ini menegaskan efektivitas CNN dalam mengekstraksi fitur spasial citra gulma berkhasiat obat dan memberikan kontribusi signifikan sebagai langkah awal menuju digitalisasi botani dan pengembangan fitofarmaka berbasis gulma obat.
DEVELOPMENT OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE-BASED ROBOTS FOR RESCUE TASKS AT DISASTER LOCATIONS Achmad Nashrul Waahib; Iwan Ady Prabowo; Kusnadi Kusnadi; Antoni Pribadi; Syafiq Amir
Journal of Moeslim Research Technik Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/technik.v2i1.1929

Abstract

The increasing frequency of natural disasters highlights the urgent need for efficient rescue operations. Traditional methods often face limitations in accessing hazardous areas, making the development of intelligent robotic systems essential for enhancing rescue efforts. This research focuses on creating an AI-based robot specifically designed for search and rescue tasks in disaster-stricken locations. The primary aim of this study is to develop a robotic system that utilizes artificial intelligence to navigate complex environments, identify survivors, and deliver essential supplies. The research seeks to evaluate the robot's effectiveness in real-world scenarios and its potential to improve response times during emergencies. A systematic approach was employed, combining hardware design and software development. The robot was equipped with advanced sensors, machine learning algorithms, and autonomous navigation capabilities. Field tests were conducted in simulated disaster environments to assess the robot's performance in detecting obstacles, locating victims, and executing rescue tasks. The AI-based robot demonstrated a 90% success rate in locating simulated survivors and effectively navigating through obstacles. Response times were significantly reduced compared to traditional methods, showcasing the robot's potential to enhance rescue operations in real emergencies. This research successfully developed an AI-driven robotic system for search and rescue tasks, demonstrating its effectiveness in improving operational efficiency.
Yogurt Berbahan Kulit Buah Naga Sebagai Produk Inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Lily Retno Prasetia; Pratiwi Jati Palupi; Kusnadi Kusnadi; Hendi Wahyu Prasetyo; Dicky Cahyadi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/hfqv5y11

Abstract

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Lily diolah dan disajikan dengan lebih memperhatikan komposisi dibandingkan rasa sehingga menjadi kurang menarik baik dari rasa maupun penampilan khususnya bagi balita. Pemanfaatan limbah kulit buah naga dapat menjadi salah satu alternatif sebagai sumber pangan pada produk inovasi PMT dikarenakan memiliki warna yang menarik dan rasa yang tidak menonjol. Pada kegiatan pengabdian ini, kulit buah naga dijadikan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan yogurt. Tahapan kegiatan pengabdian ini diawali dengan edukasi sumber pangan lokal dalam pembuatan PMT berbasis zero waste dengan pemanfaatan limbah kulit buah naga, pelatihan dan pendampingan pembuatan yogurt berbahan kulit buah naga dan evaluasi terkait peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta keberhasilan kegiatan pengabdian. Hasil dari kegiatan ini yaitu diperolehnya yogurt kulit buah naga sebagai salah satu bentuk produk inovasi PMT bersumber pangan lokal. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader Posyandu Lily secara keseluruhan yaitu sebesar 57,33%, sedangkan persentase keberhasilan dari kegiatan ini yaitu sebesar 92% dengan katagori sangat baik. Produk inovatif yang dihasilkan ini selanjutnya dapat menjadi salah satu produk PMT yang direkomendasikan