Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI WORKSHOP KEWIRAUSAHAAN NAIL ART DALAM PROGRAM PEMBINAAN MAHASISWA WIRAUSAHA (PPMW) : MEMBANGUN POTENSI USAHA KREATIF DI KALANGAN MAHASISWA Rahmadhani Rahmadhani; Ayu Lestari Setia Ningrum; Suryati Suryati; Reny Aziatul Pebriani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38133

Abstract

Kewirausahaan memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pola pikir kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap inovasi, pengelolaan risiko, dan daya saing, menjadikan kewirausahaan impian banyak orang. Terdapat tujuh semangat entrepreneur yang menjadi panduan, termasuk passion, kemandirian, dan ketekunan. Nail art telah muncul sebagai tren yang signifikan dalam industri kecantikan, menawarkan peluang usaha yang menarik terutama bagi kalangan perempuan. Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (PPMW) bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan wirausaha di bidang ini melalui workshop kewirausahaan yang komprehensif. workshop ini tidak hanya mengajarkan teknik dasar nail art dan penggunaan alat, tetapi juga aspek penting dalam menjalankan usaha, seperti manajemen keuangan, strategi pemasaran, dan branding. Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini berfokus pada membangun kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan, serta menciptakan pengalaman yang memuaskan bagi pelanggan. Workshop juga menekankan penggunaan bahan ramah lingkungan dan tren terkini dalam desain nail art, sejalan dengan kesadaran konsumen akan keberlanjutan. Diharapkan, mahasiswa dapat menjadi pelopor inovasi dalam industri ini, berkontribusi pada ekonomi kreatif, dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan semua potensi yang dimiliki, nail art dapat bertransformasi dari sekadar hobi menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui pelatihan yang tepat, mahasiswa dapat mengubah minat mereka menjadi peluang usaha yang bermanfaat dan menguntungkan.
Integration of Green Accounting, Sustainability Disclosure, and Stakeholder Engagement on Company Performance Ayu Lestari Setia Ningrum; Rum Hendarmin; Reny Aziatul Pebriani
Golden Ratio of Auditing Research Vol. 6 No. 2 (2026): February - June
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grar.v6i2.1855

Abstract

This study analyzes the effects of green accounting integration, sustainability disclosure, and stakeholder engagement on company performance in the basic and chemical sectors listed on the Indonesia Stock Exchange during 2019-2023. Data were collected from 10 companies that consistently published sustainability reports for 5 years, yielding 50 report samples. Data analysis used multiple linear regression to test the effect of each variable. The results showed that green accounting integration had no effect on company performance with a significance value of 0.154 (>0.05). Sustainability disclosure also did not affect company performance, with a significance value of 0.824 (>0.05). Meanwhile, stakeholder engagement had an effect on company performance with a significance value of 0.001 (<0.05). Simultaneously, the three variables had a significant effect on company performance, with a significance value of 0.006 (<0.05) and an F table of 2.806, indicating that F count > F table (4.733 > 2.806), suggesting that the independent variables could explain variations in company performance. This research provides empirical evidence that sustainability practices such as green accounting and sustainability disclosure can improve company performance. However, stakeholder engagement requires a more integrated strategic approach to achieve significant impact. These results can guide company managers in designing effective sustainability policies.