Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG ANSIETAS PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN SRI MERANTI Jumaini Jumaini; Muhammad Aulia Azzam Fikri; Nanda Hakulisaniyah; Cumiara Cumiara; Delia Rizky Pertiwi; Della Oktavia Sari; Nafa Azzarah; Nida Falma Ahmad; Pelangi Pelangi; Putri Raisya Yafiza; Tirta Assyifa Ramadhani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38355

Abstract

Peningkatan pengetahuan lansia mengenai hubungan antara ansietas dan hipertensi sangat penting untuk pengelolaan tekanan darah tinggi dan kualitas hidup mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia di Kelurahan Sri Meranti mengenai ansietas yang berhubungan dengan hipertensi dan teknik pengelolaannya. Sebanyak 20 lansia berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang menggunakan metode edukasi dengan media PowerPoint dan demonstrasi teknik relaksasi seperti napas dalam dan hipnosis lima jari. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 52,0 yang meningkat menjadi 80,0 pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang interaktif dan berbasis demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pengelolaan ansietas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi fasilitas kesehatan lainnya dalam mengelola hipertensi pada lansia dan memperbaiki kualitas hidup mereka.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL GURU DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL REMAJA Pelangi Pelangi; Jumaini Jumaini; Niken Yuniar Sari
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.2.2026.102-110

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang berada pada tahap identity versus role confusion, yaitu periode krusial dalam pembentukan identitas diri di tengah perubahan fisik dan psikologis. Pada tahap ini, dukungan sosial guru menjadi salah satu faktor lingkungan sekolah yang berperan dalam perkembangan psikososial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial guru dengan perkembangan psikososial remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja SMP sebanyak 142 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial guru dan kuesioner perkembangan psikososial remaja. Kuesioner dukungan sosial guru telah diuji validitas dan reliabilitas pada 30 siswa di SMP Negeri 27 Pekanbaru dengan 20 item pernyataan. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item dinyatakan valid dengan nilai r hitung (0,593–0,424) > r tabel (0,361). Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,866 (> 0,80), sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Selain itu, kuesioner perkembangan psikososial juga telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan dalam penelitian. Analisis data menggunakan uji bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan sosial guru dalam kategori cukup sebanyak 65 orang (45,8%) dan sebagian besar perkembangan psikososial remaja berada pada kategori normal sebanyak 91 orang (64,1%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial guru dengan perkembangan psikososial remaja (p-value = 0,001; p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial guru dengan perkembangan psikososial remaja. Hasil ini menunjukkan adanya keterkaitan antarvariabel, namun tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat karena penelitian menggunakan desain cross sectional. Guru diharapkan dapat meningkatkan dukungan sosial melalui komunikasi yang baik, pemberian motivasi, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif guna mendukung perkembangan psikososial remaja.