Indole-3-Butyric Acid (IBA) merupakan salah satu zat pengatur tumbuh golongan auksin yang berperan penting dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan tanaman, khususnya pada fase vegetatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon pertumbuhan vegetatif tanaman tembakau terhadap berbagai konsentrasi pemberian IBA. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok dengan satu faktor, yaitu konsentrasi IBA yang terdiri atas kontrol (tanpa IBA), 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, dan 100 ppm. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, serta luas daun pada beberapa umur pengamatan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IBA memberikan pengaruh yang bervariasi terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tembakau. Pada fase awal pertumbuhan, sebagian besar parameter belum menunjukkan perbedaan nyata dibandingkan kontrol, yang mengindikasikan adanya mekanisme keseimbangan hormon endogen tanaman. Fase pertumbuhan vegetatif lanjut, aplikasi IBA terutama pada konsentrasi 50 ppm mampu meningkatkan pertumbuhan daun secara signifikan, yang ditunjukkan oleh peningkatan panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, dan luas daun. Konsentrasi IBA yang lebih tinggi tidak selalu memberikan respons yang lebih baik, mengindikasikan adanya batas optimum konsentrasi hormon bagi pertumbuhan vegetatif tanaman tembakau. Pemberian IBA berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tembakau secara fase-spesifik dan dosis-dependen. Konsentrasi IBA 50 ppm merupakan perlakuan paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan daun, sehingga berpotensi mendukung peningkatan kapasitas fotosintesis dan produktivitas tanaman tembakau.