Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Kubus dan Balok Di Kelas VIII SMP Negeri 3 Sungai Kakap Wahyuda, Ridho; Sari, Henny Puspita; Fitria, Nurul
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.339 KB) | DOI: 10.58740/juwara.v1i1.6

Abstract

Abstrak Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bertunjuan untuk menganalisis kemempuan pemecahan masalah siswa melalui data nilai tes yang diberikan pada materi kubus dan balok di SMP Negeri 3 Sungai Kakap. Pengambilan sampel siswa dilakukan oleh guru yang terdiri dari dua orang siswa. Penelitian ini menggunakan indikator dan panudan skor menurut polya. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah dengan memberikan soal tes kepada siswa untuk analisis. Hasil dari analisis dalam penelitian ini adalah siswa hanya mampu menyelesaikan 2 indikator dan mengabaikan 2 indikator lainnya, dimana indikator 1 dan 4 tidak siswa terapkan dalam semua soal, sedangkan untuk indikator 2 dan 3 dilakukan siswa namun masih banyak kekeliruan yang dilakukan. Abstract This research is a type of quantitative descriptive research which aims to analyze the students' problem solving abilities through the test value data given on the material of cubes and blocks at SMP Negeri 3 Sungai Kakap. The sampling of students was carried out by a teacher consisting of two students. This study uses indicators and guide scores according to their patterns. The data collection technique used was to provide test questions to students for analysis. The results of the analysis in this study were students were only able to complete 2 indicators and ignored the other 2 indicators, where indicators 1 and 4 did not apply to all the questions, while for indicators 2 and 3 students made them but there were still many mistakes.
BETON DARI ABU AMPAS TEBU DAN PUTIH TELUR Handika, Pan Surya; Sianturi, Reskhi Dwi Putra; Sari, Henny Puspita; A Luthan, Putri Lynna
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 5 No. 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v5i1JUNI.14176

Abstract

Abu ampas  tebu dan putih telur merupakan limbah yang dapat digunakan menjadi bahan campuran pada pembuatan beton. Kandungan silika (SiO2) pada abu ampas tebu dapat menjadi bahan  pengikat (binder)  pada  beton. Selainitu zat lengket pada putih telur juga dapat digunakan sebagai pengganti semen dalam pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan abu ampas tebu  dan putih telur sebagai  substitusi  parsial semen dengan perbandingan tertentu menjadi bahan baku beton yang dapat meningkatkan kuat tekan beton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data diperoleh dari hasil pengujian dengan mengunakan alat uji tekan Compression Machine, kemudian membandingkan hasil yang diperoleh. Penelitian terhadap abu ampas tebu dan putih telur dilakukan sebagai bahan substitusi parsial semen dengan persentase secara berturut-turut 0%, dan 5%persentase abu ampas tebu dan 0%, 5%, 10%, 15% persentase putih telur terhadap berat semen. Penelitian ini dilakukan terhadap 42 sampel, dengan 7 varian campuran yang berbeda. Pada beton silindris umur 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menujukan semakin tinggi penambahan persentasi Abu Ampas Tebu dan Putih Telur maka semakin tinggi pula nilai slump pada beton. Dari hasil pengujian juga dapat lihat bahwa penambahan AAT dan PT mengakibatkan penurunan pada kuat tekan beton bahwa kuat tekan minimum diperoleh dari substitusi AAT dan PT pada persentasi campuran sebesar 15% ATT dan 5% PT dengan nilai sebesar 3,38 MPa pada umur 14 hari dan kuat tekan tertinggi terjadi pada substitusi AAT dan PT sebesar 0% ( Beton Normal ) tanpa campuran AAT dan PT dengan nilai sebesar 17,47 MPa pada umur 28 hari. Hal ini dapat terjadi karena penambahan AAT dan PT pada campuran beton mengakibatan pengikatan semen dan air tidak terjadi sempurna selain itu juga mengakibatakan terjadinya gelembung yang membuat ronga-ronga atau pori kecil pada beton sehingga mempengaruhi penurunan kuat tekan pada beton. Dari hasil penelitian ini beton dengan campuran AAT dan PT dengan kuat tekan yang dihasilkan beton tidak dapat dijadikan sebagai kontruksi struktur utama namau dari hasil kuat tekan yang didapat dan berat yang didapat beton ini dapat digunakan sebagai dinding persyaratan sebagaai dinding memiliki ketentuan MPa 0,35 “ 7 MPa. Kata Kunci: Abu Ampas Tebu, Beton, Kuat Tekan Beton, Putih Telur Sugarcane pulp and egg white ash is a waste that can be used as a mixture of materials in the manufacture of concrete. The content of silica (SiO2) in bagasse ash can be a binder in concrete. In addition, sticky substances in egg white can also be used as a substitute for cement in making concrete. The purpose of this study was to utilize bagasse and egg white ash as a partial substitution of cement with a certain ratio to the raw material of concrete which can increase the concrete compressive strength. The method used in this research is the experimental method. Data obtained from the test results using a Compression Machine press test, then compare the results obtained. Research on bagasse and egg white pulp ash was carried out as a partial substitution of cement with a percentage of 0%, and 5% percentage of bagasse ash and 0%, 5%, 10%, 15% percentage of egg white to cement weight. This study was conducted on 42 samples, with 7 different mixed variants. In cylindrical concrete aged 14 and 28 days. The results showed that the higher the percentage of sugarcane ash and egg white percentage the higher the value of slump in concrete. From the test results it can also be seen that the addition of AAT and PT resulted in a decrease in the compressive strength of concrete that the minimum compressive strength was obtained from the substitution of AAT and PT at a percentage of 15% ATT and 5% PT with a value of 3.38 MPa at the age of 14 days and the highest compressive strength occurred at AAT and PT substitution of 0% (Normal Concrete) without a mixture of AAT and PT with a value of 17.47 MPa at the age of 28 days. This can occur because the addition of AAT and PT in the concrete mixture results in cement binding and water does not occur perfectly besides it also results in the occurrence of bubbles that make the bones or small pores in the concrete affect the decrease in compressive strength of the concrete. From the results of this study concrete with a mixture of AAT and PT with the compressive strength produced by concrete cannot be used as the main structure construction of the results of the compressive strength obtained and the weight obtained by this concrete can be used as a wall of requirements as the walls have MPa provisions of 0.35 - 7 MPa. Keywords: Sugar Cane Ash, Concrete, Concrete Press Strength, Egg White
Pengaruh Pemberian Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaies guineensis Jacq) di Pre Nursery Maelta, Andes; Meriati; Sari, Henny Puspita; Badal, Bustari; Desi, Yulfi
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/xs3ayj86

Abstract

Penelitian berjudul pengaruh pemberian bokashi (ampas daun gambir + kotoran ayam) terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaies guineensis Jacq) di prenursery, telah dilaksanakan di BSIP Provinsi Sumatera Barat yang terletak di jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang dengan ketinggian ±5 m dpl. Penelitian dimulai bulan Januari - Maret 2024. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh bokashi (ampas daun gambir + kotoran ayam) yang terbaik untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaies guineensis Jacq) di prenursery.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 kelompok sebagai berikut : A = Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) 0 g/tanaman, B = Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) 125g/tanaman, C = Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) 250 g/tanaman, D = Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) 375 g/tanaman, E = Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) 500 g/tanaman. Pemberian beberapa dosis bokashi (ampas daun gambir + kotoran ayam) pada tanaman bibit kelapa sawit memberikan pengaruh sangat berbeda nyata terhadap: jumlah daun, bobot kering atas, bobot segar atas, bobot kering akar, bobot segar akar dan panjang akar. Pemberian beberapa dosis bokashi (ampas daun gambir + kotoran ayam) pada tanaman bibit kelapa sawit Berbeda nyata terhadap: tinggi tanaman. Perlakuan D = bokashi (ampas daun gambir + kotoran ayam) 375 g/tanaman memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit.
Pengaruh Pemberian Poc Limbah Kulit Nanas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Wahyuni, Fanni Sri; Yulfi Desi; Syamsuwirman; Taher, Yonny Arita; Sari, Henny Puspita
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/5gdf7r84

Abstract

Penelitian dalam bentuk percobaan telah dilaksanakan di lahan penelitian Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat dengan ketinggian tempat ± 20 m dpl. Penelitian dimulai pada bulan Januari sampai Maret 2024. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan POC limbah kulit nanas terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 5 perlakuan 5 kelompok sebagai berikut: A= Konsentrasi 0 %, B= Konsentasi 6 %, C= Konsentrasi 12 %, D= Konsentrasi 18%, dan E= Konsentrasi 24 %.  Data dari hasil  pengamatan yang diperoleh dianalisis secara statistika menggunakan sidik ragam, dan bila hasilnya berbeda nyata (F-hitung > F-tabel 5%) atau sangat berbeda nyata (F-hitung > F-tabel 1%), maka untuk membandingkan dua rata-rata perlakuan dilakukan uji lanjutan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Pemberian POC  limbah kulit nanas memberikan pengaruh yang sangat berbeda nyata terhadap  pengamatan panjang tanaman.  Pengaruh yang berbeda nyata terhadap umur muncul bunga betina,  jumlah bunga betina,  jumlah buah pertanaman,  berat buah pertanaman, dan panjang akar.  Namun  tidak berbeda nyata terhadap panjang buah , diameter buah dan berat buah perplot.  Dari hasil penelitian perlakuan  terbaik adalah E= konsentrasi 24%. 
Pengaruh Pemberian POC Daun Gamal Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa. L) Novia, Prima; Sari, Henny Puspita; Adhira, Gia; Afrida; Meriati
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/0gvcss50

Abstract

Penelitian “Pemberian POC Daun Gamal Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)” telah dilaksanakan di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat. Pelaksanaan dari bulan Desember 2024-Februari 2025. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh POC daun gamal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dan untuk mendapatkan konsentrasi terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L). Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancanagan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 25 satuan percobaan. Penelitian ini menggunakan POC daun gamal dengan konsentrasi sebagai berikut: A= kosentrasi POC daun gamal 0 %, B=konsentrasi POC daun gamal 5%, C= konsentrasi POC daun gamal 10%, D= konsentrasi POC daun gamal 15%, E= konsentrasi POC daun gamal 20%. Data-data hasil pengamatan dianalisis secara statistika dengan sidik ragam (uji F), di lanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh sangat berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun terpanjang, berat basah pertanaman, dan berat segar bagian atas tanaman. Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik. Bedasarkan hasil dapat disarankan untuk pemberian POC daun gamal terhadap tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dengan konsentrasi 10%.
Respon Vegetatif Pertumbuhan Tanaman Tembakau Dengan Pemberian Berbagai Konsentrasi Pemberian IBA (Indole-3-butyric Acid) DS, Fefriyanti; Zudri, Fatardho; Sari, Henny Puspita
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ca9t9347

Abstract

Indole-3-Butyric Acid (IBA) merupakan salah satu zat pengatur tumbuh golongan auksin yang berperan penting dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan tanaman, khususnya pada fase vegetatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon pertumbuhan vegetatif tanaman tembakau terhadap berbagai konsentrasi pemberian IBA. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok dengan satu faktor, yaitu konsentrasi IBA yang terdiri atas kontrol (tanpa IBA), 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, dan 100 ppm. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, serta luas daun pada beberapa umur pengamatan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IBA memberikan pengaruh yang bervariasi terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tembakau. Pada fase awal pertumbuhan, sebagian besar parameter belum menunjukkan perbedaan nyata dibandingkan kontrol, yang mengindikasikan adanya mekanisme keseimbangan hormon endogen tanaman. Fase pertumbuhan vegetatif lanjut, aplikasi IBA terutama pada konsentrasi 50 ppm mampu meningkatkan pertumbuhan daun secara signifikan, yang ditunjukkan oleh peningkatan panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, dan luas daun. Konsentrasi IBA yang lebih tinggi tidak selalu memberikan respons yang lebih baik, mengindikasikan adanya batas optimum konsentrasi hormon bagi pertumbuhan vegetatif tanaman tembakau. Pemberian IBA berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tembakau secara fase-spesifik dan dosis-dependen. Konsentrasi IBA 50 ppm merupakan perlakuan paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan daun, sehingga berpotensi mendukung peningkatan kapasitas fotosintesis dan produktivitas tanaman tembakau.