Studi ini meneliti bagaimana sosialisme, kapitalisme, dan imperialisme ditampilkan dalam Arc Wano One Piece. Studi ini juga mengeksplorasi bagaimana hal ini berkaitan dengan sejarah kolonialisme di Indonesia. Alasan dilakukannya studi ini adalah karena orang-orang menggunakan gambar One Piece dalam diskusi, yang menunjukkan bagaimana perasaan orang-orang tentang isu-isu sosial dan politik. Studi ini menggunakan metode yang melihat contoh dan mendeskripsikannya secara detail. Studi ini memeriksa bagian-bagian cerita seperti adegan, percakapan, dan bagaimana karakter berinteraksi dalam Arc Wano. Kemudian membandingkannya dengan cara-cara kekuatan kolonial bertindak di Indonesia di masa lalu. Yang ditemukan dalam studi ini adalah bahwa cara Kaido dan Orochi memperlakukan satu sama lain seperti sistem kapitalis. Sistem ini didasarkan pada pengambilan sumber daya, pengendalian orang, dan bekerja sama dengan penduduk setempat. Ini mirip dengan bagaimana kekuatan kolonial Belanda memerintah Indonesia. Di sisi lain, cara Luffy dan teman-temannya bekerja sama melawan musuh mereka menunjukkan nilai-nilai seperti solidaritas, kesetaraan, dan memperjuangkan hak-hak orang yang tertindas, yang semuanya terkait dengan sosialisme. Studi ini menunjukkan bahwa hal-hal seperti film, buku, dan acara TV dapat membantu kita berpikir kritis tentang isu-isu dari masa lalu dan tentang ideologi. Hal ini membantu kita memahami bagaimana cerita yang tidak nyata dapat mencerminkan apa yang terjadi di dunia dan dapat digunakan untuk mengajarkan sejarah kepada orang-orang dengan cara yang berbeda.