Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Boy’s Love Indonesia sebagai Produk Budaya: Studi Kualitatif Penerimaan di Kalangan Penggemar Boy’s Love Asia dan Non-Penonton Shafira, Dinda; Ardini, Iqra; Winny, Paramita
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7787

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pengalaman menonton Boy’s Love (BL) Asia dan ketidakterpaparan pada genre tersebut memengaruhi penerimaan audiens perempuan Indonesia terhadap BL lokal. Dengan menggunakan Reception Theory (Hall), Cultural Proximity (Straubhaar), dan Female Gaze (Hemmann), penelitian ini menganalisis posisi decoding audiens dalam memahami representasi relasi sesama jenis. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan dua kelompok informan: penggemar BL dan non-penonton. Data dikumpulkan melalui diskusi dan observasi respons verbal dan non-verbal terhadap cuplikan film BL Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa pengalaman menonton BL luar negeri memengaruhi pemaknaan dan ekspektasi terhadap konten lokal. Penggemar cenderung bersikap terbuka atau kritis konstruktif, sementara non-penonton menunjukkan resistensi karena pertentangan dengan norma budaya dan agama. Faktor budaya dan preferensi emosional perempuan turut membentuk resepsi terhadap genre ini.
Rethinking Cultural Proximity: Transnational Taste Formation Among Indonesian Female Audiences Of Boys’ Love Media Hapsari, Paramita Winny; Shafira, Dinda; Ardini, Iqra
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol. 10 No. 1 (2026): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v10i1.142

Abstract

This study examines how Indonesian female audiences construct cultural proximity toward Boys’ Love (BL) media through transnational exposure rather than local cultural affiliation. Although BL has gained significant popularity in Indonesia through Asian productions, locally produced BL content does not automatically achieve cultural closeness among audiences. This research addresses the gap in cultural proximity studies by questioning the assumption that local media inherently resonates more strongly with local audiences. Using a qualitative case study approach, data were collected through Focus Group Discussions (FGDs) involving two groups of Indonesian women: fans of Asian BL and non-viewers of BL. Participants were exposed to selected clips of Indonesian BL content and invited to share their interpretations, emotional responses, and evaluations. The data were analyzed thematically with cultural proximity as the primary analytical lens, supported by reception theory. The findings reveal that cultural proximity among BL audiences is shaped more by repeated exposure to transnational BL media, particularly from Thailand and Japan, than by national or cultural similarity. BL fans developed transnational taste standards related to narrative style, emotional tone, and production quality, which influenced their evaluation of Indonesian BL content. In contrast, non-viewers tended to rely on local moral and cultural frameworks when interpreting BL media. This study concludes that cultural proximity in the digital media environment is increasingly transnational and affective, suggesting the need to rethink cultural proximity beyond national boundaries in contemporary audience research.
Strategi Komunikasi Badan Gizi Nasional dalam Pelibatan Pemangku Kepentingan: Studi pada Kasus Keracunan Makanan Program Makan Bergizi Gratis Ardini, Iqra; Ametha Sembiring, Christa Dewi; Shafira, Dinda; Hapsari, Inas Ulfa; Ratnasari, Novia Anggi
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7927

Abstract

Artikel ini membahas strategi komunikasi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melibatkan pemangku kepentingan saat merespons krisis keracunan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah wilayah pada 2025. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi komunikasi dan manajemen pemangku kepentingan yang tepat untuk merespons krisis yang berpotensi merusak reputasi lembaga dan kepercayaan publik terhadap program. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melalui studi literatur serta analisis dokumen/sumber sekunder terkait insiden keracunan MBG dan respons BGN. Hasil menunjukkan bahwa krisis MBG menuntut pemetaan dan prioritisasi pemangku kepentingan secara sistematis, misalnya melalui stakeholder salience model dan power-interest matrix, untuk menentukan kelompok yang perlu ditangani segera. Artikel ini mengidentifikasi kelompok pemangku kepentingan berdasarkan atribut power, legitimacy, dan urgency. Implikasi temuan menekankan perlunya strategi komunikasi berbasis transparansi, akuntabilitas, dialog dua arah, kolaborasi lintas Lembaga, serta langkah perbaikan sistemik untuk memulihkan kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan program.