Fatimah Jahroh
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEBIJAKAN DAN PROSEDUR MUTASI NONDOSEN KE DOSEN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA RI Fatimah Jahroh; Mahmud Arif; Effi Widayati
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 9 عدد 3 (2024): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah - Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v4i2.778

Abstract

Mutasi jabatan nondosen menjadi dosen di lingkungan Kementerian Agama RI merupakan isu penting dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dan prosedur mutasi pegawai nondosen menjadi dosen di lingkungan Kementerian Agama RI. Kajian ini berfokus pada analisis kebijakan, prosedur pelaksanaan, dan manfaat kebijakan mutasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan studi lapangan, yaitu pengumpulan data dari berbagai dokumen resmi, peraturan, pustaka terkait, serta wawancara dengan pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini merupakan peningkatan kualitas tenaga pengajar di perguruan tinggi agama Islam negeri melalui mutasi pegawai negeri sipil nondosen yang memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang sesuai. Proses mutasi melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pengajuan usulan hingga penetapan pejabat oleh Menteri Agama. Prosedur ini meliputi verifikasi data, uji kompetensi, dan koordinasi antar unit kerja terkait, baik di pusat maupun daerah. Manfaat kebijakan ini antara lain untuk meningkatkan mutu pendidikan, memadukan teori dengan praktik mengajar, serta mengoptimalkan potensi sumber daya manusia. Oleh karena itu, dukungan lintas unit, pemenuhan persyaratan yang jelas, dan manajemen perubahan yang efektif adalah kunci keberhasilan penerapan kebijakan ini.
The Implementation of the Independent Learning Curriculum in Islamic Religious Education for Grade V at SD Negeri Lempuyangwangi Yogyakarta: Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Pada Pembelajaran PAI Kelas V Di SD Negeri Lempuyangwangi Yogyakarta Fatimah Jahroh; Viva Fadma Onilivia; Sabarudin; Rizqi Lestari
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 6 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i6.5755

Abstract

This study aims to implement the Merdeka Belajar Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) learning in grade V of Lempuyangwangi State Elementary School, Yogyakarta. The Merdeka Belajar Curriculum is implemented as a solution to the learning crisis due to the COVID-19 pandemic and to answer the needs of education in the digital era. This study uses a qualitative approach with in-depth interview and observation methods, involving PAI teachers as the main subjects of the study. The results of the study indicate that the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum in Lempuyangwangi State Elementary School has been carried out in stages, starting from grades I and IV, with intensive training for teachers to understand curriculum concepts, prepare learning tools, and implement the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). This curriculum has a positive impact, such as increasing student involvement in more relevant, interactive, and project-based learning, as well as facilitating the exploration of student interests and talents. However, there are significant challenges in its implementation, such as limited facilities, time preparation, and a learning paradigm that must shift from being teacher-focused to student-focused. To overcome these challenges, the school provides ongoing training, additional learning resources, and collaboration between teachers. This study confirms that the Independent Learning Curriculum has great potential in creating a learning atmosphere that is more independent, innovative, and in accordance with today's educational needs.